Tampilkan postingan dengan label mustajab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mustajab. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2016

Benarkah Doa Anak yang Belum Baligh Mustajab? Simak Kisah Khalifah Umar Berikut

Berdoa merupakan salah satu wujud ibadah. kita diciptakan di dunia supaya berupaya dan juga beribadah kepadanya. tiap amalan kita merupakan wujud doa - doa kita. kita wajib tetap berdoa. karna kita tidak ketahui kapan doa kita diterima dan juga dikabulkan. kita tidak ketahui doa kita di ijabah ataupun tidak. tidak terkecuali anak, bagaikan orang tua kita wajib mengarahkan anak sejak kecil buat tetap berdoa. karna doa anak yang masih kecil dan juga belum baligh itu mustajab.

sesuatu kala umar ra memandang seseorang anak lagi berjalan di salah satu jalur madinah. umar membungkuk kepada anak tersebut seraya mengatakan, “berdoalah kepada allah yang maha penyayang buat mencintai kita. ”
baca pula : apabila terlanjur hutang, baca doa ini tiap malam saat sebelum tidur.

terdapat seseorang teman bertanya, “wahai amirul mu’minin, apakah kamu memohon seseorang anak buat mendoakanmu sebaliknya kamu seorang diri tercantum satu dari 10 orang yang diberi laporan gembira masuk surga? ”

umar ra menanggapi, “ya saya memohon doa kepadanya. karna dia belum baligh dan juga qalam belum berlaku untuknya sampai - sampai doanya mustajab. sebaliknya kita sudah berusia dan juga qalam telah menuliskan (dosa) buat kita. ” (dalil as - sa’ilin, anas ismail abu daud, perihal. 257).

seperti itu cerita sayyidina umar bin khattab yang memohon doa kepada anak kecil yang belum baligh. hingga dari itu berarti bagaikan orang tua buat senantiasa mengarahkan permasalahan agama dan juga kebaikan, nilai – nilai positif supaya anak tetap mengatakan baik. karna perkataan merupakan doa.




(Sumber: www. wajibbaca. com/2016/07/hadist-doa-anak-yang-belum-baligh. html)

Kamis, 02 Juni 2016

Doa Mengubah yang Mustahil menjadi Mustajab

 do’a merupakan pangkal dari seluruh kebaikan. dia pula pangkal kemenangan, pemecahan, anugerah, dan juga pula taufiq (pertolongan) dalam seluruh aspek amal islam, dakwah, pendidikan, hisbah (ibadah) , dan juga jihad.



diakibatkan oleh do’a nabi nuh beserta orang - orang yang beriman bersamanya diselamatkan oleh allah dan juga orang - orang kafir ditenggelamkan.

“maka ia (nuh) mengadu kepada rabbnya: “bahwasanya saya ini merupakan orang yang dikalahkan, oleh karena itu menangkanlah (saya). ” hingga kami bukakan pintu - pintu langit dengan (merendahkan) air yang tercurah. dan juga kami peruntukan bumi memancarkan mata air - mata air, hingga berjumpa lah air - air itu buat sesuatu urusan yang begitu telah diresmikan. dan juga kami angkut nuh ke atas (bahtera) yang dibuat dari papan dan juga paku, yang berlayar dengan pemeliharaan kami bagaikan belasan untuk orang - orang yang diingkari (nuh). ” (qs. al - qamar [54] : 10 - 14)

diakibatkan oleh do’a pula nabi yunus selamat dari perut ikan paus, sehabis 3 malam berposisi di dalam kegelapannya.

“dan (ingatlah cerita) dzun nun (yunus) , kala dia berangkat dalam kondisi marah, kemudian dia menyangka kalau kami tidak hendak mempersempitnya (menyulitkannya) , hingga dia menyeru dalam kondisi yang amat hitam: “bahwa tidak terdapat tuhan tidak hanya engkau. maha suci engkau, sebetulnya saya merupakan tercantum orang - orang yang dzalim. ” hingga kami telah memperkenankan doanya dan juga menyelamatkannya dari pada kedukaan. dan juga demikianlah kami selamatkan orang - orang yang beriman. ” (qs. al - anbiyaa’ [21] : 87 - 88)

diakibatkan oleh do’a kesusahan yang mengenai nabi ayyub as. dan
dinaikan oleh allah.

“dan (ingatlah cerita) ayub, kala dia menyeru rabbnya: “ (wahai rabbku) , sebetulnya saya telah ditimpa penyakit dan juga engkau merupakan tuhan yang maha penyayang di antara seluruh penyayang. ”

hingga kamipun memperkenankan seruannya itu, kemudian kami lenyapkan penyakit yang terdapat padanya dan juga kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan juga kami lipat gandakan bilangan mereka, bagaikan sesuatu rahmat dari sisi kami dan juga buat jadi peringatan untuk seluruh yang menyembah allah. ”
(qs. al - anbiyaa’ [21] : 83 - 84)

diakibatkan oleh do’a nabi musa as. diselamatkan oleh allah dari fir’aun dan juga kaumnya.

“maka keluarlah musa dari kota itu dengan kerasa cemas menunggu - nunggu dengan takut, ia berdoa: “wahai rabbku, selamatkanlah saya dari orang - orang yang dzalim itu. ” (qs. al - qashash [28] : 21)

allah pula membagikan taufiq kepada musa sehubungan dengan dakwahnya kepada fir’aun dan juga kaumnya, di samping pula ia meneguhkannya di hadapan mereka. begitu posisi musa pada dikala itu betul - betul dalam kondisi yang susah dan juga berat. hingga sepanjang mana perihal itu, cuma mampu dimengerti oleh mereka yang berani menyuarakan kebenaran di mana juga kapanpun.

“berkata musa: “wahai rabbku, lapangkanlah untukku dadaku dan juga mudahkanlah untukku urusanku, dan juga lepaskanlah kekakuan dari lidahku, biar mereka paham perkataanku, ” (qs. thaahaa [20] : 25 - 26)

diakibatkan oleh do’a allah menghancurkan dan juga membinasakan fir’aun beserta kaumnya, setelah itu menguasakan bani israil di wajah bumi.

“musa mengatakan: “wahai rabb kami, sebetulnya engkau telah berikan kepada fir’aun dan juga pemuka - pemuka kaumnya perhiasan dan juga harta kekayaan dalam kehidupan dunia, wahai rabb kami – dampaknya mereka menyesatkan (manusia) dari jalur engkau. wahai rabb kami, binasakanlah harta barang mereka, dan juga kunci matilah hati mereka, hingga mereka tidak beriman sampai mereka memandang siksaan yang pedih. ” aliah berfirman: “sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kalian berdua, karena itu tetaplah kalian berdua pada jalur yang lurus dan juga janganlah sekali - kali kalian menjajaki jalur orang - orang yang tidak mengenali. ”” (qs. yunus [10] : 88 - 89)



[sumber: reportaseterkini. net]

Selasa, 12 April 2016

Allahu Akbar!! Inilah 8 Waktu Terbaik Dan Mustajab Untuk Berdoa

Di antara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Swt. Adalah memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang mustajab. Allah menjanjikan bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut akan dikabulkan. Di antara waktu-waktu itu ialah:


1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Allah mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Allah berfirman tentang cirri-ciri orang yang bertakwa, salah satunya,”Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.”(QS.Adz-Dzakariyat[51]: 18)

Sepertiga malam yang paling terakhir ialah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Allah mengabulkan setiap doa hamba-Nya. Rasulullah bersabda ,”Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian Allah berfirman,”Orang yang berdoa kepada-ku akan aku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Kuakan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.”’ (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan , karena di waktu itu manusia merasakan salah satu kebahagian ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahan lapar dan dahaga, sebagaimana hadits:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagian: Kebahagian ketika berbuka puasa dan kebahagian ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak.”(HR.Muslim).

3.
class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"> Ketika lailatul qadar
Lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan, sebagaimana firman Allah Swt.”Lailatul qadar lebih baik dari 100 bulan.” (QS. Al-Qadr[97]:3)

4. Ketika Adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawa adzan dengan lafadz yang sama, pada saat adzan dikumandangkan juga termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah bersabda,”Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan, yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika dua kubu saling menyerang.” (HR. Abu Dawud).

5. Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah,”Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR.Tirmidzi)

6. Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah bersabda,”Seorang hamba berada paling dengan Rabb-nya saat ia sedang bersujud. Maka, perbanyaklah berdoa pada waktu itu.”(HR.Muslim)

7. Pada hari jumat
Rasulullah Saw. Bersabda,”Dalam hari jumat terdapat waktu yang jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti apa yang ia minta akan diberikan.”Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR.Bukhari dan Muslim)

8. Ketika Hari Arafah
Hari Arafah hari ketika para jemaah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jamaah haji maupun seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab, Rasulullah Saw. Bersabda,”Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah.”(HR. Tirmidzi) 



[Sumber: reportaseterkini_net]

Inilah Waktu Mustajab untuk Berdo'a yang Tidak Kita Sadari

Dalam Islam berdo’a memiliki waktu-waktu mustajab, salah satunya berdo’a di waktu sujud terakhir sebelum salam.  Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48)


https://rohisstis.files.wordpress.com/2012/06/sujud2.jpg


Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan. Karena di waktu itulah seorang hamba akan merasa dekat dengan Rabb-Nya, karena penghambaan seorang hamba merendahkan dirinya di hadapan sang Khalik.

Dan di kitab shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam Beliau bersabda, hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim.

“Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Hamba yang paling dekat kepada Tuhannya adalah hamba yang sedang sujud, maka
perbanyaklah do’a oleh kamu sekalian pada waktu sujud,” (HR. Muslim)

Namun demikian memperbanyak do’a pada waktu sujud atau ruku’ tidak berarti menambah dengan do’a yang tidak diterima dari Rasulullah saw. Memperbanyak do’a dalam hadis di atas antara lain mengandung arti mengulang-ngulang suatu do’a dalam sujud atau ruku’. Pengertian ini ditunjuki oleh hadis Nabi saw antara lain yang diriwayatkan Muslim dari Aisyah bahwa Aisyah berkata :

Bahwasanya Rasulullah saw memperbanyak do‘a pada waktu ruku’ dan sujudnya dengan membaca : “Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika Allahummagfirli,” (HR. Muslim)

Bisa juga memperbanyak doa ini :
Diriwayatkan dari Hudaifah ra ia berkata : "Aku pernah salat bersama Nabi saw, di dalam rukuknya beliau membaca : Subhaana rabbiyal-‘adziim dan dalam sujudnya: Subhana rabbiyal-a’la,” (HR. Muslim)

Adapun diriwayatkan dari Aisyah ia berkata : "Bahwasanya Rasulullah saw dalam rukuk dan sujudnya beliau membaca : Subbuhun Quddusun Rabbul Malaikati war-Ruuh,”(HR. Muslim)

Pada hadits di atas, sudah jelas bahwa jika kita ingin do’a kita dapat cepat terkabulkan, maka dapat memakai amalan yang sesuai dengan hadits di atas. Dan memaksimalkan diri untuk berdo’a dalam kesungguhan dan kekhidmatan. (islampos)