Tampilkan postingan dengan label umat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka’bah Inilah Jawaban Dr Zakir Naik yang Mengejutkan Banyak Orang. TOLONG SHARE

Dalam sebuah forum terbuka yang di hadiri ribuan orang serta disiarkan di Peace TV, seseorang pria ajukan pertanyaan pada Dr Zakir Naik kenapa umat Islam melingkari kabah waktu haji serta umrah. Adakah argumen ilmiah serta logisnya?

“Aku menginginkan tahu mengenai Ka’bah. Maksudku, apa penjelasan dengan cara kajian keilmuan serta logika utamanya Ka’bah? Serta kenapa umat Islam melingkari Ka’bah? ”
Jawaban Dr Zakir Naik kenapa Muslim melingkari Kabah

Saudara ini ajukan pertanyaan dengan bagus.
Apa utamanya Ka’bah menurut kajian keilmuan serta logika? Serta kenapa umat Islam mengelili Ka’bah?

Kenapa Umat Islam Melingkari Ka’bah? Ini Jawaban Logis Dr Zakir Naik

Banyak non muslim berasumsi kalau umat Islam menyembah Ka’bah. Saya bakal memberi jawaban saya serta kelak saya bakal memberi jawaban dengan cara ilmiah.

Saya bakal satukan berbarengan. Menjawabmu serta menjawab non muslim yang lain atas kesalahpahaman ini.

Ka’bah yaitu kiblat, seperti firman Allah dalam Al Qur’an :
وَحَي�'ثُ مَا كُن�'تُم�' فَوَلُّوا وُجُوهَكُم�' شَط�'رَهُ

“Dan dimana saja anda ada, palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah” (QS. Al Baqarah : 144)

Dalam bhs Arab, kiblat. Jadi Ka’bah cuma untuk arah. Sebagai contoh, umpamanya saat ini kita sembahyang, sebagian menghadap selatan, ada yang menghadap utara, ada yang ke timur, ada yang ke barat. Ke arah mana yang anda ikuti? Jadi untuk persatuan, kami menghadap pada satu arah : Ka’bah.
Baca Juga : Kenapa Umat Islam Melingkari Ka’bah? Ini Jawaban Logis Dr Zakir Naik

SUBHANALLAH.. Terkecuali Berprestasi Pembalap F1 Rio Haryanto Nyatanya Miliki Pesantren
Sufera. com - Mungkin saja berikut sosok pemuda inspirat...

Berikut Kendaraan Yang Jadi Penyelamat Umat Muslim di Akhirat nanti
Sufera. com - Satu diantara rukun iman Umat Islam ada...
Jadi Ka’bah yaitu kiblat kami. Tak ada seseorang


muslim juga yang pernah menyembah Ka’bah.

Serta
saat


peta geografi dunia pertama kalinya yaitu muslim yang bikin itu pertama kalinya. Yaitu Al Idrisi pada th. 1154 yang bikin peta dunia, bahkan juga muslim yang bikin peta dunia itu. kutub selatan ada diatas serta kutub utara ada dibawah serta Ka’bah ada di tengah-tengah.

Lalu orang Barat meluncurkan kartografi (pembuatan peta) serta merubah kutub utara ke atas serta kutub selatan ke bawah, bahkan juga Ka’bah tetap masih ada di tengah-tengah.

Jadi dibagian mana juga anda ada didunia, bila anda ada di utara menghadap ke selatan, bila anda ada di timur menghadap ke barat, bila anda ada di barat menghadap ke timur, bila anda di selatan menghadap ke utara. Semuanya muslim didunia menghadap pada satu arah yakni Ka’bah serta Ka’bah yaitu kiblat.

Saat ini, saat anda pergi umrah, saat pergi haji, kita lakukan thawaf melingkari Ka’bah. Kita jalan melingkari ka’bah. Mengapa kami jalan melingkari Ka’bah? Pada intinya yaitu lantaran Tuhan Pencipta. Serta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lakukan itu.

Anda ajukan pertanyaan, apa argumen logisnya? Ini tak dijelaskan dalam Quran serta hadits. Bila saya yaitu orang yang berakal ingin memikirkan, mengapa kami jalan mengelilinginya? Argumen yang dapat saya fikirkan yaitu tiap-tiap lingkaran cuma miliki satu titik tengah. Kita jalan melingkari Ka’bah yaitu untuk menunjukkan kalau cuma ada satu Tuhan.

Lantaran lingkaran cuma miliki satu titik tengah akan tidak ada dua titik tengah. Bila kita jalan melingkari Ka’bah yaitu untuk menunjukkan kalau cuma ada satu Tuhan.

Serta pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu saat mencium Hajar Aswad yang ada di Ka’bah, “Hajar aswad ini hanya batu yg tidak dapat memberi kebaikan serta keburukan. Saya menciumnya lantaran lihat Nabi menciumnya. ” Jadi tak ada muslim yang menyembah Ka’bah.

Bahkan juga di jaman Nabi, ada teman dekat yang melantunkan adzan diatas Ka’bah. Tak ada orang yang menyembah suatu hal lantas berani berdiri di atasnya.

Jadi Ka’bah yaitu kiblat, cuma arah. Bukanlah disembah.

Sumber: http_www_gotopublik_com

Minggu, 03 April 2016

Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka’bah Inilah Jawaban Dr Zakir Naik

Dr.Zakir Naik adalah nama yang tidak asing lagi di seluruh dunia. Beliau terkenal sebagai seorang pakar dalam bidang perbandingan agama diperingkat antarabangsa.

Beliau sangat terkenal dengan teknik pidato dan debatnya yang sangat mantap dan berkesan, menggunakan dalil-dalil daripada al-Quran dan hadis yang sahih serta beberapa kitab-kitab agama lain seperti kita Bible, kitab Veda, kitab Bhagwad Geeta, kitab Upandishads dan banyak lagi.

Kembara dakwahnya juga ternyata berkesan dan efektif apabila forum ceramah beliau sentiasa menarik minat ribuan hadirin dari pelbagai latar belakang agama.

Dilahirkan pada 18 Oktober 1965 di Mumbai, India beliau juga terkenal dengan kebolehannya mematahkan hujah pihak lawan serta memberikan jawapan yang menyakinkan terhadap persoalan-persoalan yang dikemukakan secara sepontan.

Menjelang tahun 2002, beliau sudahpun memberikan lebih daripada 1000 ceramah di peringkat antarabangsa seperti di Amerika Syarikat, Kanada, United Kingdom, Arab Saudi, United Arab Emirates, Kuwait, Qatar, Bahrain, Oman, Afrika Selatan, Itali, Mauritius, Australia, Malaysia, Singapura, Hong-Kong, Thailand, Guyana (Amerika Selatan) dan banyak lagi termasuklah ceramah ditempat asal beliau sendiri; India.

Di dalam setiap ceramahnya sudah pasti banyak persoalan-persoalan diajukan kepadanya. Apa yang menarik kali ini penulis ingin berkongsikan dengan pembaca semua mengenai persoalan “Mengapa Umat Islam mengelilingi Ka’bah? Mari kita lihat jawapan dari Dr.Zakir Naik ini.

Dalam sebuah forum terbuka yang dihadiri oleh ribuan orang dan disiarkan di Peace TV, seorang lelaki bertanya kepada Dr Zakir Naik, mengapa umat Islam mengelilingi ka’bah ketika haji dan umrah. Apakah ada alasan ilmiah dan logik disebaliknya?

Saya ingin mengetahui tentang Ka’bah. Maksud saya, apa penjelasan secara kajian keilmuan dan logik pentingnya Ka’bah? Dan mengapa umat Islam mengelilingi Ka’bah?”

Jawapan Dr. Zakir Naik Mengapa Muslim Mengelilingi Kabah

Saudara ini bertanya dengan bagus.

Apa pentingnya Ka’bah menurut kajian keilmuan dan logik? Dan mengapa umat Islam mengelili Ka’bah?

Ramai orang bukan Islam beranggapan bahawa umat Islam menyembah Ka’bah. Saya akan memberikan jawapan saya dan nanti saya akan memberikan jawapan secara ilmiah.

Saya akan satukan bersama. Menjawab soalan saudara dan menjawab orang bukan Islam lainnya atas kesalahfahaman ini.

Ka’bah adalah kiblat, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an :


    وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ
    “Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah” (QS. Al Baqarah: 144)


Dalam bahasa Arab, kiblat. Jadi Ka’bah hanya sebagai arah. Sebagai contoh, misalnya sekarang kita sembahyang, beberapa orang menghadap selatan, ada yang menghadap utara, ada yang ke timur, ada yang ke barat. Ke arah mana yang kamu ikut? Jadi demi persatuan, kami menghadap pada satu arah Ka’bah.

Jadi Ka’bah adalah kiblat kami. Tidak ada seorang muslim pun yang pernah menyembah Ka’bah.

Dan ketika peta geografi dunia pertama kali adalah muslim yang membuat itu pertama kali. Al Idrisi pada tahun 1154 yang membuat peta dunia, bahkan muslim yang membuat peta dunia itu, kutub selatan ada di atas dan kutub utara ada di bawah dan Ka’bah berada di tengah-tengah.

Kemudian orang Barat meluncurkan kartografi (pembuatan peta) dan mengubah kutub utara ke atas dan kutub selatan ke bawah, bahkan Ka’bah masih tetap berada di tengah-tengah.

Jadi di bahagian mana pun kamu berada di dunia, jika kamu berada di utara menghadap ke selatan, jika kamu berada di timur menghadap ke barat, jika kamu berada di barat menghadap ke timur, jika kamu di selatan menghadap ke utara. Semua muslim di dunia menghadap pada satu arah iaitu Ka’bah dan Ka’bah adalah kiblat.

Sekarang, ketika kamu pergi umrah, ketika pergi haji, kita melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah. Kita berjalan mengelilingi ka’bah. Kenapa kami berjalan mengelilingi Ka’bah? Pada dasarnya adalah kerana Tuhan Pencipta. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan itu.

Kamu bertanya, apa alasan logiknya? Ini tidak disebutkan dalam Quran dan hadis. Jika aku adalah orang yang berakal mahu berfikir, kenapa kami berjalan mengelilinginya? Alasan yang boleh aku fikirkan adalah setiap lingkaran hanya punya satu titik tengah. Kita berjalan mengelilingi Ka’bah adalah untuk membuktikan bahawa hanya ada satu Tuhan.

Kerana lingkaran hanya punya satu titik tengah tidak akan ada dua titik tengah. Jika kita berjalan mengelilingi Ka’bah adalah untuk membuktikan bahawa hanya ada satu Tuhan.

Dan pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu ketika mencium Hajar Aswad yang ada di Ka’bah, “Hajar aswad ini hanyalah batu yang tidak bisa memberikan kebaikan dan keburukan. Aku menciumnya kerana melihat Nabi menciumnya.” Jadi tidak ada muslim yang menyembah Ka’bah.

Bahkan di zaman Nabi, ada sahabat yang melantunkan azan di atas Ka’bah. Tidak ada orang yang menyembah sesuatu lalu berani berdiri di atasnya.

Jadi Ka’bah adalah kiblat, hanya arah. Bukan disembah.


Sumber: www_trenzcorner_ne

Senin, 21 Maret 2016

ALLAHU AKBAR, SEBARKAN KABAR GEMBIRA INI,,Umat Islam di Papua Berkembang Pesat

 Berikut dalil islam di Papua yang tidak dikenal warga luas:

1. Jumlah umat Islam di Papua hingga dikala ini menggapai 40% dari keseluruhan jumlah penduduknya. Bukan cuma kebanyakan non - Muslim aja namun terdapat pula banyak masyarakat Muslim di Papua.

Banyak orang bingung apakah terdapat umat Islam di Papua? perihal itu sesungguhnya merupakan persoalan yang salah karna seolah - olah membetulkan kalau penduduk di Papua identik dengan Kristen. dikala ini aja jumlah komunitas Muslim di Papua sudah menggapai 900.000 jiwa dari keseluruhan 2,4 juta jiwa, 60% sisanya terdiri dari pemeluk agama Katolik, Kristen, Hindhu, Budha, dan juga Animisme.

2. sebagian kampung di Papua ada perkampungan Muslim yang jadi kelanjutan dari kampung Muslim masa lalu.perkampungan Muslim dapat ditemukan di Kokas, Patipi, Semenanjung Onin, Rumbati, Sorong, waigeo, Doom, Salawati, Misool, Teminabuan, Manikwari, Baboo, dan juga Teluk Arguni.

Di wilayah Manokwari seorang diri ditemui kampung Muslim yakn di Hitigima dan juga Kurima. tidak hanya itu perkampungan Muslim pula tersebar di wilayah Kaimana, Teluk Bintui, Raja Ampat, Fatagar, Mamote, dan juga lainnya. Di wilayah tersebut ada Masjid dan juga masyarakat Irian asli yang menggunakan busana Muslim. Di wilayah Fakfak seorang diri ada satu Masjid Tua ialah Masjid Patemburak yang didirikan pada tahun 1870.

3. Jejak Islam di Papua nyatanya sudah terdapat semenjak era dahulu teruji dengan terdapatnya aset dari Islam. Contohnya Masjid Tunasgain yang terletak di wilayah Fakfak Timur, dan terdapatnya Masjid Tubirseram yang terletak di wilayah Kabupaten Fakfak.

Ada lagi masjid populer ialah Patimburak di wilayah Kampung Patimburak menggambarkan masjid yang telah berumur hingga ratusan tahun. tidak hanya itu ada pula aset arkeologi berbentuk tiang kayu dengan cat. bila dilihat dari ukirannya tiang ini kayaknya merupakan soko guru dari suatu Masjid.

4. terdapat sebagian riset yang melaporkan kalau warga Muslim di Papua masuk di Irian Barat kesatu kalinya di tahun 1360 M. Satu tokoh Islam yang datang di tanah Papua merupakan Abdul Ghaffar yang berasal dari Aceh. Abdul Ghaffar kesatu kali hingga di Fatagar Lama dan juga kampung Rumbati, Fakfak.

Penetapan masuknya Islam kesatu kali di Papua bersumber pada atas tradisi lisan yang diucapkan oleh putra bungsu Rumbati XVI dan juga Raja Rumbati XVII. tidak hanya mencari rempah - rempah, ajaran islam pula dianjurkan Abdul Ghafar di tanah Papua sepanjang kurang lebih 14 tahun. sehabis itu Abdul Ghafar meninggal dan juga disemayamkan di balik Masjid Rumbati pada tahun 1374 M. Ajaran utama dari Abdul merupakan syiar Islam dengan melakukan shalat 5 waktu dengan tertib.

5. terdapat sebagian komentar dari para pakar sejarah yang saat ini masih diperdebatkan tentang masuknya Islam kesatu kali di Papua. terdapat 7 tipe kehadiran Islam di Papua ialah tipe Aceh, Arab, Jawa, Banda, Bacan, Ternate, Papua, dan Tidore dengan cerita yang berbeda.

Fakta Islam di Papua yang tidak sering dikenal warga luas hingga dikala ini masih jadi perdebatan dan juga hendaknya bagaikan umat beragama kita wajib melindungi keanekaragaman dalam berkeyakinan. 


Sumber:
http_reportislam_blogspot_co_id/2016/02/allahu-akbar-sebarkan-kabar-gembira.html