Tampilkan postingan dengan label al ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al ikhlas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

SUBHANALLAH...!!! Inilah Kedahsyatan Surat Al-Ikhlas yang Mampu Mengguncang Langit dan Bumi

Surah Al-Ikhlas (Arab : الإخلاص, " Memurnikan Keesaan Allah ") yaitu surah ke-112 dalam al-Qur'an. Surah ini termasuk surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok diisi yaitu menyatakan keesaan Allah sambil menolak semua bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, " Allahu ahad, Allahus shamad "  (Allah Maha Esa, Allah tempat tergantung), sering terlihat dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu. Sampai, kadang waktu kalimat ini dikira sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, berbarengan dengan dua kalimat Syahadat.


Di bawah ini yakni keDAHSYATan SURAT AL- IKHLAS
{ Sempatkanlah sebentar untuk membaca tulisan ini }
Rasulullah Muhammad SAW disuatu waktu bersabda :
”Demi Allah yang jiwaku di GenggamanNYA, sebenarnya :
♥ QUL HUWALLAHU AHAD itu terdaftar di sayap Malaikat Jibril.
♥ ALLAHHUS SOMAD itu tercatat disayap Malaikat Mikail.
♥ LAMYALID WALAM YUULAD terdaftar pada, sayap Malaikat Izra'il,
♥ WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD terdaftar pada sayap Malaikat Israfil "

Berkata Ibnu Abbas r. a. bila Rasulullah SAW telah bersabda : Saat saya {Rasulullah SAW} Isra’ ke langit, saya lihat Arasy di atas 360, 000 pilar dan jarak jauh pada satu pilar ke satu pilar yang lain yaitu 300, 000 th. perjalanan.
Pada masing-masing pilar itu ada padang pasir yang jumlahnya


12, 000 dan luasnya tiap-tiap satu padang itu seluas dari Timur hingga ke Barat.
Pada tiap-tiap padang itu ada 80, 000 Malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas.

Setelah mereka selesai membaca Surah itu jadi berkata mereka :
”Wahai Tuhan kami, sebenarnya pahala dari bacaan ini kami berikanlah pada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun wanita. ”.
 Baca Juga : Subhanallah, berikut rahasia ayat ke 58 dari surah Yasin
Cerita Anas bin Malik juga merekam narasi terkait surat Al-Ikhlas.
Satu waktu 70. 000 Malaikat diutus datang pada seorang teman dekat di Madinah yang wafat. Hadirnya beberapa Malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari. 70. 000 Malaikat itu diutus hanya karena almarhum sering membaca surat ini. Anas bin Malik yang saat itu berbarengan Nabi Muhammad SAW di Tabuk rasakan sinar matahari redup tidak seperti biasanya dan Malaikat Jibril datang pada Nabi untuk memberitakan momen yang tengah berjalan di Madinah.
 Baca Juga : Allahu Akbar!!! Berikut 5 Kedahsyatan Membaca Surat Al-Insyirah (Alam Nasyrah), No 4 Paling Dahsyat

Rasulullah S. A. W bersabda :
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas ketika sakit sampai dia wafat dunia, jadi tubuhnya akan tidak membusuk didalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan sebagian Malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melalui Titian Siratul Mustaqim lalu menuju ke Surga. (HR Qurthuby).
SUBHANALLAH..........

Ya Allah, jadikanlah kami yang mengatakan " SUBHANALLAH " jadi manusia sehat, bermanfaat dan wafat dunia dalam keadaan HUSNUL KHATIMAH Aamiin ya Rabbal 'alamiin.




(sumber: sehat-bahagia.com)

Kamis, 14 April 2016

Allahu Akbar!! Membaca Surat Al-Ikhlas Di 9 Waktu ini Manfaatnya Luar Biasa

SURAT Al Ikhlas, seperti halnya surat-surat yang lain juga memiliki banyak rahasia yang terkandung di dalamnya. Dinamakan surat Al Ikhlas, karena dia menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan dunia akherat, dari kesulitan sakarotul maut, dari kesulitan kegelapan malam dan dari segala kesulitan resiko di hari kiamat.


Ternyata ada waktu tertentu yang dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas. Berikut sembilan waktu yang dianjurkan untuk mengamalkan surat Al-Ikhlas:

1. waktu pagi dan sore hari

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

2. sebelum tidur

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

3. ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen).”  (HR. Bukharino.5748)Keempat: wirid
seusai shalat (sesudah salam)

4. Setelah Shalat (Sesudah Salam)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat  di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

5. dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh)

“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.
Laporkan iklan?

6. dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah ba’diyah maghrib

“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

7. dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga raka’at

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

8. dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib) pada malam jum’at

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

9.  ketika shalat dua rak’at di belakang maqom Ibrahim setelah thowaf

“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)

Meskipun ada anjuran 9 waktu di atas. Namun membaca surat Al-Ikhlas tidaklah terpaku pada 9 waktu tersebut. Di mana pun kapanpun boleh membaca surat Al-Ikhlas sebagai bentuk dzikir kepada Allah SWT. Wallahu a’lam.

Sumber : tolongbagikan_com