Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Untuk Dirimu Ayah Tercinta. Bacalah Membuat Setiap Orang Meneteskan Air Mata

bapak merupakan wujud yg tidak kalah utama dari bunda, walaupun sering - kali keberadaannya terkalahkan oleh kedatangan bunda. apabila bunda merupakan hati dan jiwa sesuatu keluarga, jadi bapak ialah tubuh yang hendak tetap berikan proteksi buat seluruh anggota keluarga terlebih anak tercintanya. seseorang bapak memanglah sama dengan wujud pelindung dan penjaga keutuhan keluarganya.

di indonesia seorang diri tidak serupa negara - negara lain, tidak terdapat satu hari - pun yang didedikasikan buat mengenang jasa - jasa bapak. tetapi perihal itu tentu tidak peruntukan bagaikan penghalang buat terus menghormati jasa bapak. salah satu langkah yang dapat kita jalani buat menghormati jasa bapak ialah dengan menghadiahkan buat ayah tercinta, mampu berbentuk sebagian benda favoritnya ataupun puisi. berikut ini ada banyak kumpulan puisi buat bapak tercinta yang di buat istimewa buat mengenang kebaikan - 2 seluruh bapak di wajah bumi ini, silakan disimak:

sebelumnya : kumpulan puisi cinta romantis

dad

**************

hilangmu piluku

oleh fatkuryati

seandainya.. .
matahari itu merupakan kerasa intimku dengan ayah
saya tidak ketahui gimana memperkenalkan berulang matahari itu
salah satunya matahari yang terbit kemarin
telah dimakan garhana berkepanjangan
apakah ini cemburu?
entahlah, , saya tidak ketahui.. . .
saya cuma merasakan kerasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang sepatutnya tidak boleh mengusik keintimanku dengan ayah
tetapi, , saya tidak dapat mencegahnya
sorot langkahnya begitu percaya buat mengambil bapak dari pelukanku.. . .
bila benar saya wajib membiarkanmu lenyap, ,
tidak apa.. .
piluku saat ini bisa jadi hendak lenyap nanti..

**************

getar malam rinduku

oleh eko putra ngudiraharjo

mau ku gali gundukan itu
dan juga mencabut papan nama tiap dukaku
biarlah nafasku memeluk tentangmu
puisi - puisi hitam menimangku

sajak berairmata merangkulku
dan juga merambatkan masing - masing ratap disekitar gelap
seakan kau utus jangkrik buat memejamkan lelahku
nyanyi cerita tentang dahaga merindu
seakan kau titipkan restumu
melalui dingin malam menyuap

mantra - mantra penghapus basah tatapku
masing - masing dendang lantun macapat mengiring sendu
serupa suara hati yang tersampaikan padaku
terlebih lagi suara gitar berubah dikala anganku

mengarah kenangmu
getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
ini untukmu, itu buatmu, dan juga doa bagaikan bhaktiku
miss u ayah ngudi raharjo.

**************

bapak segalanya untukku

bapak..
beribu kata telah kau ucapkan..
beribu cinta tlah kau bagikan. .
beribu kasih telah kau curahkan..
cuma buat anak mu..

bapak..
kau ajarkan ku tentang kebaikan..
kau tunjukan ku tentang makna cinta..
kau jelaskan ku tentang arti kehidupan..
dan juga kau mendidik ku dengan begitu kasih sayang..

bapak..
betapa mulianya hati mu..
kau korbankan segalanya demi anak mu..
kau banting tulang cuma buat anak mu..

saat ini ku berjanji buat seluruh kerja keras mu..
ku berjanji buat seluruh kasih sayang mu..
dan juga ku berjanji buat ketulusan hati mu..
kalau saya hendak senantiasa melindungi mu..
saya hendak senantiasa mencintai mu sampai akhir hiup ku..

terima kasih bapak buat seluruh kasih sayang mu..

**************

buat ayah

oleh uri ayuni

dikala malam hari ku tatap bintang dan juga bulan yang menerangi bumi,
dikala itu pula saya teringat hendak dirimu bapak, , ,
saya merindukanmu, , yang tlahh pergi
meninggalkan ku, , buat sepanjang lama nya, , ,
di mana juga saya berposisi, , saya hendak senantiasa mengingat mu bapak, , ,
andai engkau terdapat menemani hari hari ku , ,. hidup ku hendak merasa lebih
sempurna dengan terdapat nya dirimu bapak, , ,
tetapi itu seluruh cuma mimpi ku, ,.
saya di mari cuma dapat berdoa buat mu bapak, ,.
mudah - mudahan kau tenang disitu, , , ,.
saya, , anakk mu , tiap detikk meridukan mu

**************

ayah

oleh ratih anjelia ningrum

disetiap tetes keringatmu
di derai letih napas mu
sang memenuhi kasih sayang yang luar biasa
demi saya kau rela sang sengat matahari
hujan juga tidak mampu menghalangi mu
buat saya anakmu.. .
sang tiap doamu kau haturkan segenap harapan

bapak.. .
kan ku jaga tiap nasehatmu
di setiapnafas ku
di relung hati hendak ku hangatkan nmamu
hendak ku kobarkan seluruh impianmu
cuma buat menikmati senyumu
di ufuk senjamu
ayah

**************

kerinduan

oleh niki ayu anggini

bapak dimana engkau berada
disini saya merindukanmu
menginginkan buat berjumpa
merindukan hendak belaianmu

kasih sayangmu senantiasa ku rindu
engkau senantiasa muncul dimimpi
mimpi yang begitu nyata bagiku
menginginkan engkau buat kembali

saya senantiasa mengharapkan engkau hadir
menemani saya tiap hari
menemani masa pertumbuhanku ini


saya tumbuuh jadi besar
tanpa engkau disisiku
tanpa engkau yang menemani hari - hariku

**************

antusias ayah

oleh eva

ayah
kau begitu berarti bagiku
kau merupakan pahlawan di dalam hidupku
kau tidak sempat kenali lelah

ayah
antusias mu begitu luar biasa
antusias bekerja mu luar biasa
tidak tahu letih demi menafkahi keluarga mu

ayah
maafkan saya yang cuma dapat memohon uang
tanpa memikirkan betapa susahnya mecari uang
tanpa memikirkan keringat yang keluar dari hasil kerja mu

doa titipan ayah

oleh zulfikar efendi

saya rindu kasih sayang mu, ayah
merasakan hangatnya peluk mu
menanti canda tawa mu
muncul mu hilangkan pilu ku

bapak, ku akui saya salah
bukan saya engkar ayah
tetapi, cuma sangat cedera buat ku ingat semua
mengenang yang sempat kita lalui bersama

ayah
bisa jadi bunda sudah cerita
melalui do’a
tentang saya yang tidak kerap kunjungi rumah kita lagi

ayah
saya mohon maaf
benar tidak hendak mampu ku balasi berulang jasa - jasa mu
walaupun kejelasan bersemayam disini, bapak.

bapak, maafkan anak mu
sangat banyak saya menyusahkan mu
lelap tidur mu kerap terganggu
karna saya, karna tangis dikala ku terbangun kecil dahulu.

tuhan
saya mohon
tempatkan bapak ku disisi - mu

bapak, saya telah saya kirimkan do’a yang bapak ajarkan dahulu buat ku
bapak, tenanglah disana
saya hendak menyusul mu.

**************

saya cinta ayah

telah rapuh tulang - tulangmu
yang dulu kau gunakan
buat membagikan kami sesuap nasi
buat menunaikan kewajibanmu bagaikan kepala keluarga

saat ini.. . kau berdaya lagi melaksanakan semuanya
saat ini.. . kau cuma sanggup membagikan kami nasehat
saat ini.. . kau cuma sanggup mengucapkan doa yang lurus buat kami
buat.. . anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

bapak.. . .
air mata ini tidak sanggup membalas semuanya
seluruh yang kau jalani buat hidup kami
seluruh yang kau bagikan kepada kami

bapak.. .
kasih sayangmu takkan sanggup tergantikan orang lain
atensi yang kau bagikan kepada kami takkan sempat kami lupakan
meski sering - kali kami tidak mengindahkan seluruh yang kau berikan
sering - kali kami tidak sempat menghargai seluruh yang kau berikan

bapak.. . .
saat ini kamilah yang wajib melaksanakan semuanya
kamilah yang wajib membalas semuanya
kamilah yang wajib mencermati mu

bapak.. . .
izinkanlah kami jadi anak yang berbakti kepadamu
anak yang tidak melupakan kasih sayang mu
izinkanlah kami tuk membahagiakanmu

bapak.. .
walaupun kami sadar
itu seluruh tidak dapat membayar seluruh yang telah kau berikan
dan juga kami siuman, nyawapun tidak sanggup membalas semuanya

terimakasih ayah
saat ini kami jadi orang yang sanggup berdiri
saat ini kami sanggup jadi orang yang mandiri
saat ini kami sanggup menapaki hidup dengan doa dan juga kasih sayangmu
saya mencintaimu bapak.

ayah
di tiap tetes keringatmu
di derai letih nafasmu
di memenuhi kasih sayang yang luar biasa.

**************

dari hati buat pahlawan hidupku

oleh ibnu abhi

walaupun suaramu
tidak semerdu nyanyian lembut seseorang ibu
kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
yang membawakan hatiku. . .
mengarah lembah besar. .
bernama kedamaian
walaupun sentuhanmu tidak selembut belaian suci seseorang ibu
tetapi dengan dekapanmu. . .
ku terhangatkan dengan kasihmu
ku terlenakan
dengan cintamu

tangisku berderai
ketika ku ingat perkataan indahmu menimangku
ketika ku sentuh badan letihmu menjagaku

serupa karang melindungi debu pasir
kau jaga saya. . .
kau lindungiku
dari kotoran raga dan juga jiwa yang kan basahiku. .
kau rela di terpa deburan buih
yang berlalu
demi aku
demi anakmu. . .

seolah tidak sempat lelah
kau hapuskan tetes air mataku
seolah tidak sempat bosan
kau redamkan saya dari tangisan

ku urai hati ini
untukmu
buat segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
cuma sebentuk puisi
dari ketulusan hati
untukmu bapakku
terima kasih. . . .

**************

ayahku hidupku

oleh ephaayah

kau lah penguat hatiku
menjadikanku anita yang tegarwanita sabar
dan juga pantang menyerahayah
hening dikala kau pergi
kau begitu hebat
tidak terdapat yang dapat menyerupai mu
maupun mengambil alih posisimuayah
saya begitu menyayangimu
keringatmu jadi inspirasiku
sedihmu merupakan deritakuayah
dimanapun engkau berada
doaku senantiasa bersamamu
tangisku jadi sumpahku
kalau whatever yang terjalin ku slalu ingatmu

**************


dad


puisi - puisi diatas di buat istimewa buat bapak, bunda memanglah wujud amat utama yang butuh kita hargai dan sayangi, tetapi tidaklah berarti kita melupakan jasa - jasa bapak kita, dan tidak kurang ingat mudah - mudahan kumpulan puisi memegang hati buat bapak tercinta bermanfaat buat mempererat jalinan kamu dengan bapak kamu dan juga mampu menolong kamu dalam mencari puisi buat bapak..







 [sumber: http: //muslimah - id. com  ]

Sabtu, 28 Mei 2016

Sakitnya Ibu Saat Melahirkan Tak Sebanding Bila Anaknya Melakukan Hal Ini, Bacalah...

bunda ialah merupakan wujud yang gemilang dalam kehidupan. seorang wujud perempuan tangguh dan tegar dikala badai kehidupan menghempas. dengan trik raga dia dapat aja menggambarkan wujud yang lemah, namun dikala mesti menyelamatkan anak - anaknya, dia mampu bergeser jadi jiwa pemberani dan tegas.

rela pakai tubuh kala membela anak - anaknya dari ancaman dan bahaya whatever. acapkali pula nampak jadi wujud penyelamat keluarga waktu si ayah tengah teperosok dalam krisis kehidupannya.

namun, sejalan dengan umurnya yang terus menjadi mendekati senja, kerut di kening dan di pipinya ialah fakta keletihan dari pengorbanan yang gemilang. tangan yang lampaunya halus, terus menjadi hari jadi kesat karna kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan.

sakitnya melahirkan anak, nyatanya tidak sebanding dengan sakitnya dikala anak yang dia cintai dan lahirkan membentaknya.

berikut ini cerita yang hendak menyadakan kita bahwa bunda lebih seleksi sakitnya melahirkan dari pada dibentak buah hatinya serupa dikuti dari eberita. org

“ibu,
masakin air bu. aku mau mandi pakai air hangat, ” seseorang anak meminta ibunya mempersiapkan air hangat buat mandinya.

si bunda dengan ikhlas melakukan apa yang diperintah oleh si anak. dengan nada lembut ibunya menyahut, “iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“jangan amat lama ya bu! soalnya aku terdapat janji sama rekan” tutur si anak.

tidak lama setelah itu si bunda sudah tuntas mempersiapkan air hangat buat buah hatinya.

“nak, air hangatnya telah siap, ” bunda itu berikan ketahui.

“lama sekali sih, bu…” si anak sedikit membentak.

seusai usai mandi dan berpakaian apik, si anak berpamitan pada ibunya, “bu, aku keluar dulu ya, mau jalan - jalan sama rekan. ”

“mau kemana nak? ” bertanya si bunda.

“kan telah aku katakan, aku mau keluar berjalan - jalan sama rekan, ” kata si anak sambil mengernyitkan dahi.

malam harinya, si anak kembali dari berjalan - jalan. sesampainya dirumah dia merasa gusar lantaran ibunya tidak terdapat dirumah. walaupun sesungguhnya perutnya begitu lapar, di meja makan tidak terdapat santapan whatever.

sebagian waktu kemudian, ibunya tiba sambil berkata salam, “assalamu’ alaik­­um.. nak, kamu telah kembali? telah dari tadi? ”

“hah, bunda dari mana aja. aku ini lapar, mau makan tidak terdapat santapan di meja makan. mestinya apabila bunda mau keluar itu masak dulu…” kata sang anak dengan nada begitu lantang.

si bunda coba menarangkan sambil memegang tangan anaknya, “begini sayang, kamu jangan marah dulu. bunda tadi keluar bukan buat urusan yg tidak utama, kamu belum tahukan apabila istrinya pak rahman meninggal? ”

“meninggal? sementara itu tidak sakit apa - apa kan, bu? ” si anak sedikit kaget, suara suaranya pula tidak besar lagi.

“dia meninggal dikala maghrib tadi. ia meninggal waktu melahirkan anaknya. kamu wajib pula ketahui nak, seseorang bunda itu bertaruh nyawa waktu melahirkan anaknya, ” bunda berikan uraian.

hati si anak mulai terketuk, dengan nada lirih dia bertanya pada ibunya, “itu berarti, bunda waktu melahirkanku pula demikian? bunda pula rasakan sakit yang luar biasa pula? ”

“iya anakku. waktu itu bunda mesti berjuang menahan kerasa sakit yang luar biasa. namun, terdapat yang lebih sakit dari pada sebatas melahirkanmu, nak, ” si bunda menanggapi.

“apa itu, bu? ” si anak mau ketahui apa yang melebihi kerasa sakit ibunya waktu melahirkan ia.

si bunda tidak mampu menahan air mata yang mengalir dari tiap sudut matanya seraya mengatakan, “rasa sakit waktu bunda melahirkanmu itu tidak seberapa, apabila dibanding dengan kerasa sakit yang bunda rasakan waktu dirimu membentak bunda dengan nada lantang, waktu kau menyakiti hati bunda, nak. ”

sang anak lekas menangis dan meminta ampun atas apa yang sudah diperbuat sepanjang ini pada ibunya.

mudah - mudahan cerita ini mampu buat kita lebih menghormati dan juga mencintai bunda kita. berikanlah pada yang lain.



(sumber : belitangsehat.com )

Jumat, 27 Mei 2016

Ayah, Kau Pria Pertama Yang Telah Membuatku Jatuh Cinta

raut wajah yang terus menjadi menua malah nampak terus menjadi tampan menurutku. badan yang terus menjadi lemah dan juga rambut yang makin memutih malah membuatku terus menjadi mencintaimu. bapak kau habiskan 1/3 dari usiamu buat mengasuh saya dan juga keluargamu. meninggalkan masa muda yang nampak indah dengan kesenangan dunia dan juga memilah jadi pemimpin dari suatu keluarga.

bapak, kau laki - laki kesatu yang telah membuatku jatuh cinta. kau laki - laki yang tidak hendak sempat membuatku patah hati dan juga terjatuh dalam sakitnya ditinggalkan tanpa suatu sebab. bapak, dapatkah saya menciptakan pasangan hidup sepertimu. yang danpat melindungi dan juga menyayangi keluarganya melebihi apa juga di dunia ini.

satu perihal yang tentu, tidak hendak sempat terdapat seorang juga di dunia ini yang menyamaimu. tidak hendak penah terdapat yang dapat mengambil alih posisimu di hatiku, tidak hendak sempat terdapat. kau satu dan juga tidak hendak sempat terganti dengan laki - laki hebat mana juga, dengan sekalipun dengan laki - laki yang telah membuatku jatuh hati buat yang kedua kalinya.

ajarkan saya tentang makna suatu perjuangan dalam hidup, ajarkan saya tentang suatu keikhlasan buat keluarga tanpa mengharapkan imbalan apa juga. ajarkan saya trik menyayangi seorang dengan penuh ketulusan, penuh canda dan tawa. dan juga ajarkan saya trik menyembunyikan kaluh kesah dan permasalahan supaya senyum - senyum itu senantiasa merekah. ajarkan saya. ( baca pula : dengan seorang diri bisa jadi jalanmu hendak lebih kilat, tetapi bila bersamaku bisa jadi hendak lebih jauh )

bila sesuatu hari nanti saya berangkat dari sisimu, berbarengan seseorang laki - laki lain yang dengan berani menghadapamu. yakinlah namamu senantiasa terdapat di hatiku, dan juga darah yang terdapat di dalam badan ini merupakan milikmu. jangan sempat bapak menyembunyikan kerasa rindu, karna sehebat apa juga bapak menyembunyikannya. saya senantiasa dapat merasakannya, dan juga terdapat waktunya saya kembali ke rumah yang dahulu sempat mengukir cerita antara saya dan juga bapak berbarengan dengan keluarga yang saya miliki.



(sumber: jomloo.com)

Jumat, 20 Mei 2016

Wanita Ini Menunjukkan Ketulusan Cinta Seorang Anak Kepada Ayahnya

buat terus dapat mengasihi seorang dengan kesabaran merupakan suatu yang sulit dicoba.
kasih sayang merupakan kerasa yang mencuat dari hati yang tulus buat menyayangi, mengasihi, dan membagikan kebahagian seluruhnya.

perasaan sayang hendak terjalin, bila kita kenali dekat dengan seorang. serupa dalam keluarga kasih sayang amat diperlukan, baik kasih sayang orang tua kepada anak maupun kebalikannya.

kata kasih sayang hendak tidak bermakna bila tidak diimbangi dengan perbuatan. serupa trik perempuan berbaju kuning yang satu ini, yang lagi menggendong bapaknya.

roda benar berbalik, bila dahulu si bapak kerap menggendongnya waktu kecil saat ini saatnya dia yang menggendong si bapak yang tidak sanggup berjalan karna usia.

begitu inspiratif triknya mengasihi si bapak paling utama buat kanak - kanak yang lebih memilah meninggalkan orang tua mereka di umur tua dan juga membiarkan teman mengasuh orang tua mereka.

dalam serangkaian photo berbarengan yang dibagikan ke media sosial facebook, perempuan ini nampak tulus melaksanakan aktivitas tersebut, dengan tersenyum lebar dikala lagi menggendong dan juga tuntas memandikan si bapak.




(sumber: cerminan.com)

SUDAHKAH ANDA MEMULIAKAN IBU YUK KETAHUI DENGAN TERSEDERHANA INI

kamu boleh aja terasa sudah memuliakan orang tua, paling utama bunda. tetapi, coba uji lewat sebagian persoalan berikut ini, benarkah kamu telah memuliakannya?

1. tempat tinggal aku berjauhan dengan bunda, hingga aku.. . .
a. teratur menelepon bunda, senantiasa menanyakan kabarnya dan juga berikan laporan tentang aku dan juga keluarga.
b. menelepon bunda ketika aku rindu, anak aku sakit, ataupun dikala aku memerlukan bantuannya.
c. menelepon bunda pada dikala idul fitri ataupun idul adha buat meminta maaf atas seluruh kesalahan aku.

2. dikala bunda sakit, aku.. .
a. tentu mengetahuinya dan berupaya menemani dan juga membikin bunda terasa aman.
b. tentu menjenguk bunda dan juga mengantarkan oleh - oleh kesukaannya.
c. menelepon bunda, memohon maaf karna tidak dapat menjenguknya dan juga berharap dia lekas pulih. aku percaya bunda tentu paham.

3. aku berubah komentar dengan bunda, hingga aku.. .
a. simaklah komentar bunda dahulu asal tidak berlawanan dengan akidah agama. aku percaya seluruh dapat dituntaskan dengan komunikasi yang baik.
b. mengerti jalur benak bunda, tetapi aku berhak atas hidup aku seorang diri.
c. teguh pada komentar aku karna era saat ini berubah dengan era bunda dahulu.

4. tiap aku bakal mengambil keputusan sangat berarti dalam hidup, aku.. .
a. senantiasa mengaitkan bunda. saran - saran dan juga doanya amat mempengaruhi pada hidup aku.
b. memohon saran - saran bunda karna dia pakar di bidang tersebut.
c. berikan ketahui bunda tentang keputusan yang telah aku buat.

5. bunda sudah tiada, aku.. .
a. senantiasa mendoakan dia masing - masing usai shalat dan juga berupaya jadi orang yang bertakwa.
b. senantiasa memandangi fotonya dan juga berharap dia terdapat di dekat aku. aku rindu senyumnya.
c. senantiasa berkunjung ke makamnya tiap jelang ramadhan.

hasil tes
jawaban a: kamu sudah berupaya semaksimal bisa jadi buat tetap memuliakan bunda. kerap kali kamu rela mengenyampingkan kemauan individu demi membahagiakan dan juga memuliakannya.

jawaban b: kamu mencintai dan juga menghormati bunda serupa kamu menyayangi diri seorang diri.

jawaban c: atensi dan juga perilaku kamu terhadap ibunda masih kurang, jauh dari perilaku memuliakannya. mumpung masih terdapat waktu, ayo tingkatkan atensi dan juga perlakukan ibunda dengan sikap - sikap yang memuliakannya.



(sumber: matatasbih.blogspot.co.id)

Kamis, 19 Mei 2016

Ibu, Usiamu Semakin Senja Namun Tak Sedikitpun Kujumpai Kelelahan Dalam Dirimu

“Bu, apa kabar? Semoga iman selalu tertanam di dalam dadamu. Semoga Islam selalu menjadi pegangan hidupmu, hingga Izrail menjemputmu. Semoga taqwa senantiasa mengiringi hari-harimu. Semoga ihsan senantiasa menemanimu, dimana dan kapanpun kau berada.”

“Bu, apakah kau sudah makan pagi ini? Menu apakah yang kau masak dan sediakan untuk dirimu dan adik-adikku? Ah, jika bicara makanan, aku pasti ingat akan dirimu. Karena kau adalah koki paling hebat di dunia ini. Sekalipun hanya bayam, bawang merah, bawang putih dan cabe, namun kau bisa menyulapnya menjadi makanan yang penuh cinta, full kasih, sarat sayang. Sehingga aromanya adalah nikmat, rasanyapun mantab. Tak ayal, sederhana yang nampak luar biasa. Dan kini, aku sungguh merindukan luar biasanya masakanmu itu.”

“Bu, apakah kau sudah sholat ?”

Kawan, aku malu jika menanyakan ini pada ibuku. Dulu, ketika aku masih kecil, beliaulah yang cerewet mengajakku untuk sholat. Dengan segala macam kesibukan yang beliau emban, beliau sempatkan mencariku yang tengah asyik dengan duniaku. Dengan cinta beliau menyapaku, “Mas, sudah sholat belum?” Beliau memanggil aku dengan bahasa cintanya, ”Mas”. Dan kini, aku bukan ingin mengguruinya dengan menanyakan sholatnya. Bukan itu, aku hanya ingin mengingatkannya. Karena aku tidak mau kita berbeda tempat di akhirat kelak. Inginku sederhana Bu, kita bersama menghuni surgaNya, Amin.. ya Rabb.

Bahkan beliau tak pernah menyerah untuk menanyai sholatku, padahal hampir setiap ditanya, bukan jawaban yang kuberikan, melainkan mirip bantahan, ”Ngapain nanya-nanya sholat segala?”, ucapku kesal. “Gak lihat sedang asyik main sama teman apa?” lanjutku kesal. Astaghfirullah.. Maafkan aku Bu, semoga Allah mengampuni semua khilafku padamu.

“Bu, Ibu sudah mandi?” Ingin sekali aku dimandikanmu, seperti dulu ketika aku kecil. Mandi bersamamu dengan air sayang, dicampur kehangatan kasih. Membersihkan setiap kotoran yang melekat ketika diri memang belum berdaya apa–apa. Pun, ketika diri ini sudah bisa berlari dan bermain, kau masih sering dimandikan olehmu. Tanganmu lembut sekali, belaianmu benar-benar menguatkanku.  Dengan sabar kau lakukan peran itu. Menggosok pelan tubuhku, membersihkannya dengan sepenuh jiwa, seperti kau memandikan dirimu sendiri. Bahkan, kau lebih bersih, lebih teliti dalam memandikanku, daripada ketika kau bersihkan dirimu sendiri. Dengan segenap batas, ijinkan aku untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kasihmu yang tiada terbalas.

“Bu, Ibu sedang apa sekarang ?”. Mudah-mudahan Allah melapangkan semua aktivitas kebaikanmu. Semoga Allah mencegahmu dari berbuat keburukan, sekecil apapun. Semoga, Allah menjadikan setiap lakumu adalah keberkahan, sehingga bisa mengantarkanmu dan kami (anak-anakmu) ke surgaNya kelak, Amiin. Jangan lupa ya Bu, iringi setiap langkah dengan dzikir, dengan munajat panjang untuk kami, anak-anakmu. Karena Allah tidak akan menolak doa kebaikan dari seorang Ibu kepada anaknya. Untuk yang kesekian kalinya, ijinkan aku mengucapkan, ”Jazakillah ahsanal jaza’ atas semua yang kau berikan kepada kami, termasuk doa-doa panjangmu, yang tak pernah putus demi kebaikan kami, anakmu”

Bu, aku tersinggung ketika kau bertanya demikian, ”Mas, nanti kalau Ibu sudah tua gimana? Ibu khawatir jika kalian akan meninggalkan Ibu sendirian.”   Hatimu sungguh halus, selembut sutra bahkan lebih lembut lagi. Jangan khawatir Bu, Allah pasti memudahkanku untuk merawatmu, sebagaimana kau merawatku dulu. Akan kuajak kau serumah denganku, dengan istriku, juga dengan cucu-cucumu nanti. Insya Allah, Allah pasti akan memudahkan terwujudnya niat baikku itu. Tak perlu kau risau, tak perlu kau ragu. Aku sudah berkomitmen untuk tidak menjadi seperti Malin Kundang yang durhaka pada ibunya. Aku hanya ingin seperti para sahabat Nabi yang membaktikan hidupnya untuk oran tua mereka. Karena kebaktian kepadamu, karena kedekatan hati denganmu, adalah sumber keberkahan di dunia ini, juga dia khirat kelak. Tentunya, selama kau tidak menyuruhku untuk melanggar aturan-aturan Allah.

“Bu, aku rindu padamu, sangat rindu sekali.” Walaupun kutahu, rinduku hanyalah seujung kuku jika dibanding dengan rindumu yang sepanjang masa. Tak terbatas oleh ruang dan waktu. Aku rindu senyummu. Aku rindu teduhnya wajamu. Aku rindu belaian tanganmu. Aku rindu pijitan cintamu. Aku rindu dekapanmu. Aku, rindu gurauanmu. Aku rindu kemanjaan di waktu tuamu. Aku rindu masakanmu. Aku rindu omelanmu. Aku, aku, aku, merindukan semua tentangmu. Karenamulah, aku belajar rindu. Semoga rindu ini akan berakhir di tempat terindah yang Allah sediakan kelak di surgaNya. Untuk anak dan orang tua yang saling merindukan Surga, pertemuan sejati dengan Allah. Aamiin ya Rabb.

“Bu, jikapun kami jauh dari fisikmu. Yakinlah! Bahwa diriku tengah mencoba mendekatkanmu dalam setiap jenak kehidupan. Dalam setiap doa bahkan desah nafasku. Dalam setiap langkah, aku akan selalu menyertakanmu. Karena Rasul pernah bersabda, Ridho Allah tergantung kepada Ridho orang tua. Murka Allah tergantung kepada murka orang tua. Maka dari itu, Ridhoilah anakmu ini agar Allah tidak memurkai diri yang banyak salah ini.”

“Bu, usiamu semakin senja. Namun, sedikitpun tak kujumpai kelelalahan dalam dirimu. Senyummu tambah merekah, tawamu tambah renyah, bincangmupun semakin sarat makna. Aku tak tahu, terbuat dari apakah dirimu, sehingga begitu tegarnya dalam mengahadapai karang kehidupan yang seringkali mengahantammu sesukanya. Ah, lagi-lagi aku lupa! Bahwa kau adalah manusia terbaik di dunia ini setelah Rasulullah. Bukankah Allah pernah berpesan bahwa Ibu berbanding tiga kali dengan Ayah? Maka, di senjanya usiamu yang kian bergairah, ijinkan kami untuk berbakti, sekali lagi, walaupun apa dadanya.”

“Bu, kini, aku tengah dewasa, sudah saatnya aku mencari menantu yang akan menjadikanmu sebagai Ibu. Aku akan taat dengan pilihanmu. Aku akan dengan senang hati menjadikan pilihanmu sebagai belahan jiwaku. Sebagaimana kau telah menjadikanku sebagai belahan hatimu. Oleh karena itu, kumohon, carikan aku wanita sholihah yang kelak bisa membantuku untuk mencintai Allah, Rasulullah juga mencintaimu setulus jiwa. Jika pilihanmu adalah seperti petunjuk Rasulullah, yang bagus gamanya. Maka, tak ada alasan bagiku untuk menolaknya. Aku akan menikahi pilihanmu itu. Namun, jika tak ada pilihan yang kau berikan, maka ijinkan aku untuk memilihnya sendiri, tentunya dengan persetujuanmu.”

Bu, jangan berhenti melantunkan doa cinta untuk kami. Agar kami bisa menggapai mimpi kami. Mimpi untuk membuatmu tersenyum di dunia ini juga dia akhirat kelak.

Ah, aku lupa!!

Kawan, apakah Ibumu sudah bertemu Allah?

Jika ‘Iya,’ maka belum terlambat. Masih ada waktu untuk berbakti padanya. Doakan dengan doa terkhusyu’ yang kau punya. Agar Allah mengumpulkanmu dan Ibumu di surgaNya. Lakukan pula sedekah, lalu hibahkan pahala untuknya. Karena Nabi mengajarkan hal itu. Lakukan pula haji dan niatkan untuk menghajikan Ibumu jika ternyata beliau belum sempat bertamu ke bumi Allah di Makkah. Lakukan pula amal sholih, terus menerus, agar beliau tersenyum melihat kegigihanmu di dunia ini. Jika Ibuku yang masih hidup saja sangat kurindukan, padahal bisa kutemui sewaktu-waktu, maka aku tidak bisa membayangkan betapa rindunya dirimu kepada Ibumu yang telah berada di negeri  yang sangat susah untuk sekedar kau temui atau untuk kau kecup keningnya. Tapi, yakinlah kawan! Bahwa kau akan menemuinya kelak di Surga. Amin.. Ya, Rabb.

Terakhir, untuk para calon Ibu, “Jadilah Ibu yang melahirkan pahlawan bagi agama Allah. Karena tidak ada balasan bagi para mujahid selain menang atau surga. Jangan biarkan dirimu dipersunting oleh orang yang tidak mau tahu tentang AgamaNya. Namun relakan dirimu, ketika ada orang yang dengan tulus akan mengajakmu meniti jalan cinta para pejuang, jalan cinta yang akan mengantarkanmu, pasanganmu dan keluargamu ke Surga yang sangat indah.”

Untuk para ibu dan calon ibu di seluruh dunia, kuucap syahdu penuh rindu, “Semoga Allah memudahkanmu untuk mendidik para Mujahid di jalan Allah. Semoga  Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu. Semoga Allah melindungimu, selamanya. Aku, mencintaimu karena Allah..”



(sumber: yangunik.com)

Rabu, 18 Mei 2016

YA ALLAH.. Jadikan Ibu Kami Sebagai Perempuan Ahli Surga. Aamiin Ya Rabbal'alamin...Silahkan SHARE/BAGIKAN...

Waktu engkau lahir ke dunia tali pusarmu di potong

Namun sisa tali pusar itu tetap ada di badanmu.

Supaya engkau senantiasa ingat dengan sosok wanita mengagumkan yang memberimu makanan melalui badannya. "

اَللَّهُمَّ اغ�'فِرَلِي�' وَلِوَالِدَىَّ وَٰر�'حَم�'هُمَا
كَمَارَبَّيَانِي�' صَغِي�'رًا

Allahummaghfir lii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayanii shaghiraa

Ya Allah, ampunilah saya serta ke-2 orangtuaku, serta sayangilah keduanya seperti keduanya menyayangi saya di saat kecil

''YA ALLAH..
menjadikan ibu kami sebagai wanita Pakar Surga. "

Aamiin ya Rabbal'alamin...

click SHARE/BAGIKAN apabila anda sayang Pada IBU..sertakan " Aamiin " dikolom komentar, mudah-mudahan Allah mengabulkan...



(sumber: media-masa.com)