Tampilkan postingan dengan label amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amerika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2016

Hamzah Alhabashy, Remaja Tampan Amerika Ini Memperoleh Gelar Hafiz Qur’an Terbaik

Subhanallah. Allah subhanahu wata’ala telah menjaga Al-Quran mulia dengan mengizinkan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya menjadi penghafal Al-Quran. Hal yang cukup mengejutkan adalah, ketika seorang remaja Amerika, Hamzah Alhabashy, 14 tahun, secara resmi menyabet gelar Hafiz Qur’an terbaik 2 Dubai International Holy Quran Award yang diadakan di Dubai 2015.

Hamzah berkompetisi pada malam pertama, bersama tujuh peserta lain yaitu Abdul Rahman Yasin Majeed Al-Habeeb – Irak, Abdoulazez Ahmad A Ghani – Qatar, Niyitunga Zaidi – Burundi, Soibahoudine Ahamada – Union Des Comores, Mohammed Fathie Abdulhalem Ja’afar – Filipina, dan Simadeddine Hazyoun – Belanda.

Adalah hal yang lazim apabila seorang penghafal tumbuh dari sebuah negara yang masyarakatnya memiliki tradisi dalam menghafal Al-Quran. Namun demikian, Hamzah Alhabashy, yang hidup di lingkungan mayoritas bukan pemeluk Agama Islam itu, telah mampu membuktikan diri menjadi seorang hafidz. Ia memiliki suara yang jernih dan merdu, serta sangat fasih saat melantunkan ayat-ayat Suci Al-Qur’an.

Sebelumnya Hamzah yang tercatat sebagai siswa Dar-us-Salaam Hifzh School Maryland ini, berkompetisi secara nasional pada ajang baca Quran di Chicago untuk memenangkan kesempatan mewakili Amerika Serikat di Dubai Kompetisi Internasional Quran 19. Guru dan komunitasnya yang turut mengikuti progressnya dari Amerika Serikat, meminta doa dari komunitas Muslim yang ada Amerika.

Kini Hamzah mulai dikenal banyak orang di dunia. Videonya pun ramai diperbincangan banyak netizen setelah diunggah di situs youtube dan banyak dishare ke ratusan akun fb.

Berikut video Hamzah Alhabashy saat membacakan Ayat – Ayat Suci Al-Qur’an, ketika mengikuti festival tahfid yang diadakan di Dubai. Semoga bisa menjadi manfaat dan pengajaran yang berharga buat kita semua. Amin.




(Sumber: oasemuslim.com)

Senin, 25 April 2016

ALLAHUAKBAR... Bukan Membela Arab Saudi, Namun Jawaban Dr Zakir Naik ini Bikin Amerika Kecut

Baru-baru ini, Kongres Amerika Serikat (AS) berencana menyetujui undang-undang yang memungkinkan mengadili Arab Saudi atas tuduhan terlibat dalam serangan 11 September 2001 yang meluluhlantakkan gedung WTC.

Pengadilan AS menyimpulkan, 15 dari 19 pelaku pembajak pesawat yang meluluhlantakkan gedung WTC berasal dari Arab Saudi. Buktinya, paspor mereka.

Bahkan, tak lama sejak serangan 11 September itu, beredar rumor bahwa 19 pelaku pembajak pesawat semuanya berasal dari Arab Saudi. Buktinya juga sama, paspor yang ditemukan di puing-puing pesawat tersebut.

Karena pelakunya adalah warga Arab Saudi, segera serangan itu dikaitkan dengan Islam dan populerlah istilah terorisme yang merujuk pada Islam.


Dr Zakir Naik, yang saat itu telah berkeliling ke sejumlah negara, menentang terorisme dikaitkan dengan Islam. Apalagi dengan dalih yang dipaksakan seperti ditemukannya paspor pelaku pembajak pesawat terbang.

Maka ketika ceramah di India dan negara Barat dengan disiarkan Peace TV, Dr Zakir Naik menjawab tuduhan-tuduhan itu.

“Mereka menemukan paspor orang Arab di dalam pesawat yang membakar kursinya, tapi tidak membakar paspor orang Arab. Jadi lain kali mereka harus membuat seragam tentara Amerika dengan bahan materi pembuat paspor itu,” kata Dr Zakir Naik.

Lebih jauh, Dr Zakir Naik mengutip 75 ilmuwan Amerika yang menyatakan bahwa pelaku pembajakan pesawat yang meluluhlantakkan WTC beragama Kristen. Seperti dirilis dalam film dokumenter Loose Change, mereka tidak mempercayai bahwa orang Arab bisa melakukannya. Sedangkan perancang gedung WTC tidak percaya bahan bakar pesawat bisa merusak gedung itu melainkan karena ledakan bom.

Dr Zakir Naik mengutuk serangan atas gedung WTC dan berbagai jenis pengeboman, namun ia juga mengutuk terbunuhnya ribuan orang tak bersalah di Afghanistan, Irak dan Palestina.

Dr Zakir Naik juga menyampaikan ceramah penuh dengan tema “Apakah terorisme adalah monopoli umat Islam”. Gara-gara ceramah-ceramah itulah, Dr Zakir Naik dilarang masuk Amerika Serikat dan dilarang masuk Inggris.



[Sumber: Ibnu K/Tarbiyah.net]