Tampilkan postingan dengan label bersyukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bersyukur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Hidupmu Jauh Lebih Baik Dari Banyak Orang, Maka Dari Itu Bersyukurlah !

bukan cuma dirimu yang mengidap.
banyak teman yang pula mengidap, terlebih lagi terdapat banyak orang yang hadapi penderitaan dan juga kesedihan yang jauh lebih berat darimu.
lihatlah orang lain
kau dapat makan, teman belum
tentu.
kau dapat memandang, teman bisa jadi tidak.
kau dapat tidur di kasur, teman tidur di emperan.
bandingkan dengan hidup kamu. syukurilah bahwa hidupmujauh lebih baik dari banyak orang.

banyak orang yang mau bertukar tempat denganmu.
bila kau ditimpa kemalangan, tentu senantiasa terdapat teman yang lebih malang darimu.
bila kau ditimpa kesedihan, tentu senantiasa terdapat teman yang lebih berkecil hati darimu.
bila kau ditimpa bencana yang menurutmu begitu berat, tentu terdapat teman yang hadapi bencana yang jauh lebih berat.
bila kau menawarkan bertukar tempat dengan mereka, pastilah banyak yang bersedia.

syukurilah kalau di balik kesedihanmu, kau masih dikasih banyak kelebihan dan juga kebahagian []




[sumber: reportaseterkini. net]

Senin, 16 Mei 2016

Lihatlah Kebawah Untuk Bersyukur dan Lihatlah Ke Atas Untuk Memacu Diri

Lihatlah orang-orang hidupnya kurang beruntung dibandingkan dirimu.
Buka hatimu. Ada banyak sekali orang yang hidupnya jauh lebih sulit, jauh lebih miskin, jauh lebih sedih, jauh lebih menderita dibandingkan dirimu.

Bersyukurlah kau mungkin masih bisa makan, masih bisa melihat , masih bisa berjalan,
masih punya rumah, bersyukurlah kau masih beriman. Lihatlah dan syukurilah keadaan dirimuu. Allah telah memberikan banyak sekali kebaikan dan kebahagiaan, tetapi kadang kau melewatkannya.


“Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena demikian itu lebih layak supaya kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah Ke Atas Untuk Memacu Diri

Kadang jika melihat yang diberi kelebihan rasanya iri. Ingin sekali seperti mereka. Jangan pernah membanding-bandingkan yang lebih beruntung. Kau boleh melihat kelebihan orang lain untuk memacumu agar lebih semangat dalam bekerja dan beribadah. Jangan melihat kelebihan orang dengan rasa iri dan berburuk sangka.

Rezeki Masing-Masing Sudah Di Tentukan Tuhan. []






(sumber: reportaseterkini.net)

Minggu, 15 Mei 2016

Hidupmu Jauh Lebih Baik Dari Banyak Orang, Maka Dari Itu Bersyukurlah !

 Bukan Hanya dirimu yang menderita.
Banyak orang lain yang juga menderita, bahkan ada banyak orang yang mengalami penderitaan dan kesedihan yang jauh lebih berat darimu.
Lihatlah Orang Lain
Kau bisa makan, orang lain belum
tentu.
Kau bisa melihat, orang lain mungkin tidak.
Kau bisa tidur di kasur, orang lain tidur di emperan.
Bandingkan dengan hidupmu. Syukurilah kalau hidupmujauh lebih baik dari banyak orang.

Banyak Orang Yang Ingin Bertukar Tempat Denganmu.
Jika kau ditimpa kemalangan, pasti selalu ada orang lain yang lebih malang darimu.
Jika kau ditimpa kesedihan, pasti selalu  ada orang lain yang lebih sedih darimu.
Jika kau ditimpa musibah yang menurutmu begitu berat, pasti ada orang lain yang mengalami musibah yang jauh lebih berat.
Jika kau menawarkan bertukar tempat dengan mereka, pastilah banyak yang bersedia.

Syukurilah bahwa di balik kesedihanmu, kau masih diberikan banyak kelebihan dan kebahagian




[sumber: reportaseterkini.net]

Sabtu, 02 Januari 2016

Kisah Nyata: Ibu yang Tak Bersyukur

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.  Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.

Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.

Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :

“Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan” Ibu itu kemudian menutup matanya.

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?”

Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi”.

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

“Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu”.

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

“Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya “Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi kekhawatiran buat ibu?”

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif”.

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada
di rumah.

***

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) .

Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi.
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.
9. Untuk bunyi alarm keras jam 4.30 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.
10. Untuk yang memposting status panjang dan ‘mengganggu’ ini artinya masih ada orang baik yang mau berbagi nasihat dan cinta kepada kita…

Sumber:http_www_pelangimuslim_com/berita/kisah-nyata-ibu-yang-tak-bersyukur.html

Sabtu, 31 Oktober 2015

Jadilah Orang yang Selalu Bersyukur

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah SWT. yang senantiasa melimpahkan berbagai karunia kepada seluruh makhluk-Nya. Segala nikmat Allah tiada pernah bisa terhitung sehebat apapun manusia berusaha untuk menghitungnya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad SAW.
Saudaraku, semoga kita menjadi ahli syukur. Mengapa? Karena bersyukur adalah ciri dari orang yang beriman. Sedangkan orang yang beriman sebagaimana pesan Rasulullah Saw., adalah orang yang ajaib karena dia orang yang tiada pernah rugi di dalam hidupnya.
Rasulullah SAW. bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Segala keadaan yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila ia mengalami kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan, apabila ia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Seperti perumpamaan satu biji benih yang tertimpa hujan, kemudian ia tumbuh dan semakin besar. Akarnya menghujam ke tanah, batangnya berdiri kokoh, rantingnya menjulang dan dedaunannya rimbun rindang menjadi tempat untuk berteduh berbagai makhluk. Atau, seperti anak sapi yang makan rumput, ia semakin besar dan menghasilkan susu yang bermanfaat bagi lebih banyak makhluk.
Maasyaa Allah! Demikianlah gambaran orang yang bersyukur itu. Allah SWT. akan melipatgandakan karunia baginya hingga pelipatgandaan yang tiada pernah terperkirakan sebelumnya.
Jadi, jangan takut tidak kebagian rezeki Allah, namun takutlah jika kita tidak bisa mensyukuri nikmat Allah. Syukur itu seperti tali yang mengikat nikmat yang sudah ada dan menarik berbagai nikmat lainnya yang belum ada. Allah SWT. berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrohim [14] : 7)
Oleh karena itu saudaraku, tak perlu sibuk memikirkan nikmat yang belum ada. Karena nikmat yang belum ada itu sudah janji Allah, akan Dia berikan kepada kita jikalau kita bersyukur kepada-Nya. Maka, sibuklah mensyukuri nikmat-Nya. Seperti ada lemari yang terkunci dan di dalamnya ada makanan yang enak yang kita inginkan, lantas apa yang akan kita sibukkan? Apakah memikirkan makanan itu atau memikirkan untuk mencari kuncinya? Tentu kita akan sibuk mencari kuncinya. Nah, syukur adalah kunci.
Allah mustahil inkar janji. Allah pasti memenuhi janji-Nya. Jikalau kita bersyukur, Allah akan lipatgandakan nikmat-Nya untuk kita. Semoga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.
Semoga Bermanfaat
sumber: smstauhiid.com