Tampilkan postingan dengan label dihina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dihina. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Luar Biasa...!!! Inilah Pahala Orang yang Dihina dan Dicaci..!! ((sharee ya))

Menghina orang yaitu satu perbuatan tercela, serta Allah tidak suka pada hal itu. Lantaran umumnya, orang yang suka mengejek serta mencaci maki orang lain yaitu mereka yang berlaku sombong.

Selain itu, mengejek yaitu perbuatan yang bisa menyakiti hati orang lain. Sedang Allah begitu membenci orang yang menyakiti orang lain, terutama yaitu orang yang menyakiti seseorang muslim.


Rasulullah SAW bersabda, " Mencaci orang Islam (Muslim) yaitu perbuatan fasiq serta membunuhnya yaitu perbuatan kufur. " HR. Muslim

Tetapi saat ini beberapa orang yang sama-sama mengejek keduanya, walau sebenarnya hal tersebut adalah perbuatan dosa. Serta dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka.

Sebaiknya, orang yang memperoleh hinaan atau cacian sebaiknya tidak lakukan balasan mencela orang yang mengejek dianya itu. Lantaran, waktu ada orang yang mengejek kita malah kita bakal memperoleh pahala.

Karenanya, kita tidak bisa bersedih jika ada seorang yang dengan berniat mengejek serta merendahkan kita. Lantaran, sesungguhnya orang itu tengah memberikan hadiah pada kita, yakni :

Ia tengah memberi kebaikannya (pahalanya) pada kita.

  " Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita peroleh.
Dengan kata lain, jika kita tengah dihina atau direndahkan orang lain, jadi Allah bakal memberi kita pahala jika kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata : " Bila saya bisa berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak saya ghibahi. Lantaran cuma mereka berdua yang paling berhak saya serahi kebaikanku ".

Salah seseorang salaf juga berkata : " Jika hingga padamu pengucapan dari saudaramu (berbentuk celaan) yang menyakitimu, jadi jangan sampai engkau kuatir. Kalau pengucapan itu benar, jadi itu yaitu hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Serta kalau pengucapan itu tidak benar, jadi itu bakal jadi pahala bagimu tanpa mesti berbuat baik. "

Sedang untuk orang yang menghina tersebut, jadi Allah telah mempersiapkan neraka serta siksa baginya. Lantaran mencela adalah satu perbuatan yang dzalim, Allah berfirman :

 " Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang lelaki merendahkan himpunan yang lain, bisa jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Serta jangan pula sekumpulan wanita merendahkan himpunan yang lain, bisa jadi yang direndahkan itu tambah baik. Serta jangan sampai sukai mencemooh dirimu sendiri serta janganlah memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan yaitu (panggilan) yang jelek setelah iman serta barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka tersebut beberapa orang yang zalim. " QS. Al-Hujarat ayat 11

Dan orang yang mencemooh itu yaitu orang yang tengah menanggung kebohongan serta dosa yang begitu besar, Allah sudah menyatakannya :

 " Serta orang-orang yang menyakiti beberapa orang yang mukmin serta mukminat tanpa kekeliruan yang mereka perbuat, jadi sebenarnya mereka sudah menanggung kebohongan serta dosa yang nyata. " QS. Al-Ahzab ayat 58

Untuk itu, janganlah suka mencela orang lain. Lantaran Allah tidak menyukainya serta mereka yang berbuat demikian akan memperoleh dosa yang begitu besar. Mudah-mudahan kita senantiasa dalam perlindungan Allah. Aamiin.


(sumber: kabar-terupdate.com)

Sabtu, 30 April 2016

Luar Biasa....!! Apakah Anda Sudah Tau..... Inilah Pahala Bagi Orang yang Dihina dan Dicaci..!!BANTU SHARE YA

 Menghina orang adalah sebuah perbuatan tercela, dan Allah tidak menyukai hal tersebut. Karena biasanya, orang yang suka menghina dan mencaci maki orang lain adalah mereka yang bersikap sombong.

Selain itu, menghina adalah perbuatan yang dapat menyakiti hati orang lain. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang menyakiti orang lain, terlebih adalah orang yang menyakiti seorang muslim.

Rasulullah SAW bersabda, "Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur." [HR. Muslim]

Namun sekarang ini banyak orang yang saling menghina satu sama lain, padahal hal tersebut adalah perbuatan dosa. Dan dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka.

Sebaiknya, orang yang mendapat hinaan atau cacian sebaiknya tidak melakukan balasan mencela
orang yang menghina dirinya itu. Karena, saat ada orang yang menghina kita justru kita akan mendapatkan pahala.

Untuk itu, kita tidak boleh bersedih apabila ada seseorang yang dengan sengaja menghina dan merendahkan kita. Karena, sebenarnya orang tersebut sedang memberikan hadiah kepada kita, yaitu:

Ia sedang memberikan kebaikannya (pahalanya) kepada kita.


inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita dapatkan.
Dengan kata lain, apabila kita sedang dihina atau direndahkan orang lain, maka Allah akan memberikan kita pahala apabila kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata: "Jika aku boleh berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak aku ghibahi. Karena hanya mereka berdua yang paling berhak aku serahi kebaikanku".

Salah seorang salaf juga berkata: "Apabila sampai kepadamu perkataan dari saudaramu (berupa celaan) yang menyakitimu, maka janganlah engkau risau. Seandainya perkataan itu benar, maka itu adalah hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Dan seandainya perkataan itu tidak benar, maka itu akan menjadi pahala bagimu tanpa harus berbuat baik."

Sedangkan bagi orang yang menghina tersebut, maka Allah sudah menyiapkan neraka dan siksa baginya. Karena mencela adalah sebuah perbuatan yang dzalim, Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [QS. Al-Hujarat ayat 11]

Dan orang yang mencela itu adalah orang yang sedang memikul kebohongan dan dosa yang sangat besar, Allah telah menegaskannya:

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." [QS. Al-Ahzab ayat 58]

Untuk itu, jangan suka mencela orang lain. Karena Allah tidak menyukainya dan mereka yang berbuat demikian akan mendapatkan dosa yang begitu besar. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin



(sumber: beritaokutimur.com)