Tampilkan postingan dengan label hafidz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hafidz. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

SUBHANALLAH…! Lima Bersaudara Cilik Asal Makassar Ini Hafidz Quran

 orang tua jelas menginginkan anaknya jadi anak yang baik dan juga taat, demikian pula yang di idamkan kamaluddin marsus dan juga laili tri lestari terhadap putra putrinya nanti. sampai - sampai seluruh upaya dikerjakannya buat menjadikan anaknya berbakti, paling utama kepada allah swt. salah satu jalannya dengan mengenalkan dan juga mengarahkan angkatan laut (AL) quran semenjak dini.
laili, si ibu menciptakan trik tertentu gimana ke 5 anaknya mempunyai kecintaan dan juga energi tarik terhadap al - quran semenjak dini, ialah dengan mendidiknya menghafalkan ayat - ayat quran dengan kinestetik ataupun gerakan badan yang disesuaikan terjemahan ayatnya.
alhamdulillah, 5 anaknya dari 6 bersaudara sanggup menghafalkan sebagian juz angkatan laut (AL) quran beserta terjemahannya di umurnya yang masih dini.
mereka masing masing muhammad kholil angkatan laut (AL) kamaly: 9 tahun, muhammad dzaky angkatan laut (AL) kamaly: 8 tahun, aidh habib angkatan laut (AL) kamaly: 7 tahun, kaisa aulia kamal: 6 tahun, zainul fikri angkatan laut (AL) kamaly: 5 tahun, dan juga sang bungsu ziyadul ghoits angkatan laut (AL) kamaly: 1 tahun.
kemudian
tata cara ini mulai digagas oleh laili semenjak tahun 2012 dan juga dinamainya tata cara ini secara formal pada tahun 2014 jadi tata cara kaisa, karna pada dikala itu salah satu anaknya, kaisa aulia kamal lolos di audisi hafidz quran yang tayang di stasiun televisi trans7 dan juga sukses memboyong juara 3 dan juga juara kesukaan pada tahun 2014.

lampaunya, laili cuma terapkan tata cara ini kepada anak anaknya aja, dan juga saat ini tata cara ini sudah disebarluaskan diberbagai kota di indonesia supaya memotivasi anak anak bangsa buat tetap menyayangi dan juga mendekatkan diri terhadap quran dengan pendekatan yang rileks nan mengasyikkan. sebagaimana yang diungkapakan kamaluddin, bapak dari para hafizh cilik ini.

“metode kaisa merupakan salah satu dari sekian banyak tata cara menghafalkan angkatan laut (AL) quran, tetapi kekuataan dari pada tata cara kaisa ini merupakan dengan pendekatan supaya anak anak jadi rileks dikala menghafal quran, dan juga senantiasa bersumber pada tajwid” kata ia.

saat ini, mereka sekeluarga sering kali keluar kota penuhi undangan seminar dan juga pelatihan buat memotivasi lebih banyak anak lagi yang jadi hafiz quran di indonesia. buat kota makassar seorang diri sudah lebih seribuan anak yang termotivasi dan juga belajar tata cara ini di rumah tadabbur quran yang tersebar di bermacam titik di kota makassar dibawah binaan lembaga ar - rahman quranic learning center (aql) cabang sulsel.






(sumber: reportasemuslim_com)

Sabtu, 02 Juli 2016

Singkirkan TV dari Rumah, Ibu ini Sukses Didik 10 Anaknya Hafal Al-Quran

siapa yang tidak mau mempunyai anak yang hafal alquran? tampaknya seluruh orangtua yang beragama islam mempunyai cita - cita tersebut. tetapi perihal tersebut benar tidak gampang, perlu kesabaran yang sangat besar dan juga konsistensi buat waktu yang lama. tetapi seperti itu yang dicoba wirianingsih beserta suaminya mutammimul ula, mereka berdua mendidik dari kecil anak - anaknya buat dekat dengan alquran.


perempuan kelahiran jakarta, 11 september 1962 ini, tidak hanya bagaikan bunda rumah tangga, pula seseorang dosen. dengan intensitas dan juga kesabarannya, wirianingsih dikasih kemudahan membikin 10 anaknya hafal alquran. siapa aja ke 10 anak tersebut? dilansir dari 10 bersaudara bintang alquran yang ditulis izzatul jannah dan juga irfan hidayatullah kesepuluh anak tersebut yakni:

anak kesatu, afzalurahman assalam yang hafal alquran pada umur 13 tahun. faris jihady hanifah bagaikan putra kedua yang hafal alquran pada umur 10 tahun. ada juga maryam qonitat anak ketiga hafal alquran semenjak umur 16 tahun. berikutnya scientia afifah taibah anak keempat yang hafal 29 juz semenjak sma. sebaliknya anak kelima yakni ahmad rasikh ilmi yang hafal 15 juz alquran dikala duduk di ma husnul khatimah, kuningan.

berikutnya anak keenam, ismail ghulam halim yang hafal 13 juz dan juga duduk di smait al - kahfi bogor. anak ketujuh ialah yusuf zaim hakim dia hafal 9 juz alquran dan juga duduk di smpit al - kahfi, bogor.
setelah itu muhammad syaihul basyir, putra kedelapan, lampaunya dia duduk di mts darul quran, bogor. dia sudah hafal alquran 30 juz pada dikala kelas 6 sd. 2 anak terakhir ialah, hadi sabila rosyad, lampaunya dia bersekolah di sdit al - hikmah, mampang, jakarta selatan dan juga hafal 2 juz alquran dan juga himmaty muyassarah bagaikan gadis terakhir dia hafal 2 juz alquran pada dikala duduk di sd.

kemudian apa sesungguhnya tata cara yang wirianingsih terapkan dalam mendidik anak - anaknya? kuncinya merupakan penyeimbang dan juga kesinambungan proses. walaupun kedua dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya padat jadwal, mereka telah menetapkan pola ikatan keluarga yang silih bertanggungjawab dan juga tidak berubah - ubah satu sama lain. selepas maghrib agenda mereka merupakan berhubungan dengan alquran dan juga tidak boleh terdapat jadwal lain, kecuali betul - betul suatu yang tidak dapat ditinggalkan.

terlebih lagi demi melindungi tradisi tersebut, wirianingsih rela menghilangkan tv dari rumahnya dan juga tidak terdapat perkataan kotor di area keluarga dan warga. " perihal yang cukup mendasar yang dipunyai keluarga ini sampai - sampai sanggup mendidik 10 bersaudara bintang alquran merupakan visi dan juga konsep yang jelas, " ucap izzatul dalam bukunya.

demi penuhi keinginannya mempunyai anak yang hafal alquran, wirianingsih beserta suami setuju bila usai subuh dan juga maghrib diperuntukan waktu spesial buat alquran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. sewaktu masih bayi, wirianingsih juga tidak berubah - ubah membaca alquran di dekat mereka, mengajarkannya, terlebih lagi mendirikan tpq di rumahnya.

" ketiga, mengomunikasikan tujuan dan juga membagikan hadiah. walaupun awal mulanya terasa terpaksa, tetapi dikala sudah besar mereka mengerti menghafal alquran bagaikan perihal yang amat butuh, berarti, terlebih lagi kebutuhan. komunikasi yang baik amat menunjang perihal ini. dan juga dikala kanak - kanak sanggup menghafal alquran, mereka diberi hadiah. barangkali semacam reward atas pencapaian mereka. menimpa punishment tidak dipaparkan secara rinci, " imbuh izzatul dalam bukunya yang diterbitkan sygma publishing pada januari 2010 itu.

nah, sehabis membaca cerita ini, kalian tertarik buat mendidik anak serupa yang dicoba wirianingsih dan juga suaminya? benar bukan perihal gampang, tetapi itu jelas bukan perihal mustahilkan? (brilio. net)




(sumber: yukbagi_com)

Senin, 11 April 2016

Subhanallah!! Maariya, Gadis Kecil Asal Inggris Yang Berhasil Hafalkan Quran 30 Juz Di Usia 7 Tahun

Perkenalkan Mariya dari Luton, Inggris yang telah menyempurnakan hafalan Quran di usia 7 tahun. Gadis kecil ini mulai menghafal Quran diawali dengan surat Yasin saat usianya 5 tahun.

Ketika itu ia menghafal surat Yasin dalam rangka amal penggalangan dana peduli Suriah. Tak lama setelah itu, Mariya menghafal juz 30 di madrasah lokal dekat tempat tinggalnya.

Ibunda Mariya adalah sosok pertama yang menyadari akan potensi anaknya. Ibu Mariya melihat bahwa anaknya termasuk tipe pembelajar cepat. Ia pun ingin Mariya menjadi hafidzah di usianya yang masih muda ini. Sayangnya, di Inggris tak ada sekolah yang bisa memenuhi harapannya tersebut. Akhirnya, ia putuskan untuk membimbing anaknya menjadi seorang hafidzah dengan kemampuan sendiri.

“Tidak mudah dan membutuhkan seluruh kesabaran yang ada. Saya sangat terharu, Allah memberi kesabaran yang demikian luar biasa sehingga kami bisa melewati semua ini,” ungkap ibunda Mariya.

Menghafal Quran diawali dengan surat Yasin saat usianya 5 tahun


Ibu dan anak masing-masing menerapkan disiplin dalam proses menghafal Quran. Dalam sehari dibutuhkan waktu 5 jam untuk menghafal ayat baru dan mengulangnya. Satu sesi sebelum Mariya berangkat sekolah, yaitu saat ia menghafal ayat baru. Sesi berikutnya yaitu sepulang sekolah yaitu Mariya mengulang hafalan sebelum berangkat sekolah tadi. Lalu yang terakhir adalah sesi ketika habis makan malam yaitu mengulang hafalan dan merevisi bila ada kesalahan.

Namanya anak-anak, untuk memotivasi Mariya, ibunya menyediakan hadiah yang bisa dipilih ketika satu juz telah dihafal. Mariya pun biasanya hanya memilih hadiah sederhana seperti, boneka, buku gambar atau makan di restoran.

Usaha mereka berdua tergenapi dalam dua tahun. Di usianya yang 7 tahun, Mariya telah menghafal seluruh ayat di dalam Al Quran. Masya Allah. Syukuran pun diadakan untuk merayakan pencapaian ini. Di acara tersebut, Mariya membacakan beberapa ayat Quran yang telah dikuasainya dengan baik.

Tak terkira bahagia dan bangga rasa hati ibunda Mariya. Ia berharap anaknya itu akan menjalani hidup sesuai dengan apa yang telah dipelajari dan dihafalnya yaitu Al Quran.

Sumber: HarianAcehIndonesia

Kamis, 07 April 2016

Masya Allah! Hafal Quran di Usia 70 Tahun, Tidakkah Kita Malu dengan Kakek Ini

“Usia seperti saya sudah sulit menghafal, berbeda dengan masa kuliah dulu,” mungkin kalimat ini pernah kita dengar. Atau bahkan kalimat ini adalah alasan kita saat dimotivasi untuk menghafal Al Quran.

Seorang kakek asal Jeddah sepatutnya membuat kita malu. Ya, kita sebut kakek karena usianya sudah 70 tahun.

Ia mulai menghafal Al Qur’an pada usia kepala enam. Usia yang jauh lebih tua dibandingkan kita yang kadang mengeluh dengan alasan di atas. Usia yang bagi sebagian orang sudah dilanda kepikunan. Usia yang bagi sebagian orang sudah bergulat dengan berkurangnya daya penglihatan. Usia yang bagi sebagian orang sudah mulai tak sempurna daya ucapnya.

Abdullah Muhammad Musa, namanya. Bukannya ia tak mengalami kesulitan saat menghafal Al Qur’an.

“Tentu saja aku mendapatkan kesulitan,” tuturnya seperti dikutip buku Negeri-Negeri Penghafal Quran, “terutama dalam masalah makharijul huruf dan tajwid.”

Namun kendala ini tidak mematahkan semangat Abdullah. Kepada Syaikh Abdullah Husain, Abdullah mulai menghafalkan Al Qur’an. Di bawah bimbingan hafiz berijazah di Masjid Raya Abdul Aziz itu, ia berhasil menghafal 10 juz Al Quran. Kendati usianya sudah tua, Abdullah bersemangat belajar menghafal Al Quran di masjid tersebut selama beberapa tahun. Bandingkan dengan kita yang masih muda namun malas ke masjid. Ke masjid hanya untuk shalat berjamaah, itu pun belum tentu lengkap lima waktu.

Berhasil menghafal 10 juz di Masjid Raya Abdul Aziz, Abdullah kemudian berpindah ke Masjid Shalah Karamah. Di Masjid ini, Abdullah hanya butuh waktu dua setengah tahun untuk dapat menyelesaikan hafalannya. Jadilah ia hafal 30 juz Al Quran di usianya yang ke-70.

Masya Allah... sungguh Allah telah memberinya anugerah setelah kesungguhannya bermujahadah. Meskipun awalnya ia memiliki kendala makharijul huruf dan tajwid, Allah memudahkannya menghafal keseluruhan firman-Nya dalam Al Qur’an. Bahkan yang ajaib, ia bisa menghafal 20 juz dalam dua setengah tahun.

Kita –khususnya saya- pantas malu jika tak memiliki semangat menghafal Al Quran. Usia masih muda, tak ada kendala mengeja dan melafalkan ayat-ayat Al Quran, namun masih juga banyak alasan. Astaghfirullah... 


[Muchlisin BK/Tarbiyah.net]