Tampilkan postingan dengan label istiqomah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istiqomah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2016

Subhanallah! Takut Kepada Allah Karena Lulus Nyogok, Polisi Aceh Ini Mundur dan Mulai Berdakwah!

Sungguh indah apabila Hidayah Allah SWT telah datang. Begitulah ungkapan seorang Joe Khana Al Ahmad, seorang mantan polisi Aceh yang berhenti dari pekerjaannya karena lolos tes dengan cara yang curang, nyogok.

Pekerjaan yang kita dapatkan dengan cara nyogok tidak akan membawa berkah dalam kehidupan kita, bahkan bisa menjadikan diri lalai kepada Allah serta jalan menuju kemaksiatan. (baca juga : Alhamdulillah, Artis Cantik Ini Mantap Berhijab)

Atas cinta Allah kepada saya, sehingga saya diberikan Hidayah dari pekerjaan yang saya peroleh dengan jalan tidak baik, dan kini Allah menyibukkan diri saya dengan urusan agama dan dakwah.


Alhamdulilah untuk hidayah yang manis ini " ucap pria yang kini berubah penampilan tersebut.

Suap Itu Tidak Bisa Dibenarkan.

Mengapa disini dibilang bahwa suap tidak baik ? Karena memang suap atau sogok bisa menghilangkan peluang seseorang yang memang berhak mendapatkan posisi itu. Tentu saja itu sangat merugikan mereka yang tidak mampu, namun begitu mudah dilakukan oleh orang yang punya harta untuk masuk meskipun sebenarnya dia tidak layak disitu.

Apa Itu Suap ?

Suap merupakan tindakan memberi uang atau imbalan kepada pegawai atau petugas agar dimudahkan dalam suatu urusan, contohnya : tes CPNS atau masuk sekolah unggulan.

Hukum Suap ?

Suap jelas HARAM !

Kenapa begitu ?

Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.[Al-Baqarah : 188]

Semoga saudara kita yang sudah diberi Hidayah tetap istiqomah dalam menjalani hidup yang baik dan benar... aminn.




(sumber: kabar-islami.com)

Rabu, 06 April 2016

Beristighfarlah

Semoga Allah menjaga kita dari banyak berdosa sehingga tak sempat beristighfar. Semoga kita dijadikan-Nya sibuk beristighfar dan tak sempat berbuat dosa.

Orang yang beristighfar itu membuat Allah bahagia melebihi bahagianya orang yang untanya kembali padanya setelah sebelumnya hilang di gurun. (HR Al Bukhari-Muslim). Yang beristighfar itu dicintai Allah (Qs. 2: 222). Orang yang bertaubat adalah kekasih kesayangan-Nya (HR Ibn Majah). Yang beristighfar itu diampuni khilafnya, dihapus kesalahannya, & disembuhkan dari dosanya seperti terobatinya penyakit. (Qatadah, RA). Yang beristighfar itu diampuni dosanya bagai selamatnya terpidana yang dimaafkan korbannya, dihapuskan bukti-buktinya, serta dipulihkan namanya.

Yang beristighfar selamat dari neraka seperti selamatnya puncak gunung dari gelapnya jurang dan selamatnya timur dari sentuhan barat. (HR An Nasa’i). Yang beristighfar mendapatkan balasan surga, di bawahnya mengalir sungai-sungai, dia kekal di dalamnya, sebaik-baik pahala amal. (QS 3: 135-136)

Yang beristighfar itu mengecewakan syaithan yang bersumpah dengan kemuliaan Allah untuk sesatkan manusia selama ruh di jasadnya. (HR Ahmad). Yang beristighfar membuat syaithan putus asa sebab segala jerih payahnya di dunia justru membuat si hamba termuliakan di surga. (Ali, RA). Istighfar meredam ‘adzab yang nyaris saja menimpa (Qs. 8: 33). Allah takkan mengilhamkan istighfar pada mereka yang hendak diadzab. (Ali, RA).

Sesiapa beristighfar menjadi gembira dalam setiap duka, merasa lapang dalam himpitan beban hidup, & datang rizqi dari arah yang tak terduga (HR Ahmad & Abu Dawud). Rizqi seseorang bisa tertahan oleh dosa-dosanya (HR Ahmad), pembukanya adalah istighfar, maka langit & bumi curahkan rizqi. (QS 71: 10-12)

Istighfar itu membersihkan hati, setelah dikeruhkan dosa yang bagai noktah hitam. (HR At Tirmidzi). Ketika hati kita bersih, suci pula pikiran dan perilaku kita. Seseorang DIANGKAT DERAJAT-nya di surga, lalu dia bertanya kepada Allah: “Mengapa derajatku terangkat?” Dijawab oleh Allah: “Karena #istighfar anakmu untukmu.” (HR Ahmad)

Istighfar adalah sunnah Nabi SAW yang beliau tekankan. Bahkan beliau terbiasa beristighfar setiap harinya sebanyak 70 dan 100 kali. (HR Al Bukhari). Mari kita ikuti sunnah beliau karena mengikuti sunnah itu mulia.

Yang beristighfar adalah sebaik-baik anak Adam yang semuanya melakukan kesalahan dan semulia-mulia hamba-Nya. (HR At Tirmidzi, Ibn Majah, Al Hakim). Istighfar adalah sifat dari hamba Allah yang sejati yang melekat dengan sifat sabar, benar, berketaatan, & dermawan. (QS 3: 15-17). Istighfar itu menyelamatkan dari sifat zhalim, sebab yang tak mau bertaubat pada hakikatnya telah menzalimi diri dan orang lain. (QS 7: 23, 49: 11). Istighfar itu mempermudah karunia KETURUNAN dan harta luar biasa berupa kebun produktif dan sungai pribadi yang mengalir. (QS 71: 10-12)

Istighfar itu mencegah paceklik kekeringan, mengundang hujan yang menyuburkan bumi, dan menguatkan negara serta bangsa. (QS 11: 52). Istighfar menghadirkan keberuntungan (QS 24: 31). ‘Aisyah berkata: beruntunglah yang catatan amalnya terisi banyak istighfar (HR Al Bukhari).

Istighfar itu menjadikan keburukan dan kejahatan dalam diri diganti Allah dengan tersemayamnya kebajikan (QS 25: 70). Istighfar itu menjaga iman si pendosa “..Selama dia bertaubat dan yakin tiada yang dapat mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang mukmin” (HR Ahmad). Istighfar mempertahankan keberadaan iman. Hasan Al Bashri berkata “Orang yang berdosa kemudian bertaubat, kemudian berdosa lagi, dan bertaubat lagi, begitu seterusnya, masih termasuk ciri-ciri seorang mukmin.”

sumber: lampuislam.blogspot.com

Jumat, 02 Oktober 2015

Kisah Pemuda yang Istiqomah Shalat Subuh

Kisah ini diceritakan oleh Khalid al-Jubair seorang dokter konsultan penyakit jantung di Riyadh sebagai berikut :

Suatu hari, aku mendapat giliran jaga. Tiba-tiba aku dipanggil ke ruang gawat darurat, di sana ada seorang pemuda berusia 16 – 17 tahun sedang menghadapi ‘sakaratul maut’.

Orang-orang yang datang bersamanya bercerita, “Dia sebelumnya sedang membaca Al-Qur’an di masjid menunggu iqamah shalat subuh. Ketika iqamah dikumandangkan, dia mengembalikan mushafnya ke tempat semula, lalu berdiri lurus dengan barisan. Tiba-tiba dia roboh pingsan dan kami membawanya ke sini.

Beberapa menit kemudian, aku kembali, aku melihat pemuda itu memegang tangan perawat, sedangkan perawat itu mendekatkan telinganya ke mulut sang pasien yang sedang berbisik kepadanya.

Beberapa saat kemudian pemuda itu melepaskan tangan sang perawat, kemudian mengucap, “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” (aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah).

Dia berulang kali membacanya sampai dia meninggalkan dunia yang fana’ ini dan perawat itu pun menangis.

Kami heran melihat dia menangis, karena ini bukan pertama kali dia melihat orang meninggal atau sekarat. Ketika dia agak tenang, kami bertanya, “Apa yang dibisikkan pemuda itu kepadamu dan kenapa kamu menangis..?”

Dia menjawab, “Dokter Khalid, ketika dia melihat Anda menyuruh saya untuk segera menanganinya serta Anda mondar-mandir, dia tahu bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab merawatnya, lalu dia memanggil saya dan berbisik, …

‘Katakan kepada dokter jantung itu, janganlah dia menyusahkan diri sebab aku ini sudah mati. Demi Allah, aku sungguh melihat bidadari dan aku melihat tempatku di surga.’ Kemudian dia melepaskan tangan saya.”

Alhamdulillah, cerita ini dikutip dari buku : “Kisah-Kisah Penggugah Jiwa” oleh : Abdurrahman Bakar

Sumber : lampuislam