Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2016

Allahu Akbar!!! Kisah Nyata,,,,,,,Ibu Lumpuh Ini Bisa Berjalan Kembali Setelah Berdoa di Depan Ka'bah

 Subhanaallah... seseorang jemaah haji asal Malaysia tidak menyangka, impiannya buat mampu berjalan berulang kesimpulannya terkabul berkat doanya di depan Kabah.

Bercerita tentang pengalaman uniknya itu, Fatimah Abd Latif, 60, berkata ia baru menyadari kakinya dapat bergerak berulang sehabis bangun tidur dan juga hendak bersiap menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi.

"Kemudian, aku berupaya bergerak namun cuma mampu bergerak 3 langkah saja. Namun, aku berupaya lagi bergerak dengan dorongan anak dan juga menantu buat menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi," kata Fatimah dilansir Dream dari halaman Mynewshub.cc, Sabtu 31 Oktober 2015.

Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT. karna tiap hari ia berdoa tercantum di depan Kabah, kaki kirinya kesimpulannya mampu bergerak dan juga sehat sampai dapat menunaikan ibadah salat Subuh.

"Allah memakbulkan doa aku dan juga kami sekeluarga terasa terharu dan juga bersyukur atas nikmat ini," katanya kala ditemui wartawan di lapangan terbang Internasional Kuala Lumpur (KLIA), belum lama ini.

Sebelum ini, Fatimah di nyatakan menderita stroke yang menyebabkan tubuhnya lumpuh sebelah kiri semenjak 5 tahun lalu.

Sehingga kala datang di Madinah dan juga setelah itu ke Makah, yang dilanjutkan dengan menunaikan wukuf di Arafah, Fatimah merupakan salah satu jemaah asal Malaysia yang memakai sofa roda. Pemuda ini beri Jawaban Yang hendak Mengejutkan Umat Islam...

Fatimah merupakan salah satu dari 455 jemaah haji yang datang terakhir di Malaysia dari Madinah memakai pesawat Malaysia Airlines MH8289 pada Rabu malam, kemarin. 



Sumber:
http_8intisari_blogspot_com/2016/03/allahu-akbar-kisah-nyata-ibu-lumpuh-ini.html

Selasa, 15 Maret 2016

Ukhti.. Gamisnya Itu Nyapu Jalanan Ya Apa Sah ya Kalau dipakai Sholat !

 “Mbak, ingin nyapu jalur ya? Itu lho gamisnya kepanjangan, hingga ke tanah.” “Sudah lebar, panjang pula. Apa ga kotor? bahwa kena najis di jalur gimana? Ga legal donk bahwa pakaiannya digunakan sholat.”

Ukhty, kerap mendengar pendapat semacam ini bukan? tetapi di sisi lain, kita temukan pula para perempuan yang masih menyepelehkan permasalahan menutup aurat. Kaki, penggalan badan perempuan yang sepatutnya ditutup malah ditampakkan.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan kepada Rasulullah, “Lalu gimana dengan baju seseorang perempuan wahai Rasulullah?” dia menjawab, “Hendaklah dia mengulurkannya satu jengkal,” Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkap ” Satu hasta aja dan juga jangan lebih dari itu,” jawab beliau. (HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih).

Lalu gimana mensterilkan ujung baju wanita? Bukankah dengan ukurannya yang panjang menjadikan baju tersebut besar kemungkinannya terserang najis di jalan?”.

Islam agama yang kamil (sempurna) dan juga syamil (lengkap) yang menarangkan tiap urusan secara detail, sampai - sampai kita hendak mengenali bermacam pemecahan dari kasus yang kita hadapi dan juga belum kita ketahui. Ini bagaikan wujud kemudahan Islam.

Dari seseorang bunda putra Ibrahim bin Abdurrahman bin
‘Auf kalau dia sempat bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, '‘Sesungguhnya. saya merupakan seseorang wanita yang biasa memanjangkan (ukuran) pakaianku dan juga (kadang - kadang) saya berjalan di tempat kotor?’.

Jawab Ummu Salamah, kalau Nabi sempat bersabda, “Tanah berikutnya jadi pembersihnya (HR. Ibnu Majah, Imam Malik dan juga Tirmidzi. Hadits shahih).

Imam Syafi’i menjelaskan, kalau syarat berlaku apabila najis yang diinjak merupakan najis yang kering sampai - sampai tidak terdapat najis yang menempel padanya. Maksudnya, najis tidak nampak jelas secara raga menempel pada baju (tanah telah menyucikannya). Apabila najis yang diinjak merupakan najis yang basah, hingga wajib senantiasa dibersihkan dengan air sampai bersih.

Lalu, penggalan mana yang wajib dibersihkan. Apakah cuma pada penggalan yang terserang najis aja ataukah segala pakaian?.

Ukhty, pada asalnya yang harus dibersihkan merupakan cuma pada penggalan yang terserang najis. Tidak wajib dicuci semua.

Jangan hingga timbul asumsi kalau perempuan muslimah merupakan wujud yang tidak paham dan juga tidak hirau permasalahan kebersihan. Bukankah perempuan pula yang mengurus sandang - papan untuk suami dan juga anak - anaknya. bila kita seorang diri tidak mengerti, kemudian gimana kondisi keluarga dan juga rumah kita nantinya? 


Sumber:
http_8intisari_blogspot_com/2016/02/ukhti-gamisnya-itu-nyapu-jalanan-ya-apa.html