Tampilkan postingan dengan label jamaah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jamaah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2016

SUBHANALLAH.. Meski Lumpuh, Tiga Pria Ini Tetap Laksanakan Shalat Berjamaah

melakukan shalat berjamaah jadi suatu kewajiban untuk para pria muslim. terlebih lagi karna berartinya shalat berjamaah, rasulullah juga bakal membakar rumah muslim yang enggan mengarah masjid.

sering - kali peringatan demi peringatan acapkali diabaikan terlebih lagi dilanggar. sebagian dari umat islam padat jadwal dengan rutinitasnya mencari duniawi, sedangkan yang yang lain benar enggan melakukan shalat. sementara itu patutlah kita malu kala memandang sebagian orang yang senantiasa melakukan shalat berjamaah walaupun keadaan fisiknya bukanlah sempurna.

saat ini tersebar photo di media sosial yang memperlihatkan gimana walaupun dalam keadaan yang cacat, seorang senantiasa melakukan kewajibannya. salah satunya merupakan photo yang memperlihatkan 3 orang laki - laki yang dalam keadaan lumpuh tetapi senantiasa menjajaki shalat berjamaah. nampak 2 orang memakai sofa roda, sedangkan satu lagi memakai penopang buat dapat shalat dalam posisi tengkurap.

tidak dikenal darimana photo tersebut berasal. tetapi yang tentu beberapa pendapat juga menampilkan kekaguman, kerasa haru dan juga kerasa malu dari para netizen. walaupun mempunyai keadaan yang tidak wajar, nyatanya perihal tersebut bukan jadi sebab buat enggan berangkat ke masjid dan juga melakukan shalat harus.

account rizki kurniawan berkata, “masha allah.. mereka mempunyai iman yang amat kokoh sampai - sampai buatnya ringan buat penuhi panggilannya. ”

“jika imannya sudah kokoh, halangan sebesar whatever tidak terdapat maksudnya.. pantas kita tiru semangatnya.. mudah - mudahan dapat. ” tulis account malaika

tidak hanya berbentuk kekaguman, diantara netizen juga berpendapat tentang kondisi kalangan muslim yang saat ini enggan melakukan shalat berjamaah.

“betapa banyak orang di luar situ yang menyibukkan diri dengan pekerjaan dan juga aktivitasnya sampai - sampai menghiraukan kumandang adzan. mereka terlena dengan kehidupan dunia dan juga melalaikan buat melakukan kewajiban bagaikan seseorang muslim. ” tutur account rahma

alangkah malunya diri seseorang muslim yang diberi keadaan raga yang wajar tetapi enggan bersyukur melalui beribadah dan juga mematuhi seruannya. hingga sudah sepantasnya kita buat lekas tersadar dan juga melakukan apa yang jadi kewajiban kita sepatutnya di wajah bumi ini.

mudah - mudahan allah mengangkut penyakit mereka dan juga membagikan kesembuhan atas pengorbanan mereka mematuhi seruan allah. aamiin

wallahu a’lam






(sumber: kabarmakkah.com)

Senin, 20 Juni 2016

Tak Punya Tangan dan Kaki, Menggelindingkan Badan Demi Shalat Jamaah

apa sebab kita tidak shalat jamaah? banyak. letih, letih, tidak lezat tubuh, padat jadwal, rumah jauh dari masjid, dan juga beribu sebab yang lain.

di antara alasan - alasan itu, sesungguhnya tidaklah penghalang dalam shalat berjamaah. bila bersungguh - sungguh, kebanyakan sebab itu dapat ditepis dengan gampang.

ayo belajar dari kerabat kita ini. dia tidak mempunyai tangan dan juga kaki. tentu karenanya dia tidak dapat berjalan. namun… keadaan raga yang jauh dari sempurna tersebut tidak menghalanginya buat shalat jamaah.

adam ibrahim menuturkan, kerabat kita ini umurnya 17 tahun. walaupun tidak memiliki tangan dan juga kaki, dia menggambarkan orang yang kokoh melakukan shalat jamaah di masjid, 5 waktu. “saat mencari shaf dia menggelindingkan tubuhnya karna tidak dapat berjalan. dan juga pada dikala shalat letaknya cuma dapat tiduran, ” tuturnya. “kini dia jadi santri ponpes darul quran karna mau menghafal angkatan laut (AL) qur’an. ”

masya allah… tidakkah kita malu pada kerabat kita ini? kita sehat, mempunyai raga yang lengkap, tetapi sering meninggalkan shalat jama’ah. menanggapi persoalan sahabat di dunia, kita dapat beralasan. tetapi gimana bila allah yang bertanya di yaumul hisab?

“capek ya allah”
“rumah jauh ya allah”
begitukah jawaban kita?

kemudian gimana bila allah mendatangkan orang - orang serupa kerabat kita ini. “ini saudaramu. dia tidak mempunyai tangan dan juga kaki. dia menggelindingkan tubuhnya demi memperoleh shaf depan dikala shalat jamaah. apakah dia tidak letih, tidak letih? ” apa jawaban kita?

ataupun allah mendatangkan orang serupa syaikh ahmad yasin. “ini saudaramu. dia lumpuh. tidak dapat menggerakkan tangan dan juga kaki. terlebih lagi tidak dapat menolehkan kepala dengan gampang. tetapi dia senantiasa shalat jamaah. ” kemudian apa jawaban kita?

sempat seseorang yang buta menghadap rasulullah. dia mengadukan kalau dia tidak mempunyai penuntun jalur buat mendampinginya ke masjid. hingga dia juga memohon keringanan buat tidak shalat jamaah di masjid, cuma shalat di rumah. rasulullah juga memberinya keringanan. tetapi dikala lelaki tersebut beranjak, rasulullah memanggilnya setelah itu bertanya. “apakah engkau mendengar adzan? ” pria buta itu menanggapi, ”ya”. lalu rasulullah bersabda, “penuhilah seruan (adzan) itu. ”

bila yang buta aja senantiasa diperintahkan buat shalat jamaah, betapa sepanjang ini kita yang fisiknya sempurna telah lalai dengan bermacam - macam sebab buat tidak mengarah masjid dikala adzan telah berkumandang.



(sumber: yukbagi.com)

Jumat, 03 Juni 2016

Pria Ini Tinggalkan Gaji 30 Juta dan Fasilitas Mewah demi Shalat Jamaah

pekerjaannya sudah mapan; accounting di suatu industri jepang di jakarta. gajinya pula amat menggiurkan; 30 juta per bulan. belum lagi beberapa sarana elegan yang dia terima.

tetapi, seluruh itu tidak membikin mifta senang. dia risau. karena di industri itu, dia tidak dapat shalat jamaah.

mifta juga memilah resign. dia tinggalkan pekerjaan mapan itu dan juga bergeser jadi sales motor. “asal dapat shalat jamaah, ” kata mifta.

3 bulan sudah mifta tidak lagi jadi orang kantoran. dia saat ini lebih kerap di luar. kulitnya yang semula putih bersih, saat ini mulai kecoklatan diterpa cahaya matahari dan juga debu jalanan. dia yang lazimnya berdasi saat ini ke mana - mana gunakan jaket kulit. karena dahulu dia memakai mobil dinas dan juga saat ini cuma motor kendaraannya. dan juga yang betul - betul dia kerasa jadi tes, 3 bulan ini belum sukses menjual satu motor juga.

hujan belum pula reda. serupa paham gerimis hati mifta sore itu. hingga di masjid tersebut, dia berlama - lama. tidak langsung kembali sehabis shalat jamaah, sembari menunggu hujan reda. walaupun agak galau karna keadaan finansialnya, terdapat seberkas damai dapat shalat berjamaah dan juga bermunajat padanya. terlebih di tengah hujan serupa ini, dikala allah mengabulkan doa - doa hambanya.

tidak jauh dari mifta, sejoli mata memperhatikannya. laki - laki paruh baya itu pula tidak langsung kembali sehabis shlat berjamaah.

“kerja di mana, mas? ” kata laki - laki itu sehabis berucap salam.

“saya nyales pak. dahulu sempat kerja di industri jepang, ” mifta menggambarkan identitasnya secara pendek.

“di penggalan apa dahulu waktu di industri? ”

“akuntan, pak”

“wah, jadi dapat mengerjakan kabar pajak pula? ”

“alhamdulillah, itu dahulu pekerjaan aku pak”

“kebetulan bahwa begitu. aku lagi pusing karna pajak aku lagi dipermasalahkan. dapat tidak mas menolong merapikan kabar pajak aku? ”

“insya allah, pak”

hari - hari selanjutnya, kurang lebih satu minggu mifta menolong menuntaskan kabar pajak laki - laki itu. dan juga sehabis kabar tuntas, laki - laki itu amat puas karna pajaknya tidak lagi dipermasalahkan. dia yang inginnya terancam denda sampai miliaran rupiah, saat ini tidak lagi bermasalah. bagaikan imbalannya, dia membagikan fee 100 juta kepada mifta.

menerima fee sebanyak itu, mifta tersungkur sujud syukur. dia tidak sempat menyangka.

“ya allah… saya meninggalkan pekerjaan itu demi shalat jamaah. saya pernah meringik dan juga kira - kira berburuk sangka kepadamu, nyatanya engkau mengumpulkan gajiku sepanjang 3 bulan dan juga memberikannya kepadaku saat ini, ” air mata kesyukuran juga jatuh ke bumi. [muchlisin bk/kisahikmah. com]

*diadaptasi dari cerita nyata sahabat ustadz dokter. muhammad arifin badri



 [sumber: kisahikmah.com]

Kamis, 26 Mei 2016

Subhanallah...Mantab bener Spanduk Ajakan Sholat ini. Yuk Share Agar Dipasang di Kota-Kota Lainnya

subhanallah.. . . begitu langsung menancap di hati spanduk ajakan buat melaksanakan shalat ini, amat cocok dan juga mengena buat siapapun yang membacanya, spesialnya yang kerap nangkring berjam jam di warung kopi ataupun santapan. mengerti kah kamu dimana spanduk ini dipasang?. . . . spanduk ini dipasang di dekat kuta alam, kota banda aceh.

kalimat yang pendek tetapi mengena ini amat memegang di hati pembacanya.. . . oleh karenanya sudah banyak gambar spanduk ini dibagikan para netizen di dunia maya.

ayooo kita share berbarengan sama supaya spanduk kreatif dan juga mengena ini dapat terpasang di kota kota yang lain.






(sumber: kabarhikmah.com)

Selasa, 03 Mei 2016

Sungguh Mencengangkan Anda Pasti Terkejut Kok Bisa Dua Orang Biksu Ikut Sholat Jamaah di Mesjid Dan Bikin Heboh Netizen Dunia Maya. [silahkan share]

Beberapa buah gambar menunjukkan dua orang Biksu tengah melakukan shalat berjamaah di satu masjid saat ini jadi viral di sosial media.

Diambil dari lamankongsi, menurut sumber yang disebarkan di beberapa blog dan page facebook menyampaikan gambar itu di ambil di sekitar Rantau Panjang, Kelantan.

Selepas peristiwa kebakaran besar pada Januari 2014 lantas, yang mengakibatkan semua bangunan musnah namun cuma surau yang masihlah utuh tak ikut dilahap api.

Kedua Biksu ini tampak masihlah komplit dengan baju kebesarannya, lembaran kain berwarna orange kecoklat-coklatan tampak masihlah terbalut melilit badan mereka.

Ada yang menyampaikan kedua orang Biksu ini tertarik memahami Islam, mereka coba pelajari Islam di Masjid seperti di dalam gambar.

Mungkin ada benarnya sangkaan itu karena satu photo di bawah menunjukkan seakan-akan seseorang guru agama tengah mengajar sesuatu pada mereka berdua.

Dakwaan itu juga dikuatkan dengan gambar beberapa jamaah yang tampak seperti merelakan kedua Biksu ini turut shalat berjamaah.

Ada juga yang menyebutkan kalau, peristiwa ini terjadi di selatan Thailand.

Tetapi, status Biksu ini masih jadi pertanyaan, apakah mereka sudah masuk Islam atau tidak.

Belum terang di mana dan kapan bebrapa photo ini di ambil, namun di balik pertanyaan besar itu, bebrapa photo ini telah terlanjur membuat ramai para netizen didunia maya.

 

(sumber: duniapos.blogspot.co.id)

Kamis, 21 April 2016

MENGHARUKAN.! ===SUBHANALLAH,TAK PUNYA TANGAN DAN KAKI, MENGGELINDINGKAN BADAN DEMI SHALAT JAMAAH,JADI APA ALASAN KITA UNTUK MENINGGALKAN SHALAT.SHARE YA AGAR LEBIH BERMANFAAT

Apa alasan kita tidak shalat jamaah? Banyak. Lelah, capek, nggak enak badan, sibuk, rumah jauh dari masjid, dan beribu alasan lainnya.

Di antara alasan-alasan itu, sebenarnya bukanlah penghalang dalam shalat berjamaah. Jika bersungguh-sungguh, mayoritas alasan itu bisa ditepis dengan mudah.

Mari belajar dari saudara kita ini. Ia tidak memiliki tangan dan kaki. Tentu karenanya ia tidak bisa berjalan. Namun… kondisi fisik yang jauh dari sempurna tersebut tidak menghalanginya untuk shalat jamaah.

Adam Ibrahim menuturkan, saudara kita ini usianya 17 tahun. Meski tak punya tangan dan kaki, ia merupakan orang yang kuat melaksanakan shalat jamaah di masjid, lima waktu. “Saat mencari shaf ia menggelindingkan badannya karena tidak bisa berjalan. Dan pada saat shalat posisinya hanya bisa berbaring,” tuturnya. “Kini ia jadi santri ponpes Darul Quran karena ingin menghafal Al Qur’an.”

Masya Allah… tidakkah kita malu pada saudara kita ini? Kita sehat, memiliki fisik yang lengkap, namun kerap meninggalkan shalat jama’ah. Menjawab pertanyaan teman di dunia, kita bisa beralasan. Namun bagaimana jika Allah yang bertanya di yaumul hisab?

“Capek ya Allah”
“Rumah jauh ya Allah”
Begitukah jawaban kita?

Lalu bagaimana jika Allah mendatangkan orang-orang seperti saudara kita ini. “Ini saudaramu. Ia tidak memiliki tangan dan kaki. Ia menggelindingkan badannya demi mendapatkan shaf depan saat shalat jamaah. Apakah ia tidak capek, tidak lelah?” Apa jawaban kita?

Atau Allah mendatangkan orang seperti Syaikh Ahmad Yasin. “Ini saudaramu. Ia lumpuh. Tak bisa menggerakkan tangan dan kaki. Bahkan tak bisa menolehkan kepala dengan mudah. Namun ia tetap shalat jamaah.” Lalu apa jawaban kita?

Pernah seorang yang buta menghadap Rasulullah. Ia mengadukan bahwa ia tidak memiliki penuntun jalan untuk mendampinginya ke masjid. Maka ia pun meminta keringanan untuk tidak shalat jamaah di masjid, hanya shalat di rumah. Rasulullah pun memberinya keringanan. Namun saat lelaki tersebut beranjak, Rasulullah memanggilnya kemudian bertanya. “Apakah engkau mendengar adzan?” Laki-laki buta itu menjawab, ”Ya”. Lantas Rasulullah bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.”

Jika yang buta saja tetap diperintahkan untuk shalat jamaah, betapa selama ini kita yang fisiknya sempurna telah lalai dengan beragam alasan untuk tidak menuju masjid saat adzan telah berkumandang.



[Sumber: Muchlisin BK/Bersamadakwah]