Tampilkan postingan dengan label kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2016

Subhanallah.. Begini Cara Rasulullah Membangun Kemesraan Bersama Istrinya

Hari-hari yang dilalui dengan rutinitas terasa membosankan. Jadi suami istri perlu refreshing sejenak dengan bersenda gurau atau bermain bersama untuk membangun kemesraan. Tak jarang hubungan menjadi kering karena tak dibumbui dengan kata cinta dan senyum indah.


Agar hubungan menjadi mesra kembali, ajaklah istri bermain. Bermain tidak harus jauh-jauh ke pantai. Cukup di halaman rumah, bahkan di dalam rumah. Misalnya bermain badminton, tenis, atau tebak-tebakkan. Kegiatan tersebut cukup ampuh untuk membangun kemesraan. Dari
Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah saw : “ Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya “. (HR.Bukhari)

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi saw tertawa melihat tingkah keduanya. (HR.Nasai)

Umul mukminin Aisyah menceritakan :
Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu.
Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku, “ Kemarilah! Sekarang kita akan berlomba lari “. Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau “.
Beliau hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata, “ Inilah penebus kekalahan yang lalu “. (HR.Ahmad) 



[Sumber: reportaseterkini.net]

Selasa, 19 April 2016

Ibu Ini Masih Sempat Buat Kue Ulang Tahun Buat Sang Anak Sebelum Tiada

Kasih ibu memang tak tertandingi. Sembilan bulan ibu membawa kita kesana kemari. Sampai melahirkan dan membesarkan, apa saja sanggup dilakukan demi anak tersayang.

Dilansir Ohbulan.com, banyak orang tersentuh hatinya dengan kisah wanita ini di sebuah group masakan. Kisahnya mengenai ketabahan seorang ibu yang masih menyediakan kue ulang tahun buat anaknya.

Meskipun kesehatan sang ibu tidak lagi baik karena kanker payudara.

Lebih menyedihkan lagi, sang ibu tersebut telah 'pergi' meninggalkan keluarganya tersayang beberapa hari yang lalu.

Beberapa bulan lalu, mendiang sering berbagi foto - foto hasil kue yang dibuatnya di sebuah group masakan.

Kegigihan dan ketabahan yang ditunjukkan mendiang mengundang perhatian netizen . Rata-rata terkesan, malah mendoakan agar dirinya segera sembuh. Kanker payudara stadium 4 yang diderita mendiang sudah menyebar ke paru-paru sehingga terpaksa mengandalkan oksigen di rumah.

Namun, anggota group tersebut mendapatkan kabar berita yang sungguh menyedihkan dimana wanita tersebut sudah meninggal.

Ternyata kue tersebut adalah kue terakhir yang disediakan buat anak tercinta dan meninggalkan seribu satu kenangan.

Berikut beberapa komentar netizen:

Nori Othman
Air mataku mengalir jika melihat gambar ini, sayu hati ini bagaimana kasih seorang ibu membuat kue dan menghiasnya secantik mungkin demi anak tersayang... we love u mommy

Siti Norhazimah Manaf
Semoga cepat sembuh. Pengorbanan ibu menyentuh hatiku.

Hana Alie
Doa kami semoga cepat sembuh

Cici Oh Nafi
Semoga cpt sembuh

Bahkan setelah dirinya tiada, netizen turut berduka cita dengan kematiannya.

Madzrina Ahmad
Semoga keluarga mendiang diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

Nurul Hidayah
Sedihnya... mesti anaknya terharu nanti dan besar ingat balik, ibunya pernah buatkan kue ulang tahun walaupun sedang sakit.

Akma Zaidi
I remember her...punya semangat tinggi buat kue untuk anaknya... setidaknya dia telah meninggalkan memori terindah buat keluarganya.... terutama anaknya.



(Sumber: cintaislami.com)

Rabu, 13 April 2016

Papa, Tolong Kembalikan Tangan Ita, Ita Janji Tak Akan Nakal Lagi

Untuk beberapa orangtua yang anaknya rada nakal, janganlah dipukul yah. Tolong baca cerita nyata yang menyentuh hati ini, cerita mengenai Ita yang memohon papanya untuk kembalikan tangannya.

Sebagai orangtua kita layak menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati. Terutama pada anak-anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Mengajar dengan cara memukul tidaklah langkah terbaik.


Berikut narasi riil itu :
Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu tempat tinggal waktu mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, gadis kecil berusia tiga 1/2 th.. Sendirian di rumah, dia sering dilewatkan pembantunya yang ribet bekerja.
Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, maupun menuai bunga matahari, bunga kertas dsb di halaman rumahnya.

Satu hari dia lihat sebatang paku karat. Dia juga mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi lantaran lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak tampak. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya terlihat jelas. Apa lagi kanak-kanak ini juga bikin coretan sama seperti kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Sesudah sang anak mencoret penuh segi yang samping kanan dia beralih ke samping kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya ikuti imaginasinya. Momen itu jalan tanpa ada diakui si pembantu tempat tinggal.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya lihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini dapat senantiasa menjerit, “Kerjaan siapa ini? ” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu lari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih saksikan muka bengis tuannya.

Sekali lagi diserahkan pertanyaan keras kepadanya, dia senantiasa menyampaikan ‘Tak tahu…! ” “Kamu dirumah sepanjang seharian, apa saja yg kau lakukan? ” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, mendadak lari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg buat itu papa…. cantik kan! ” katanya sambil memeluk papanya inginkan bermanja seperti umum. Si bapak yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, selalu dipukulkannya berulang-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tidak paham apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekalian ketakutan. Senang memukul telapak tangan, si ayah memukul juga belakang tangan anaknya. Si ibu hanya mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa suka dengan hukuman yang dipakai. Pembantu tempat tinggal terbengong, tidak jelas harus berbuat apa? Si ayah cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan lalu tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke tempat tinggal dituruti si ibu, pembantu tempat tinggal menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Diliatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah.


Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia


ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terserang air. Si pembantu rumah lantas menidurkan anak kecil itu. Si bapak punya niat membiarkan anak itu tidur bersama-sama pembantu tempat tinggal.

Keesokkan harinya, ke-2 iris tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja! ” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menggunakan saat di kamar pembantu. Si bapak konon menginginkan mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si bapak tidak pernah menjenguk anaknya sebentar si ibu juga demikian namun sehari-hari kemukakan pertanyaan pada pembantu rumah. “Ita demam…” jawap pembantunya ringkas. ”Kasih minum obat penurun panas, ” jawab si ibu.

Terlebih dulu si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu tempat tinggal, dia tutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari ke empat, pembantu rumah menginformasikan tuannya kalau suhu badan Ita begitu panas. “Sore nantinya kita bawa ke klinik” kata majikannya itu.

Sampai waktunya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah 1 minggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan.. ” tuturnya yang mengusulkan agar ke-2 tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi telah sangat kronis.

“Tangannya sudah bernanah, untuk menyelamatkan nyawanya ke-2 tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.

Si bapak dan ibu seperti diserang halilintar mendengar kalimat itu. Terasa dunia berhenti berputar, tetapi apa yang dapat disebutkan. Si ibu meraung merangkul si anak.

Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar di tandatangani surat perjanjian pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran saksikan ke-2 tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka bapak dan ibunya. Lalu ke muka pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi saksikan mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bertemura dalam linangan air mata.

“Papa.. Mama… Ita tidak akan mengerjakannya lagi. Ita tidak mau dipukul bapak. Ita tidak mau jahat. Ita sayang bapak.. sayang ibu. ” katanya berulang-kali membikinkan si ibu tidak berhasil menahan rasa sedihnya.

“Ita juga sayang Kak Narti.. ” katanya lihat muka pembantu tempat tinggal, sekalian membikinkan gadis itu meraung histeris.

“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji akan tidak mengulanginya lagi! Bagaimana langkahnya Ita menginginkan makan kelak? Bagaimana Ita menginginkan bermain kelak? Ita janji tdk bakal mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-kali.

Terasanya copot jantung si ibu mendengar kalimat anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tidak ada manusia dapat menahannya.
Pelajaran bernilai buat beberapa orang-tua, anak nakal itu umum, apabila anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri dan janganlah tergantung pada pembantu yang pendidikannya lebih terbatas.
Penyesalan SELALU datang terlambat, jauhilah.

Sumber: http :// www. pusatberitaterupdate. com

Minggu, 10 April 2016

Seorang Ibu Bisa Merawat 10 Anak, Namun 10 Anak Belum Tentu Bisa Merawat Ibunya

Ibumu sarjana apa ?
Ibuku punya gelarnya MSi: Master Segala ilmu


Tak terbayang bukan, menjadi ibu yg baik itu hrs banyak belajar& terus belajar
Long life education

1. Ibu hrs belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya utk kebutuhan RT, tabungan serta menata pemasukan &pengeluaran yg seimbang

2. Ibu hrs belajar Tata Boga, chef, atau perhotelan,belajar mengatur masakan keluarga dgn kreatif supaya tdk bosan

3. Ibu hrs belajar keguruan. Ia hrs menguasai ilmu yg diajarkan di sekolah dasar agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dgn PR nya

4. Ibu hrs belajar Agama,karena ibu lah yg pertama kali mengenalkan anak pada
Allah,membangun akhlak yg luhur serta iman yg kokoh

5. Ibu hrs belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari

6. Ibu hrs belajar Farmasi, agar dpt memberi pertolongan awal pd keluarga yg sakit. sediakan obat2an ketika keadaan darurat

7. Ibu hrs belajar Keperawatan, krn beliaulah yg merawat anak/suami ketika sakit. Yg menyeka tubuhnya ketika tdk diperbolehkan mandi,mengganti kompres, Ibu adalah perawat yg handal

8. Ibu hrs belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk

9. Ibu hrs belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dgn baik menghadapi anak2 di setiap jenjang usia juga sebagai teman curhat suami yg terbaik ketika suami alami masalah.

Seandainya ibu harus kuliah dulu butuh berapa lama? Bisa jadi lebih dari 9 jurusan diatas.Luar biasa seorang ibu, dgn multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik & menemani annak2.
Sudah kah kita memberikan yg terbaik utk ibu kita?

Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan doa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku kecil. aamiin
“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat ibunya“ 


[Sumber: reportaseterkini_net]


Sabtu, 09 April 2016

KALAU ANDA SEMUA PUNYA HATI NURANI TOLONG DI BAGIKAN.!!!SUBHANALLAH INI LAH KISAH SEORANG ANAK TANPA LENGAN..YANG MERAWAT IBU NYA YANG SAKIT..

Cerita mengharukan sekalian menginspirasi ini datang dari Tiongkok, seorang pria bernama Chen Xingyin yang menyandang disabilitas (tak mempunyai lengan) tetaplah setia menjaga ibunya yang tua dan sakit. Foto foto berikut ini tunjukkan kegigihannya berjuang, berusaha, dan berikan kasih sayang pada Ibunya, cerita yang bikin haru di berbagai negara.

Silahkan dikaji semoga jadi pelajaran yang berguna untuk semua.
#1 Cerita Chen Xingyin ini baru barusan bikin netizen ramai, nyaris di tiap-tiap negara memperbincangkan kisahnya yang demikian mengharukan dan demikian memberikan inspirasi.



Dia alami seperti ini mulai dari berumur 7 th.

Chen yaitu putra bungsu dari saudara yang sejumlah enam orang. Ia telah menjaga ibunya yang sakit sejak th. 2014, dia juga seseorang petani miskin yang perlu berjuang menanam tanaman serta memanen untuk di mengkonsumsi atau di jual/

semuanya pekerjaan tempat tinggal dari memasak ia kerjakan sendirian, photo ini waktu menghidupkan bara api di tungkunya


Chen menanak nasi untuk ia sajikan untuk ibunya
dari masalah dapur sampai bertani ia kerjakan dengan penuh semangat demu kehidupannya serta yang terutama Ibunya

seringkali dia membawa beban berat hasil panen di pundaknya,

Chen senantiasa semangat dalam lakukan hidup yang berat ini, dia tak bisa putus harapan


kerjakan sehari-harinya, dari memanen hasil tani dia juga bikin bata "
beberapa hal yang dia kerjakan sehari-harinya, dari memanen hasil tani dia juga buat bata

Dia juga memotong sayuran untuk dimasak dengan memakai kakinya
ibunya yang berusia 88 th. yakni seorang yang divonis memikul derita bronchitis mulai sejak lima th. waktu itu.

bunya yang berumur 88 th. yaitu seseorang yang divonis menanggung derita bronchitis sejak lima th. waktu lalu.
Saat dia mengolah hasil panennya.

Waktu dia memproses hasil panennya.


“Setelah kematian ayah dan abang meninggalkan kami,


“Setelah kematian bapak serta abang meninggalkan kami, ibu juga makin tua serta pada akhirnya lumpuh beberapa waktu terakhir, saya tak patah semangat demikian sebaliknya bersukur lantaran masihlah bisa meneruskan kehidupan ini, ” demikian kata Xinyin.
ibu juga semakin tua dan selanjutnya lumpuh sekian waktu paling akhir, saya tidak patah semangat sebaliknya bersyukur karena masih tetap dapat melanjutkan kehidupan ini, ” sekian kata Xinyin.

Mudah-mudahan cerita ini memberi ide untuk kita semuanya. Janganlah gampang menyerah, janganlah gampang menyalahkan kondisi dihadapi, serta yang paling akhir. MARI LEBIH MENYAYANGI IBU KITA YANG MASIH ADA*like serta SEBARKAN KISAH INI.




Sumber: http_www_pusatberitaterpopuler99_com

Selasa, 05 April 2016

WAJIB TAU!! JANGAN USIR KUCING YANG MENDEKATI KAMU SAAT MAKAN, INI PENJELASANNYA TOLONG BANTU SEBARKAN YA..

Siapa yang tidak tahu Kucing, hewan lucu yang satu ini tentunya begitu disukai oleh banyak orang didunia.
Wajahnya yang lucu dan menggemaskan dan pembawaan yang pada umumnya manja, sejatinya yaitu daya tarik yang bikin manusia menyukai kucing.

Pada riwayatnya, Nabi Muhammad SAW juga memelihara kucing, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Walau tak memelihara kucing, beberapa kita mungkin saja pernah didatangi oleh kucing waktu melakukan aktivitas, semisalnya saat tengah makan. Beberapa salah satunya mungkin memberi makan, tetapi sebagian lagi malah mengusir kucing itu lantaran dikira mengganggu.
Bila alami keadaan ini, jangan buru-buru untuk mengusir hewan yang paling disayangi Nabi Muhammad SAW itu.

Berpikirlah sesaat kenapa kucing itu mendatangi Anda serta bukanlah orang lain yang juga tengah menyantap makanan sama? Tahukah Anda kalau kucing yang datang itu nyatanya membawa ‘pesan’ atau sinyal?
Tersebut 3 sinyal jika kucing datang pada kita serta bukanlah orang lain. Kehadiran kucing adalah tandanya kalau Allah SWT mengingatkan kita mengenai inti berikan.

Semuanya rejeki yang kita peroleh tidaklah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang semestinya kita mengeluarkan.

Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi.

Tanpa menunaikan hal tersebut, pasti kita sebagai umat Islam belum menggerakkan semuanya ketentuan harus yang
perluditegakkan.
Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita kalau karunia Allah yang kita terima harus juga dibagi dengan makhluk lain seperti kucing.
Berarti dalam makanan yang kita santap, nyatanya ada rejeki untuk kucing yang semestinya kita berikanlah.
Berikan makanan pada makhluk Allah termasuk juga kucing adalah satu kebaikan.
Sesuai sama firmannya, Allah bakal melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan yang lain.
Terutama jika kita memberi dengan ikhlas serta tak sangat terpaksa.
Bila berbuat baik pada manusia, seorang sering inginkan ada balasan sama dari orang lain.

Tapi tak sekian bila manusia berbuat baik pada kucing.
Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang telah kita berikanlah terhadapnya.
Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasa-rasanya berikan dengan penuh keikhlasan.
Aksi berikut yang semestinya dikerjakan manusia saat berikan suatu hal pada orang lain. Allah tengah memberi tahu jika kita tak berikan makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikanlah pada kita.

Rejeki itu luas bukanlah sekedar hanya duit, namun mencakup semuanya kehidupan.
Mudah-mudahan kita semuanya termasuk juga yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.


Sumber:
http_www_kabarterupdate_com/2016/03/jangan-usir-kucing-yang-mendekati-kamu.html