Tampilkan postingan dengan label laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2016

SUBHANALLAH... Api di Bawah Lautan, Bukti Kebenaran Al Quran dan Hadits

Api di Bawah Lautan, Bukti Kebenaran Al Qur’an dan Hadits

Alam semesta tidak hentinya menampakkan kekuasaan Allah dalam setiap detil keberadaannya. Bukti yang menguatkan bahwa manusia hanyalah seorang hamba yang lemah. Allah lah Sang Penguasa segala sesuatu di bumi. Semua terjadi sesuai kehendak-Nya, walau sering kali logika dan pengetahuan manusia sulit menjangkaunya.

Beberapa waktu lalu, seperti dilansir bringislam, terjadi sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava. Lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-ruah, ia tidak bisa memadamkan api. Allah SWT. berfirman:

“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (QS. Ath-Thur: 6).
Allah bersumpah dengan fenomena unik ini bahwa di dalam laut memang benarlah terdapat api.

Bahkan Nabi SAW juga pernah bersabda:
“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.” (HR Abu Dawud)

Ulasan Hadits Nabi
Hadits ini sangat sesuai dengan sumpah Allah SWT dalam Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah berfirman:
“Demi bukit (Sinai), dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (QS. Ath-Thur: 1-8)

Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?

Tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat.
Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT: “Dan apabila lautan dipanaskan” (QS. At-Takwir 6).

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.” Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

Meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera.

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas. Subhanallah…

Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.

Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam lapisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda:

“Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.”

Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir. Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahu oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm : 3-10).

Wallahu ‘alam.





(Sumber: yangunik.com)

Sabtu, 14 Mei 2016

Subhanallah, Foto Ini Membuktikan Kebenaran Surat Ar-Rahman

Jika Allah sudah berkehendak, maka apapun dapat terjadi, apalagi sdh tertulis di Al-Qur'an

Masya Alloh...

Foto ini membuktikan kebenaran Surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang
berbunyi:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Inilah foto tersebut, yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya.

Ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol. []




(sumber: reportaseterkini.net)

Jumat, 13 Mei 2016

Masya Allah! Menakjubkan, Ayo Intip Keindahan Sungai Di Bawah Air

Fakta bahwa sebenarnya sungai di bawah laut sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an ialah salah satu fakta yang sangat menakjubkan mengenai Al-Qur’an yang ternyata telah terbukti di kehidupan nyata.

Sungai di bawah laut sebenarnya terdengar mustahil bagi logika manusia. Namun pada kenyataannya, hal itu benar-benar ada di dunia ini. Sebelum ada peralatan canggih untuk menyelidiki hal itu, Al-Qur’an telah menuliskan secara terperinci mengenai adanya sungai di bawah tanah tersebut. 

Percampuran antara air asin dan air laut yang dapat terpisah secara alami merupakan salah satu bukti kebesaran Allah yang dapat dilihat oleh seluruh umat manusia. Kepada pencinta kumpulan misteri, berikut ini merupakan penjelasan yang lebih terperinci bahwa sungai di bawah laut sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Salah satu bukti dari keajaiban ini berawal dari penelitian seorang ilmuwan yang mengemukakan adanya air tawar di dalam air asin ketika sedang melakukan penyelaman. Pada awalnya, ilmuwan tersebut sama sekali tak percaya bahwa Ia sedang menemukan air tawar yang dapat terpisah dengan sendirinya di dalam lautan yang memiliki air asin. Namun ternyata hal itu benar adanya. Ketika diselami lebih dalam lagi, ternyata di dalam laut tersebut terdapat sungai yang memiliki air tawar. Meskipun hal ini berhasil membuat para ilmuwan takjub akan keajaibannya, namun ternyata ada sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai hal ini.
www.muslimjuara.org

Dalam Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi,


    (Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir) secara berdampingan (yang ini tawar lagi segar) sangat tawar lagi menyegarkan (dan yang lain asin lagi pahit) asin sekali sehingga rasanya pahit (dan Dia jadikan antara keduanya dinding) batas yang menyebabkan kedua air tersebut tidak membaur, antara yang satu dengan yang lainnya (dan batas yang menghalangi) yakni penghalang yang mencegah keduanya untuk bercampur.


Dalam ayat tersebut sudah cukup jelas dipaparkan bahwa sesungguhnya air tawar dan air asin dapat terpisah karena kehendak Allah SWT.

Terbentuk Dinding Yang Tak Tertembus


Ketika air tawar tersebut tidak tercampur dengan air asin di bawah kedalaman laut, logika manusia akan menyebutkan bahwa ada dinding yang dibuat di antara kedua sumber air tersebut. Namun ternyata dinding tersebut tak pernah dibuat oleh manusia. Kenyataannya ialah, ada semacam dinding alami yang ternyata tak tertembus dan membuat air tawar dan air laut itu menjadi tercampur.

Dinding tersebut telah diciptakan oleh Allah dan hal itu telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an.

Dalam Surat Ar-rahan ayat 19 – 21, tertulis bahwa,
Dari penjelasan tersebut maka telah terbukti bahwa sebelum ada manusia yang sanggup menyelami dasar samudera dan juga sebelum ada manusia yang memiliki peralatan untuk melakukan berbagai penelitian, Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa ada tempat di bumi yang memiliki pertemuan antara air tawar dan air asin, namun telah terdapat sebuah dinding alami yang tak dapat ditembus oleh apapun juga.  www.muslimjuara.org

Secara ilmiah, fenomena ini disebut dengan fenomena Hidrogen Sulfida yang berarti adanya pertemuan antara air asin dan air tawar namun tidak tercampur. Bahkan fenomena ini juga membuat air tawar yang berada di bawah laut tersebut memiliki bentuk yang mengalir layaknya sebuah sungai.

Apabila dipikir menggunakan logika manusia biasa, maka tak akan ada yang mampu menjelaskannya. Tetapi ketika Allah sudah berkehendak, maka apapun yang telah tertulis pasti akan terjadi seperti apa yang sudah dikehendakinya.

Sungai Air Tawar Yang Ditumbuhi Dedaunan www.muslimjuara.org

Tak hanya sekedar terpisah dari air asin secara alami, namun ada hal lain yang menakjubkan dari fenomena sungai air tawar yang terdapat di kedalaman laut. Namun, di sekitar tepian sungai air tawar tersebut, ternyata ditumbuhi berbagai dedaunan yang terdapat di sepanjang tepiannya.

Seperti layaknya sungai air tawar yang terdapat di daratan, berbagai jenis dedaunan tumbuh di sepanjang sungai air tawar tersebut da menambah keindahan sungai air tawar di bawah laut tersebut.

Hal tersebut juga tertulis di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa akan terdapat pertemuan antara air tawar dan air laut, dan hanya Allah SWT lah yang mampu membuat pembatas antara kedua jenis air tersebut.

Selama ini, air tawar dengan jumlah yang cukup sedikit itu tak mungkin dapat dipisahkan dari air asin dalam jumlah yang sangat banyak yang terdapat di sekitarnya. Meski terlihat mustahil, namun fenomena menakjubkan ini ternyata memang terdapat di dunia ini.

Telah sesuai seperti apa yang telah tertulis di dalam Al-Qur’an sehingga kumpulan misteri juga pasti akan mempercayai hal fenomena tersebut sebagai salah satu kebesaran Allah. Sungai di bawah laut sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an menjadi salah satu bukti kuat bahwa Allah menciptakan semesta yang penuh dengan misteri dan juga bukti akan kebesaranNYA.





(sumber: kumpulanmisteri.com)

Selasa, 10 Mei 2016

INILAH BUKTI KEBENARAN DARI SURAT AR-RAHMAN TENTANG DUA AIR LAUT YANG TIDAK BERCAMPUR. !!! TOLONG SEBARKAN YA.


Subhanallah, inilah foto dan video yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya. Saya sudah sering membaca ayat tersebut, tapi masih belum tahu di mana gerangan air laut yang tidak pernah bercampur itu.

Keajaiban Al-Quran tentang bukti dua air laut yang berbeda tapi tidak pernah bercampur ini membuktikan kebenaran dari surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang berbunyi:

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." (QS. Ar-Rahman: 19-20).

Ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan : 53).
Inilah video tersebut, yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya.


Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.


Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Lalu apakah air ini akan bercampur dengan air di Samudera Atlantik? Wallahualam..



(Sumber: rinaldimunir)

Kamis, 28 April 2016

Masya Allah! Menakjubkan, Begini Keindahan Sungai Di Bawah Air

Sungai di Dalam Laut, Bukti Kebenaran Al-Qur’an
Percayakah Anda adanya sungai di dalam laut? Tentu, kebanyakan orang berpikir itu adalah suatu hal yang tidak mungkin. Karena pada dasarnya sungai itu airnya tawar, sedangkan laut airnya asin. Jadi, apakah mungkin keduanya bisa ada dalam satu tempat, namun tak bercampur? Nah, inilah salah satu bukti kebesaran Allah SWT, yang telah Dia beritahukan dalam kitab suci umat Islam.

Jika kita lahir di zaman kuno, saat belum ada peralatan “Deep Sea Diving”, kita takkan pernah tahu jika di dalam laut ada sungai tawar yang sama mengalir tapi terpisah seperti ada dinding penghalang.

Mr. Jacques Yves Costeau, seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis, yang dikenal sebagai orang yang sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia, ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat nikmat rasanya karena tidak bercampur/ tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memusingkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.



Hingga akhirnya ia menemukan jawaban dari apa yang ia cari tersebut di salah seorang professor Muslim. Profesor itu teringat pada ayat al-Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.” Artinya, “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.”

Kemudian dibacakan surat al-Furqan ayat 53, “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Hal ini membuktikan kebenaran dari ayat al-Quran tentang janji Allah yang akan menampakkan keindahan ciptaannya. “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu,” (QS. Fushshilat: 53).

Subhanallah, lagi-lagi Allah telah menunjukkan kebenaran ciptaan-Nya kepada kita, selaku makhluk-Nya. Dan hal ini membuktikan kebenaran al-Quran bahwa apa yang terisi di dalamnya bukanlah karangan dari Nabi Muhammad SAW semata, tetapi mutlak dari Allah SWT. Masihkah kita meragukan akan hal itu? 




[sumber: rika/islampos/situsangkakala/ivandrio]

Rabu, 30 Maret 2016

ALLAHUAKBAR!! Ternyata Sungai Di Bawah Laut Sudah Dijelaskan Dalam Al-Qur’an

 dalil bahwa sebetulnya sungai dibawah laut sudah dipaparkan dalam Al - Qur’an merupakan satu diantara realitas yang begitu luar biasa menimpa Al - Qur’an yang tampaknya sudah mampu dibuktikan di kehidupan nyata.



Sungai dibawah laut sebetulnya terdengar mustahil buat logika manusia. namun sebenarnya, perihal semacam itu betul - betul terdapat didunia ini. Sebelumnya terdapat perlengkapan canggih buat menyelidiki perihal semacam itu, Al - Qur’an sudah menuliskan dengan trik terperinci tentang terdapat sungai dibawah tanah itu.

Percampuran pada air asin dan air laut yang dapat terpisah dengan trik alamiah merupakan satu diantara fakta kebesaran Allah yang dapat diliat oleh seluruh umat manusia. Pada pencinta kumpulan misteri, di dasar ini merupakan uraian yang lebih terperinci kalau sungai dibawah laut telah dipaparkan dalam Al - Qur’an.

Air Tawar Terpisah Dengan Air Asin





Satu diantara fakta dari keajaiban ini bermula dari studi seorang ilmuwan yang mengantarkan terdapat air tawar didalam air asin dikala lagi melaksanakan penyelaman. dini mulanya, ilmuwan itu sekalipun tidak yakin kalau dia lagi temukan air tawar yang dapat terpisah dengan sendirinya didalam lautan yang memiliki air asin. namun tampaknya perihal semacam itu benar ada. dikala diselami lebih dalam lagi, tampaknya didalam laut itu terdapat sungai yang mempunyai air tawar. walaupun perihal semacam ini sukses membikin sebagian ilmuwan takjub hendak keajaibannya, namun tampaknya terdapat satu ayat dalam Al - Qur’an yang mencerahkan tentang perihal semacam ini.

Dalam tulisan Al - Furqan ayat 53 yang berbunyi,
”Dan Dialah yang membiarkan 2 laut mengalir berdampingan, yang ini tawar dan fresh dan juga yang lain amat asin dan getir; dan juga ia menjadikan antara keduanya bilik dan barat yang tidak ditembus. ”.
Dalam ayat itu telah cukup jelas di uraikan bahwa sesungguhnya air tawar dan air asin dapat terpisah lantaran kehendak Allah SWT.
Terbentuk bilik Yang Tidak Tertembus

Saat air tawar itu tidak tercampur dengan air asin dibawah kedalaman laut, logika manusia hendak berkata bahwa terdapat bilik yang di buat diantara ke - 2 sumber air itu. namun tampaknya bilik itu tak


pernah di buat oleh manusia. sesungguhnya adalah, terdapat sejenis bilik alamiah yang tampaknya tidak tertembus dan buat air tawar dan air laut itu


jadi tercampur.





Dinding itu sudah di mengadakan oleh Allah dan perihal semacam itu sudah diterangkan didalam Al - Qur’an.

Dalam tulisan Ar - rahan ayat 19 – 21, tercatat bahwa,
Dari uraian itu jadi sudah
dapat dibuktikan bahwa sebelumnya terdapat manusia yang sanggup menyelami dasar samudera dan sebelumnya terdapat manusia yang memiliki perlengkapan buat jalani bermacam - macam riset, Al - Qur’an sudah mencerahkan bahwa terdapat tempat di bumi yang memiliki pertemuan pada air tawar dan air asin, namun sudah terdapat satu bilik alamiah yang tidak dapat ditembus oleh apa juga juga.

Dengan trik ilmiah, fenomena ini diartikan dengan fenomena Hidrogen Sulfida yang bermakna terdapat pertemuan pada air asin dan air tawar namun tidak tercampur. terlebih lagi pula fenomena ini mampu buat air tawar yang terdapat dibawah laut itu memiliki wujud yang mengalir serupa satu sungai.


Jika dipikir mengenakan logika manusia umum, jadi tidak hendak terdapat yang mampu menerangkannya. tetapi dikala Allah telah berkehendak, jadi apa juga yang sudah tercatat nyatanya hendak berlangsung serupa apa yang telah diinginkannya.

Sungai Air Tawar Yang Ditumbuhi Dedaunan

Tidak hanya terpisah dari air asin dengan trik alami, namun terdapat perihal lain yang luar biasa dari fenomena sungai air tawar yang terdapat di kedalaman laut. Tetapi, di sekitaran tepian sungai air tawar itu, tampaknya ditumbuhi bermacam - macam dedaunan yang terdapat di sepanjang tepiannya.

Layaknya serupa sungai air tawar yang terdapat di daratan, bermacam - macam type dedaunan berkembang di sepanjang sungai air tawar itu da berikan keelokan sungai air tawar dibawah laut itu.

Hal itu pula tercatat didalam Al - Qur’an yang berkata bahwa hendak terdapat pertemuan pada air tawar dan air laut, dan hanya Allah SWT lah yang mampu buat pembatas pada ke - 2 type air itu.

Sampai kini, air tawar dengan jumlah yang cukup sedikit itu tidak bisa jadi aja dapat dipisahkan dari air asin dalam jumlah yang begitu banyak yang terdapat di sekelilingnya. walaupun nampak tidak mungkin, namun fenomena luar biasa ini tampaknya memanglah terdapat didunia ini.

Sudah setimpal sama serupa apa yang sudah tercatat didalam Al - Qur’an sampai himpunan teka - teki tentu pula hendak meyakini perihal fenomena itu bagaikan satu diantara kebesaran Allah. Sungai dibawah laut telah diterangkan dalam Al - Qur’an jadi satu diantara fakta kokoh bahwa Allah membikin semesta yang penuh dengan teka - teki dan fakta hendak kebesaranNYA.
Sumber:
http_www_beritaterpercayaku_com/2016/03/allahuakbar - ternyata - sungai - di - bawah.html