Tampilkan postingan dengan label mahar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2016

Menikah Cuma Habis Rp 2 juta, Alasan Pasangan Ini Bikin Terenyuh

Ketulusan cinta seorang memang tidak bisa diukur dengan materi. Pelaminan yang megah dan gaun yang cantik, serta pesta pernikahan yang mewah tidak bisa menjadi alat ukur ketulusan dan kesetiaan cinta seseorang.

Sebab memang banyak pasangan pengantin tulus saling mencintai, meski pun pesta pernikahan mereka sederhana dan minim biaya. Selain faktor ketidaktersediaan, beberapa pasangan memang memilih mengadakan pesta menghalalkan satu sama lain itu dengan sederhana.

Kejadian seperti ini dilakukan oleh sepasang kekasih Muhammad Fadhil Isa dan Siti Norazlin Salim. Kedua mempelai yang saling mencintai ini melangsungkan pernikahannya dengan sangat sederhana.

Tanpa pelaminan mewah dan pesta yang meriah, kedua pasangan ini hanya melangsungkan akad nikahnya di masjid. Bahkan keluarga dan kerabat dekat yang hadir menyantap makan siang di sebuah warung makan sederhana.

Kedua mempelai ini menuturkan bahwa keduanya hanya menghabiskan sekitar Rp 2 juta untuk hari istimewanya tersebut. Uang Rp 300 ribu digunakan untuk mahar pernikahan, Rp 700 ribu untuk penghulu dan Rp 1 juta untuk makan bersama seluruh peserta yang hadir di rumah makan.

Fadhil mengaku memilih pesta pernikahan yang sederhana pada Oktober tahun lalu, bukan karena ia tak memiliki cukup uang, melainkan karena keduanya percaya bahwa keberkahan pengantin tidak terletak pada seberapa meriah pesta pernikahannya, sehingga keduanya memutuskan memanfaatkan uang simpanan sebagai bekal rumah tangga.

Pasangan pengantin asal Negeri Jiran ini bahkan menuturkan bahwa ia bisa saja mengadakan pesta yang meriah, namun ia merasa itu bukan inti dari pernikahannya.

Setelah setahun lamanya, Fadhil kembali menceritakan kisah pernikahannya tersebut pada Jumat (1/4) lalu. Ia hanya ingin berbagi kesederhanaan momen pernikahannya, melihat maraknya pemberitaan adanya pasangan pengantin yang gagal menikah hanya karena uang mahar yang kurang.

"Betul saya kawin dengan murah? Iya memang. Pernikahan kami berlangsung dengan biaya tak lebih dari 2 juta. Bahkan beberapa rekan saya yang menjadi fotografer dan panitia pembantu pengantin kami belikan nasi box KFC," ujar Fadhil sembari mengunggah foto pernikahannya setahun silam.



(sumber: brilio.net)

Rabu, 11 Mei 2016

Masya Allah! Pria Aceh Nikahi Gadis Suriah dengan Mahar Hafalan 500 Hadits Rasulullah..

Seorang pemuda Aceh bernama Munawar Juanan Raden, Staff KBRI Damaskus menikahi warga suriah Douha Muawiyah Kharraji, dengan mahar hafalan  500 hadits Rasulullah pada hari Selasa, tanggal 3 Mei 2016.  Resepsi dihadiri Duta Besar RI Damaskus, seluruh staf KBRI, para mahasiswa, keluarga dari masing-masing kedua mempelai, masyarakat Indonesia, sejumlah warga Suriah, sejumlah warga asing non-Suriah.


Mahar hafalan Hadits dan hafalan Alquran menjadi tren bagi generasi Muslim saat ini.
[via CAN Indonesia]





(sumber: tebarkanlah.com)

Selasa, 19 April 2016

Mengharukan! Mahar Pernikahan Pasangan ini Hanya Segelas Air Minum

Sebuah foto tentang pernikahan menjadi viral sejak akhir Maret 2016 silam. Foto yang menyebar lewat postingan di Facebook itu mengabarkan bahwa ada pasangan pernikahan dengan mahar segelas air putih.

Adalah Purwanto yang mengupload foto tersebut di akun Facebook miliknya. Foto tersebut diupload pada tanggal 24 Maret 2016 silam. Dalam keterangannya, Purwanto menuliskan nama dari kedua mempelai tersebut adalah Hari dan Rohani.

"Prnikhan hari & rohani dngn mahar segelas air minum. Langsung dminum mharnya... Semoga mnjdi kluarga yg bhgia," tulis Purwanto dalam akunnya.

Foto tersebut sudah dibagikan sebanyak 1500 kali hingga hari ini. Banyak sekali yang tertarik memberikan komentar. Kebanyakan menyebutkan bahwa itu adala Mahar yang unik. Namun ada juga beberapa yang memujinya, seperti Mashita Hayuni yang menyarankan banyak pasangan meniru Hari dan Rohani.

"Subhanallah....semoga banyak yg meniru... Karna sesungguhnya kebahagiaan bukan disaat mewah nya pesta pernikahan....Tapi setelah pernikahan," kometar Mashita.

Karena banyak yang menanyakan kebenarannya, Purwanto menjelaskan bahwa yang menikah merupakan penyuluh agama honorer. Pernikahan dilaksanakn di Masjid Alfalah kampung Pea Jambu hari Kamis tanggal 24 maret 2016.

Semoga Allah swt menyempurnakan kebahagiaan Hari dan Rohani dan menjadikan pernikahan mereka sebagai ibadah kepada-Nya. Amin.


(Sumber: cintaislami.com)

Jumat, 08 April 2016

Sabda Rasulullah : Nikahlah Kalian, Walau Hanya Bermaharkan Cincin Dari Besi

Dalam Islam, semakin ringan mahar seorang perempuan, maka perempuan tersebut makin tinggi derajatnya. Kenapa begitu? Karena mahar bukanlah alat untuk membeli perempuan, melainkan pemberian dari suami dengan keridhaan istrinya. Semakin seorang perempuan ridha untuk menerima mahar yang ringan dari suaminya, maka semakin tinggi derajatnya di mata Allah. Subhanallah.


Dalam riwayat Imam Bukhari dikatakan, pernah datang seorang wanita kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam, wanita itu berkata:

“Ya Rasulullah aku hadiahkan diriku untukmu”

Lalu, datanglah seorang sahabat Rasul dan berkata, “ya Rasulullah, nikahkan aku dengan perempuan itu.”

Rasulullah mendengar namun diam sebentar. Ia kemudian bertanya pada sahabatnya, “kau memiliki apa? Apakah
kamu memiliki harta ?”

“tidak ya Rasulullah, tidak punya harta” jawab sahabat itu.

“walau cincin dari besi..??”

“tidak punya ya Rasul”

“punya baju?”

“punya ya Rasul, tapi cuma ini yang kupunya, baju yang sedang kupakai, jika kujadikan sebagai mahar maka aku nanti tidak pakai baju” jawab sahabat tersebut.

Rasulullah saw diam sejenak lalu memandang kewanita itu.

“Apakah kau mau menikah dengannya?”

wanita itu menjawab, “Aku sudah hadiahkan diriku padamu ya Rasulullah, terserah engkau mau meletakkan aku dimana saja, mau di laut, mau melemparkan aku kemana, aku taat”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beralih pandangan ke pria itu.

“Apakah kau memiliki hapalan Alqur’an?” tanya Rasulullah saw lagi.

“Punya, ya Rasulullah” jawab pria itu

“Nah, kini kunikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar kau harus mengajari dia Al Qur’an, hafalannya beberapa ayat.”

Mereka akhirnya menikah, kemudian keluarga mereka dilimpahi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga mereka dilimpahi harta, kekayaan dan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Subhanallah. Semoga kita semua didekatkan pada pintu keberkahan. Aamiin.

Sumber : Dailymoslem_com

Selasa, 29 Maret 2016

Jangan Lupa Nonton Videonya...PARAH! Uang Mahar Nikah Kurang, Keluarga Kedua Mempelai Bentrok di Masjid

 tiap pernikahan, tentu mahar ataupun mas kawin jadi ketentuan legal dalam pernikahan, tetapi tidak terdapat batas besar nominal tertentu yang wajib dibayarkan bagaikan mas kawin, itu bergantung dari permintaan calon mempelai perempuan dan juga dalam agamapun juga pula melarang buat memberatkan pihak calon mempelai laki - laki.

Namun kayaknya perihal tersebut nampaknya ditatap berubah pihak keluarga mempelai perempuan yang kesimpulannya kandas menjalakan ikatan keluarga ini. tidak terima duit mahar ataupun mas kawin yang dikasih kurang, dampaknya pihak keluarga mempelai perempuan menghina dan juga memaki - maki calon mempelai pria. atmosfer juga jadi panas yang kesimpulannya berujung pada bentrokan antar keluarga kedua calon pengantin. Parahnya peristiwa tersebut berlangsung di dalam Masjid Jami Khadijah, tepi laut Dalam, Kuala Lumpur.
Kerusuhan antar keluarga pengantin di dalam Masjid

Kerusuhan antar keluarga pengantin di dalam Masjid [source]
Media lokal negara jiran, Kosmo mengatakan kalau peristiwa bentrok di dalam Masjid antar keluarga calon mempelai tersebut dipicu karna mempelai laki - laki kurang mengantarkan jumlah duit mas kawin serupa yang dimohon keluarga wanita. Sebelumnya, pihak mempelai perempuan memohon mahar sebanyak dekat Rp. 50 juta, tetapi dikala itu mempelai laki - laki cuma dapat membayar Rp. 25 juta, perihal ini disebabkan mempelai laki - laki cuma bekerja bagaikan petugas keamanan dengan honor Rp.5 juta/bulan, kesimpulannya pihak mempelai laki - laki memohon buat membayarnya dengan sisten cicil.

Akan namun pihak perempuan memohon duit tersebut dibayar secara angsuran ialah sebanyak Rp. 33 juta saat sebelum perkawinan dan juga sisanya Rp. 17 juta tersebut dibayarkan sehabis akad nikah usai. tetapi kala bakal melakukan akad, sebagian keluarga mempelai perempuan tidak sepakat dengan jumlah mahar ayng kurang tersebut sampai kesimpulannya terjalin percekcokan.

Tak mau permasalahan tersebut jadi panjang, keluarga mempelai priapun memilah buat lekas meninggalkan tempat akad saat sebelum kesimpulannya dipukul oleh sebagian keluarga mempelai perempuan dan juga berujung bentrok di dalam Masjid.

Salah seseorang saksi mata mata yang tidak ingin diucap namanya berkata ” Tidak sepakat dengan permintaan tersebut, pengantin laki - laki berbarengan keluarganya memutuskan buat meninggalkan kegiatan akad nikah saat sebelum kesimpulannya dipukul oleh salah seseorang anggota keluarga pengantin wanita.”

Suasana dalam Masjid juga jadi panas akibat aksi maki - memaki dan juga perkelahian antar anggota keluarga kedua pengantin. dikala itu mempelai laki - laki juga lekas menyelamatkan diri dikala kerusuhan itu terjadi. (rwt/b) 


Sumber:
http_www_sariwaran_com/akibat-uang-maha/

Kamis, 24 Maret 2016

PERHATIAN!! Pertimbangkan Ini Sebelum Serahkan Mahar Mahar Al Quran & Seperangkat Alat Sholat untuk Mempelai Wanita. INI PENJELASANYA..

 Dalam prosesi perkawinan di golongan mempelai muslim, lazimnya membagikan mahar dari mempelai laki - laki kepada pengantin perempuan berbentuk Alquran dan juga mukena buat salat.


Padahal, bagi meter Arief, petugas di tubuh Penasihatan Pembinaan dan juga Pelestarian pernikahan (BP4) Kota Banjarmasin, terdapat tanggung jawab tidak ringan untuk pengantin laki - laki yang membagikan mahar seperangkat perlengkapan solat ini.


“Dia wajib mengarahkan dan juga menuntun si istri buat membaca Alquran dan juga melangsungkan salat fardu yang wajib. minimun serupa itu,” ucap Arief kepada Bpost Online.

Lain halnya, bagi dia, si istri benar seseorang muslimah yang giat mengaji dan juga taat beribadah, sampai - sampai maksudnya mahar serupa ini buat membagikan dukungan.

“Kan tidak seluruh mempelai wanita itu muslimah yang taat. bahwa kondisinya demikian dan juga suami nantinya tidak hendak sanggup membimngin supaya istri giat mengaji dan juga taat beribadah, lebih baik mahar yang diserahkan barang lain saja,” ujarnya.