Tampilkan postingan dengan label masyAllah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masyAllah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2016

TERNYATA! 90% Muslim Sering Keliru Dengan Penggunaan Subhanallah Dan Masya Allah

Oleh: K. H. Muhammad Arifin Ilham

Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”. Ucapkan “Masya Allah” kalau kita merasa kagum. Ucapkan “Subhanallah” jika melihat keburukan.

Selama ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “Hal itu terjadi atas kehendak Allah”.

Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian).

Ucapan Masya Allah

Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, ‘Maasya Allah laa quwwata illa billah‘ (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39).

Ucapan Subhanallah

Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi)

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik.” (QS. 40-41).

Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta’ala. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya? Insyaa Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. 

Wallahu a’lam bish-shawab


Sumber : Arrahmah.com

Senin, 11 April 2016

Masyaallah!! Kisah Miris, Bocah 10 Tahun Jualan Cilok Demi ibu yang Sakit...

Biasanya sih usia 10 tahun anak anak SD sangat suka bermanin bersama teman temannya maupun dengan orangtuanya. Tapi lain halnya dengan dengan apa yang telah dirasaka oleh bocah 10 tahun ini.Bocah tersebut diketahui bernama Samsul (10), di usianya yang masih terbilang anak anak ia rela untuk berjualan cilok untuk menghidupi adik dan ibunya yang sedang sakit.

Sebagaimana terlihat dalam foto di atas seperti diposting netizen Ibnu Khajar di Facebok, Samsul tampak tengah memikul dagangan. Anak kelas 4 SD yang masih tinggal bersama ibunya di Desa Bawangan, RT 03 RW 08 Bumijawa, Kab Tegal, harus bekerja keras dengan cara berjualan cilok keliling untuk bisa menghidupi ibu dan adik-adiknya.Sungguh luar biasa adik kecil ini, tak ayal lagi saat beredar di media sosial banyak mendapat respon dan terharu atas perjuangan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa.
IN;">

Samsul mengorbankan masa kecilnya, dimana rekan-rekan lain belajar, les, bermain selepas sekolah. Samsul justru melakukan kegiatan pulang sekolah dengan jualan cilok

“Semoga Allah berkahkan rezekinya, kuatkan badannya dan tabahkan hatinya… agar kelak ia menjadi manusia terbaik pihihannya, aamiin.” kata netizen bernama Avi Cena Ndan Undang.

“keren,,,calon pemilik pabrik cilok,inshaallah.” kata Kisna Rasyid.Dan kita doakan saja yah Sahabat Passion semoga saja ibu Samsul segera diberikan kesehatan yah untuk menjalani kehidupan, terus semangat yah Samsul.



[Sumber: http_www_tribunnews9_com/]

Kamis, 31 Maret 2016

Mengejutkan! Ini yang Mendorong 3.466 Perempuan Inggris Masuk Islam, Masya Allah!

Jumlah mualaf di Inggris terus meningkat. Sebuah data mencengangkan menunjukkan alasan mengapa ribuan orang perempuan kulit putih berbondong-bondong masuk Islam.

Berdasarkan data Faith Matters, sebuah organisasi nirlaba bidang multi-keyakinan, 3.466 perempuan kulit putih Inggris masuk Islam pada tahun 2010.

"Mereka umumnya mengaku muak dengan imoralitas dan konsumerisme Inggris," demikian laporan itu seperti dikutip Republika.

Data yang dihimpun dari survei itu juga mengungkapkan, mayoritas mualaf merupakan perempuan kulit putih yang berusia 20 hingga 30 tahun. Jumlah mereka mencapai 70 persen dari 5.200 mualaf di Inggris yang masuk Islam pada tahun 2010.

Gelombang masuk Islam ini disebut oleh organisasi itu sebagai “Islamifikasi”. Mereka juga mengakui korversi ke dalam Islam itu bukanlah upaya merusak Barat tetapi perpindahan keyakinan orang-orang normal ke dalam Islam. Bahkan disebutkan pula sebuah hipotesa bahwa Islam lebih kompatibel dengan Inggris di masa kini.

Survei yang dilakukan Kevin Brice dari Universitas Swansea menunjukkan, gaya hidup Barat yang membuat banyak perempuan muda Inggris muak adalah kegemaran terhadap alkohol, mabuk-mabukan, permisif dalam soal seks, kurangnya moralitas dan budaya konsumerisme tak terkendali. Sedangkan Islam merupakan antitesa dari seluruh gaya hidup tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Sumber:
http_www_tarbiyah_net/2016/02/mengejutkan-ini-yang-mendorong-3466.html