Tampilkan postingan dengan label pacaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pacaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

Ini Hati Bukan Kantor Intelijen, Kalau Suka Lamar, Jangan Main Kode

 sesulit itukah mengutarakan kerasa suka dan juga meyakinkan kata cinta. sampai - sampai perlu bahasa isyarat buat menyampaikannya padaku. ataupun benar terdapat hati yang lagi kau jaga biar tidak terluka, dan juga berharap pesan hatimu dapat saya terima tanpa terdapat orang yang tau.



“ ini hati ” bukan kantor intelijen, bahwa suka lamar, jangan main kode


maaf ini hati, bukan kantor intelejen. bahwa suka lamar, jangan main kode. tiba langsung ke rumah dan juga temui bapak aku bila kalian betul - betul lelaki. jangan sembunyi terus di balik layar, dan juga memandang dari jauh gimana kabarku.

kau tau, senyumanmu membuatku sulit buat memejamkan mata di malam hari. apakah itu cuma sapaan biasa ataupun terdapat kerasa yang mau kau sampaikan padaku. kadangkala saya enggan buat berjumpa ataupun cuma sekadar berpapasan di jalur. karna sapaan yang menurutmu pendek, sebeneranya hendak terbawa hingga rumah dan juga membuatku senyum - senyum seorang diri.
terdapat apa dengan hati, mengapa amat gampang buat jatuh cinta. pada seseorang laki - laki yang belum tentu betul - betul menyimpan hati, bisa jadi cuma sekadar perihal biasa yang dirasa spesial menurutku. dasar hati, cuma dapat berharap bahwa seluruh prasangka baik itu betul - betul terjalin.

ini hati perempuan yang amat gampang buat terasa, walaupun cuma setitik senyum ataupun sebatas sorotan mata yang terencana kau tundukan sehabis silih pandang. kenapa hati ini amat senang, walaupun tidak terdapat kata yang terucap satu patah kata juga dikala kita berjumpa. ataupun bisa jadi diri ini sangat banyak berharap hendak suatu yang belum tentu jadi takdirku.

baca pula : saya mau menikah dengan lelaki, yang bila bersamanya allah dan juga surga merasa lebih dekat


hati bisa jadi hendak salah menterjemahkan bahasa kode yang kau bagikan. jadi bicaralah langsung bagaikan seseorang laki - laki. supaya hati ini tidak banyak berharap, dan juga saya menunggu kepada orang yang pas. supaya tidak terdapat yang tersakiti dengan sedikit salah faham, diakibatkan salah menterjemahkan makna. mari lah, ini cuma perempuan biasa yang hatinya amat gampang terluka dan juga menangis karna perihal sepele yang kau bagikan. jadi tolonglah kau fahami, itu juga bahwa kau berani.








(sumber: klikbagikan_com)

Sabtu, 02 Juli 2016

Baru Kenal Seminggu, Fariz Putuskan Menikah, Kamu Berani Nggak?

jodoh benar tidak terdapat yang ketahui datangnya dari mana. terdapat yang sudah menjalakan ikatan bertahun - tahun tiba - tiba berakhir begitu aja. terdapat pula yang baru kenalan sebagian waktu langsung klik. jodoh benar di tangan tuhan, tetapi benar pula bila usaha kita pula memastikan.


perihal inilah yang dialami oleh fariz ragil ramadhani (25) , pemuda yang awal mulanya menetap di manado bagaikan seseorang jurnalis ini memiliki cerita seru seputar jodoh. cerita ini diawali kala fariz iseng mendaftarkan diri dalam suatu web pencarian jodoh melalui web online dating.

bagi fariz, benar tidak gampang buat mendaftar di web tersebut. terdapat banyak sekali persoalan yang wajib dijawab, terdapat uji psikologinya pula. ia memerlukan waktu 3 hari buat menuntaskan tesnya.

" jadi benar sulit sih daftarnya, soalnya terdapat uji psikologinya pula. soalnya terdapat ratusan, jadi nanti emang guna dari persoalan ini itu buat menciptakan kriteria pendamping yang sesuai buat aku, " cerita fariz dilansir dari brilio. net

sebagian waktu sehabis mendaftar timbul satu wanita dalam daftarnya. tanpa banyak pikir, fariz langsung chattingan dengan wanita yang bernama puspita (29) tersebut. awal mulanya mereka memakai fitur chattingan yang disediakan setipe. com, tidak lama mereka setelah itu bertukar pin bb.

" awal mulanya chattingan melalui setipe. com tetapi terus tukeran pin bb. satu minggu sehabis ngobrol kesimpulannya aku putuskan buat ke surabaya, ke rumah ia. soalnya aku benar ingin sungguh - sungguh tidak main - main, " ungkap ia.

fariz juga ke surabaya berbarengan bapaknya yang kebetulan benar tengah mengunjunginya di manado. hingga di surabaya, bapak fariz kembali ke pasuruan karna benar keluarga besarnya di pasuruan. fariz seorang diri langsung mengarah ke rumah puspita di sidoarjo.

" waktu itu bulan puasa, aku turut berbuka puasa di rumahnya. habis itu aku langsung bilang ke dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bahwa aku ingin sungguh - sungguh melamar ia. dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya pula langsung sepakat, " cerah fariz.

fariz meyakinkan niatnya, ia kembali ke pasuruan dan juga memohon bapak dan juga keluarganya melamarkan puspita. satu minggu setelah itu prosesi lamaran juga dicoba. mereka menetapkan bertepatan pada 21 agustus 2015 bagaikan hari perkawinan mereka.

" kesimpulannya kami menikah bertepatan pada 21 agustus 2015. kadangkala masih tidak yakin aja beneran nikah, tetapi seluruh terjalin dan juga aku pula tidak ketahui mengapa percaya banget waktu itu, " cerah ia.

saat ini, istri fariz sudah berbadan dua 6 bulan. mereka tengah menunggu kelahiran balita kesatu mereka. namanya pula jodoh, yang satu di manado dan juga yang satu di sidoarjo juga ketemu di online dating dan juga langsung sesuai. [brilio. net]





(sumber: yukbagi_com)

Rabu, 25 Mei 2016

Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Yang Jomblo Ayo Merapat!

indahnya menikah tanpa pacaran, kala kembali kali kami mengantarkan perihal ini, terlebih lagi menuliskan novel tentang ini tidak sedikit di antara para anak muda, anak muda terlebih yang masih “jomblo” mengancam, bermacam - macam persoalan dan juga statment timbul sebagian antara lain serupa berikut :

“mungkinkah menikah tanpa pacaran di era saat ini? ”

“bagaimana ingin tahu seluruh watak calon pendamping kita bila tidak pacaran? ”

“akankah menikah tanpa pacaran hendak senang? ”

“bagaimana bila kita tidak menyayangi orang yang kita nikahi? ”

“menikah tanpa pacaran? , kayaknya sulit deh”

“menikah tanpa pacaran? , gimana triknya? ”

“memang mengapa gak boleh pacaran? ”

“apakah terdapat permasalahan dengan pacaran? ”

dan bermacam - macam lagi statment dan juga persoalan seragam yang intinya merupakan ragu, tidak yakin dan juga terasa mustahil dengan konsep indahnya menikah tanpa pacaran. untuk kamu yang bisa jadi pula terasa bimbang tentang perihal ini, in syaa allah pada tulisan kali ini kita hendak mengupas menikah tanpa pacaran.

mengapa tidak boleh pacaran?

benar tidak seluruh pacaran berujung pada perzinaan, tetapi seluruh perzinaan berawal dari pacaran (kecuali pelacuran) , jadi dapat kita simpulkan bahwa pacaran merupakan gerbang utamanya zina, melaksanakan kegiatan pacaran merupakan satu langkah mengarah kepada perzinaan, di awali dengan zina - zina kecil serupa zina hati kala mengingat pacar melebihi kita mengingat alla, zina mata kala berte. mu dan juga pandangan - pandangan yang menggetarkan hati dan syahwat, zina raga serupa tangan kala silih pegangan, kala berpelukan hingga dengan aktivitas - aktivitas zina yang lain sampai zina yang amat besar dan juga amat allah murkai.

“dan janganlah kamu mendekati zina; sebetulnya zina itu merupakan sesuatu perbuatan yang keji. dan juga sesuatu jalur yang kurang baik. ” (al - israa’: 32)

seluruhnya berawal dari hati, awal mulanya benar sekadar ketemu dan juga ngobrol biasa, sinambung berupaya silih pegang, benar tidak dirasa , tidak disangka tetapi ya begitulah syetan menggoda sampai kesimpulannya tergadailah kehormatan, yang tersisa cuma penyesalan.

ini dalah dasar utama mengapa pacaran tidak dibolehkan dalam islam karna isinya dari ilir hingga ke hulu maksiat, letih hati, letih benak dan juga berujung kekecewaan baik itu kala tergadai harga diri ataupun diputus dan juga ditinggal ataupun bisa jadi dikhianati cintanya, ya, intinya sama, bersama kecewa. sedangkan sekecil - kecilnya maksiat pacaran merupakan zina hati, mustahil kerasanya bila orang yang pacaran dapat terbebas dari zina yang satu ini, karna pacaranpun diawali karna keterpautan hati.

menikah tanpa pacaran? mungkinkah?

jawabannya merupakan amat bisa jadi sekali, terlebih lagi hendak jauh lebih indah, indah karna karena mengawali suatu jalinan rumah tangga dengan jalur yang allah dan juga rasulnya ridhoi, menikah tanpa pacaran benar tidak hendak menjamin pernikahanmu senang, sukses, langgeng, tidak sama - sekali. hendak namun dengan menikah tanpa pacaran kamu telah mengawali suatu perkawinan dengan trik yang allah ridhoi, bila diawali dengan jalur kebaikan in syaa allah akhirnyapun hendak baik. hendak namun sehabis menikah tanpa pacaran perkawinan hendak berjalan plong damai, tidak pastinya, karna menempuh rumah tangga, perlu ilmu lagi, perlu bekal hingga belajarlah buat menghadapinya.

kasus yang timbul kala mau menikah tanpa pacaran merupakan gimana kenali pendamping, tentu dengan menikah tanpa pacaran kita tidak dapat mengidentifikasi seluruh watak calon pendamping kita, lha emang dengan nikah melalui pacaran dapat tahu seluruh watak calon pendamping? , tidak harus pula kan?. nah ini yang butuh kita luruskan lagi, seluruh orang berkomentar bahwa menikah kita mesti tahu seluruh tentang calon pendamping kita, kami katakan ini tidak hendak dapat maksudnya mustahil, karna kenali pendamping itu merupakan proses yang panjang dan juga sejatinya proses kenali calon pendamping itu merupakan sehabis akad perkawinan, sehabis hidup berbarengan, seperti itu sejatinya proses pengenalan.

kemudian dini menikah gimana? , dini menikah tidak butuh kamu tau seluruh watak dan juga karakternya karna itupun mustahil dicoba, tetapi cukup tahu sebagaimana rasulullah mengarahkan kita :

“wanita lazimnya dinikahi karna 4 perihal: karna hartanya, karna perannya, karna parasnya dan juga karna agamanya. hingga hendaklah kalian seleksi perempuan yang bagus agamanya (keislamannya). bahwa tidak demikian, tentu kalian hendak merugi. ” (hr. bukhari - muslim)

iya begitulah rasulullah mengarahkan pada kita, dalam menikah kita cukup mengenali hartanya, perannya, parasnya dan juga karna agamanya. tetapi disini rasulullah menekankan supaya menikah karna agamanya. jadi perihal berarti dan juga utama yang butuh kita tahu merupakan agama calon pendamping kita, ketaatannya pada allah dan juga rasulnya, akhlaknya. kala kita sudah menikah dengan yang mempunyai keimanan dan juga ketakwaan hingga yakinlah orang yang menikah karna takwa pada allah tentu ia hendak melayani pendampingnya bagaikan wujud dari ketakwaannya melangsungkan perintah allah, ia menyayangi pendampingnya semata mengharap ridho allah. menerima kelebihan pendampingnya dan memenuhi ketiadaan pendampingnya, bersyukur atas seluruh kesempurnaannya dan juga bersabar menerima perihal yang belum sempurna, seperti itu sejatinya perkawinan silih menyempurnakan bukan silih menuntut kesempurnaan. yang mana perihal ini tentu cuma hendak dicapai dengan baiknya iman dan indahnya takwa pada allah swt.



(sumber : elmina-id.com)

Minggu, 22 Mei 2016

Kalau Penikahan Itu Sunnah Nabi Lantas Pacaran Itu Sunnah Siapa?

 hai sekaligus manusia, bertakwalah kepada tuhan - mu yang telah menghasilkan kalian dari diri yang satu, dan juga daripadanya allah menghasilkan isterinya; dan juga daripada keduanya allah memperkembang biakkan pria dan juga wanita yang banyak. dan juga bertakwalah kepada allah yang dengan (mempergunakan) nama - nya kalian silih memohon satu sama lain, dan juga (peliharalah) ikatan silaturrahim. sebetulnya allah senantiasa melindungi dan juga mengawasi kalian. [qs. an - nisaa’ : 1]


dan juga diantara isyarat kekuasaan - nya yakni ia menghasilkan untukmu isteri - isteri dari jenismu seorang diri, biar kalian condong dan juga terasa tenteram kepadanya, dan juga dijadikan - nya diantaramu kerasa kasih dan juga sayang. sebetulnya pada yang demikian itu betul - betul ada isyarat untuk kalangan yang berfikir. [qs. ar - ruum : 21]

dan juga sebetulnya kami telah mengutus sebagian rasul saat sebelum kalian dan juga kami membagikan kepada mereka isteri - isteri dan juga generasi. [qs. ar - ra’d : 38]

dan juga kawinkanlah orang - orang yang sendirian diantara kalian, dan juga orang - orang yang layak (berkawin) dari hamba - hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang wanita. bila mereka miskin allah hendak memampukan mereka dengan kurnia - nya. dan juga allah maha luas (pemberian - nya) lagi maha mengenali. [qs. an - nuur : 32]

dan juga orang - orang yang berdoa, “ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri - istri kami, dan juga generasi kami bagaikan penyenang hati kami, dan juga jadikanlah kami imam untuk orang - orang yang bertaqwa”. [qs. al - furqaan : 74]hadits rasulullah saw :

dari ibnu mas’ud, dia mengatakan : rasulullah saw bersabda, “hai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah sanggup menikah, hingga nikahlah, karna sebetulnya nikah itu lebih mampu menundukkan pemikiran dan juga lebih mampu melindungi kemaluan. dan juga barangsiapa yang belum sanggup, hingga hendaklah dia berpuasa, karna berpuasa itu menurutnya (jadi) pengekang syahwat”. [hr. jamaah]

dan juga sa’ad bin abu waqqash dia mengatakan, “rasulullah saw sempat melarang ‘utsman
bin madh’un membujang dan juga bahwa sekiranya rasulullah mengijinkannya tentu kami berkebiri”. [hr. ahmad, bukhari dan juga muslim]

dari anas bin malik ra, dia mengatakan : terdapat sekelompok orang tiba ke rumah istri - istri nabi saw, mereka menanyakan tentang ibadah nabi saw. sehabis mereka diberitahu, kemudian mereka terasa kalau amal mereka masih sedikit. kemudian mereka mengatakan, “dimana peran kita dari nabi saw, sebaliknya allah telah mengampuni dia dari dosa - dosa dia yang terdahulu dan juga yang kemudian”. seorang diantara mereka mengatakan, “adapun aku, sebetulnya aku hendak shalat malam terus”. yang lain mengatakan, “saya hendak puasa terus - menerus”. yang lain lagi mengatakan, “adapun aku hendak menghindari perempuan, aku tidak hendak kawin selamanya”. setelah itu rasulullah saw tiba kepada mereka dan juga bersabda, “apakah kamu yang tadi berkata demikian dan juga demikian ?. ketahuilah, demi allah, sebetulnya saya merupakan orang yang amat cemas kepada allah diantara kamu, dan juga orang yang amat bertaqwa kepada allah diantara kamu. sebaliknya saya berpuasa dan juga berbuka, shalat dan juga tidur, dan juga saya mengawini perempuan. hingga barangsiapa yang membenci sunnahku, tidaklah dari golonganku”. [hr. bukhari, dan juga lafadh ini menurutnya, muslim dan juga lainnya]

dan juga dari anas, bahwasanya terdapat sebagian shahabat nabi saw yang mengatakan, “aku tidak hendak kawin”. sebagian lagi mengatakan, “aku hendak shalat selalu dan juga tidak hendak tidur”. dan juga sebagian lagi mengatakan, “aku hendak berpuasa terus - menerus”. setelah itu perihal itu hingga kepada nabi saw, hingga dia bersabda, “bagaimanakah kondisi kalangan itu, mereka berkata demikian dan juga demikian ?. sementara itu saya berpuasa dan juga berbuka, shalat dan juga tidur, dan juga akupun mengawini perempuan. hingga barangsiapa yang tidak menggemari sunnahku, tidaklah dari golonganku”. [hr. ahmad, bukhari dan juga muslim]

dari qatadah dari hasan dari samurah, kalau sebetulnya nabi saw melarang membujang, dan juga qatadah membaca ayat, “dan sebetulnya kami telah mengutus sebagian rasul saat sebelum kalian dan juga kami membagikan kepada mereka isteri - isteri dan juga keturunan”. (ar - ra’d : 38). [hr. tirmidzi dan juga ibnu majah]

dari anas ra, bahwasanya rasulullah saw telah bersabda, “barangsiapa yang allah telah berikan rezqi kepadanya berbentuk istri yang shalihah, berarti allah telah menolongnya pada separo agamanya. hingga bertaqwalah kepada allah buat separo sisanya”. [hr. thabrani di dalam al - ausath, dan juga hakim. hakim mengatakan, “shahih sanadnya]



[sumber: reportaseterkini. net]

Kamis, 14 April 2016

Ternyata Berpacaran Itu Lebih Hina Dari PSK, Benarkah ?

Bagi kamu anak ABG di zaman sekarang, jangan sekali-sekali mau diajak berpacaran karena berpacaran itu jauh lebih hina dari pada p*lacur atau P*K.
Nah, agar kamu sadar, kamu harus baca tulisan dibawah ini yang berisi curhatan hati wanita yang bertaubat setelah berpacaran.

Nama pria yang aku cintai adalah Dani ( nama tokoh ), segala hal telah aku berikan kepada Dani, hingga keperawananku kuberikan secara GRATISS atas nama cinta.

Aku benar-benar mencintainya sehingga kesucianku rela aku berikan. Tapi, apa kurangnya diri ku ini sehingga Dani pergi meninggalkan aku dalam keadaan hamil 3 bulan. Tanpa rasa bersalah ia menyampakan aku begitu saja.

Tapi aku sadar, bukan salah Dani melakukan seperti ini, tetapi dari pacaran itu sendiri yang sudah bermasalah. Aku pun mulai berpikir jika sebaik apa pun aku dengan pacar, pasti aku akan terjebak dalam lembah yang hitam.

Betapa murahnya tubuhnya ku ini sehingga aku berikan secara GRATISS kepada pacar, sedangkan p*lacur masih memiliki tarif untuk pelayanan mereka. Bukankah ini adalah lebih hina dari pada p*lacur !

Sekarang aku bingung mau bagaimana, melaporkan pada orangtuaku pasti aku yang disalahkan. Melaporkan pada orangtua Dani, aku juga yang disalahkan karena sudah merusak hidup Dani. Melaporkan pada polisi, bagaimana Dani bisa dihukum sementara kami melakukannya atas suka sama suka. Melaporkan kepada Allah ? Sungguh malunya aku telah melanggar larangannya.

Aku ingin menggugurkan bayi ini, bukankah itu perbuatan binatang. Aku ingin menghancurkan diri ini untuk menjadi p*lacur, tapi itu lebih rusak. Aku bingung harus bagaimana sekarang.

Aku pun berandai jika waktu bisa ku putar, maka aku tidak ingin berpacaran. Tapi, kini hanya ada penyesalan yang harus aku tanggung sendiri.

Nah, buat kamu yang masih berpacaran, ada baiknya curhatan ini menjadi inspirasi kamu untuk tidak menyentuh yang namanya pacaran atau kamu akan menyesal kemudian.


Sumber: siraman_com

Minggu, 10 April 2016

Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Yang Jomblo Ayo Merapat!

Indahnya menikah tanpa pacaran, ketika berulang kali kami menyampaikan hal ini, bahkan menuliskan buku tentang ini tak sedikit di antara para remaja, anak muda terlebih yang masih “jomblo” mengecam, beragam pertanyaan dan pernyataan muncul beberapa diantaranya seperti berikut :

    “Mungkinkah menikah tanpa pacaran di zaman sekarang?”
    “Bagaimana mau kenal semua sifat calon pasangan kita jika tidak pacaran?”
    “Akankah menikah tanpa pacaran akan bahagia?”
    “Bagaimana jika kita tidak mencintai orang yang kita nikahi?”
    “Menikah tanpa pacaran?, kayaknya susah deh”
    “Menikah tanpa pacaran?, gimana caranya?”
    “Memang kenapa gak boleh pacaran?”
    “Apakah ada masalah dengan pacaran?”

Serta beragam lagi pernyataan dan pertanyaan serupa yang intinya adalah ragu, tidak percaya dan merasa mustahil dengan konsep indahnya menikah tanpa pacaran. Bagi anda yang mungkin juga merasa bingung tentang hal ini, in syaa Allah pada tulisan kali ini kita akan mengupas menikah tanpa pacaran.


Kenapa tidak boleh pacaran?

Benar tidak semua pacaran berujung pada perzinaan, tapi semua perzinaan berawal dari pacaran (kecuali prostitusi), jadi bisa kita simpulkan kalau pacaran adalah gerbang utamanya zina, melakukan aktivitas pacaran adalah satu langkah menuju kepada perzinaan, di awali dengan zina-zina kecil seperti zina hati ketika mengingat pacar melebihi kita mengingat Alla, zina mata ketika berte.mu dan pandangan-pandangan yang menggetarkan hati serta syahwat, zina fisik seperti tangan ketika saling pegangan, ketika berpelukan sampai dengan aktivitas-aktivitas zina lainnya hingga zina yang paling besar dan paling Allah murkai.

    “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Semuanya berawal dari hati, awalnya memang sekedar ketemu dan ngobrol biasa, berlanjut mencoba saling pegang, memang tidak dirasa , tidak disangka tapi ya begitulah syetan menggoda hingga akhirnya tergadailah kehormatan, yang tersisa hanya penyesalan.

Ini dalah dasar utama  kenapa pacaran tidak dibolehkan dalam islam karena isinya dari ilir sampai ke hulu maksiat, capek hati, capek pikiran dan berujung kekecewaan baik itu ketika tergadai harga diri atau diputus dan ditinggal atau mungkin dikhianati cintanya, ya, intinya sama, sama-sama kecewa. Sementara sekecil-kecilnya maksiat pacaran adalah zina hati, mustahil rasanya jika orang yang pacaran bisa terbebas dari zina yang satu ini, karena pacaranpun dimulai karena keterpautan hati.

Menikah tanpa pacaran? mungkinkah?

Jawabannya adalah sangat mungkin sekali, bahkan akan jauh lebih indah, indah karena sebab memulai sebuah jalinan rumah tangga dengan jalan yang Allah dan Rasulnya ridhoi, Menikah tanpa pacaran memang tidak akan menjamin pernikahanmu bahagia, sukses, langgeng, tidak sama-sekali. Akan tetapi dengan menikah tanpa pacaran anda telah memulai sebuah pernikahan dengan cara yang Allah ridhoi, jika dimulai dengan jalan kebaikan In syaa Allah akhirnyapun akan baik. Akan tetapi setelah menikah tanpa pacaran pernikahan akan berjalan plong damai, tidak tentunya, karena menjalani rumah tangga, butuh ilmu lagi, butuh bekal maka belajarlah untuk menghadapinya.

Permasalahan yang muncul ketika ingin menikah tanpa pacaran adalah bagaimana mengenal pasangan, tentu dengan menikah tanpa pacaran kita tidak bisa mengenali semua sifat calon pasangan kita, lha emang dengan nikah lewat pacaran bisa kenal semua sifat calon pasangan?, enggak juga kan?. Nah ini yang perlu kita luruskan lagi, semua orang berpendapat kalau menikah kita mesti kenal semua tentang calon pasangan kita, kami katakan ini tidak akan bisa artinya mustahil, karena mengenal pasangan itu adalah proses yang panjang dan sejatinya proses mengenal calon pasangan itu adalah setelah akad pernikahan, setelah hidup bersama, itulah sejatinya proses pengenalan.

Lalu awal menikah bagaimana?, awal menikah tak perlu anda tau semua sifat dan karakternya karena itupun mustahil dilakukan, tapi cukup kenal sebagaimana Rasulullah mengajarkan kita :

    “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”(HR. Bukhari-Muslim)

Iya begitulah Rasulullah mengajarkan pada kita, dalam menikah kita cukup mengetahui hartanya, kedudukannya, parasnya dan karena agamanya. Namun disini Rasulullah menekankan agar menikah karena agamanya. Jadi hal penting dan utama yang perlu kita ketahui adalah Agama calon pasangan kita, ketaatannya pada Allah dan Rasulnya, Akhlaknya. Ketika kita sudah menikah dengan yang memiliki keimanan dan ketakwaan maka yakinlah orang yang menikah karena takwa pada Allah tentu dia akan melayani pasangannya sebagai bentuk dari ketakwaannya menjalankan perintah Allah, dia mencintai pasangannya semata mengharap ridho Allah. Menerima kelebihan pasangannya serta melengkapi kekurangan pasangannya, bersyukur atas semua kesempurnaannya dan bersabar menerima hal-hal yang belum sempurna, itulah sejatinya pernikahan saling menyempurnakan bukan saling menuntut kesempurnaan. Yang mana hal ini tentu hanya akan dicapai dengan baiknya iman serta indahnya takwa pada Allah SWT.


[Sumber: elmina-id_com]

Kamis, 31 Maret 2016

Pacaran Kok Sampe 5 Tahun! Itu Pacaran Apa Kredit Sepeda Motor?

GUE paling jijik kalau ada yang curhat terus bilang, baru diputusin pacar padahal udah jadian selama lima tahun. Sumpah, itu curhat paling jorok yang pernah gue denger, rasanya gue mau muntah. Bayangin aja, itu pacaran apa kredit sepeda motor? Gue aja kredit sepeda motor kagak sampai lima tahun udah lunas, artinya sepeda motor gue udah jadi milik gue secara sah, lha itu pacaran kok sampai bertahun-tahun tapi berujung pada putus, itulah akibatnya pacaran lama-lama jadinya basi, terus dibuang deh. Kalau udah kayak gitu mau bilang apa, status juga masih belum ada ikatan, jadi kalaupun ‘dibuang’ mau diapain? Paling ya rasain. Lagian, elonya aja yang tolol mau aja dipacarin segitu lamanya, kalau udah kayak gitu baru nyesel kan?

Gue heran, ada yang bilang pacaran itu adalah proses saling mengenal satu sama lain. Hello… oon amat sih, asal elo tahu ya, banyak yang justru menyimpan kebohongan waktu pacaran, supaya terlihat hebat di mata elo, padahal nyatanya apa; Taik kucing! Bentuknya mirip cokelat, tapi siapa yang mau menjilat. Ya taik kucing sama yang namanya “Pacaran”, sudahlah mendekatkan diri pada zina kok ya masih aja dilakukan, parahnya kalau statusnya udah pacar maka berhak melakukan perbuatan sekehendak hatinya. Minta dibeliin ini dan itu, minta dianter jemput ke mana-mana, minta ditelepon tiap malam, minta disayang-sayang, dan segala macam permintaan lain.

Please deh, kebangetan amat sih oon-nya para pejantan dan betina yang berkotek-kotek cup-cup muaaach via telepon, lalu pejantannya jadi ojek, sedangkan betinanya duduk di belakang sambil pegangan pinggang hingga lengket seperti kena lem. Padahal ngakunya punya agama, masa kagak tahu kalau itu dosa. Itu beneran gila, atau pura-pura gila sih? Kalau pura-pura gila ngomong sama gue, biar gue bantu doain supaya beneran jadi gila, habisnya lebih bagus orang gila daripada orang pacaran, mau buktinya? Nih, ada sabda Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam :
Laporkan iklan?

(رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَالْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ، وَالصَّغِيْرِ حَتَّى يَبْلُغَ. (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُوْدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه

“Diangkat pena [tidak dicatat dosa dan Insya Allah berpeluang masuk surga] dari tiga orang:. Orang tidur hingga dia bangun, Orang gila hingga dia sadar, Anak-anak sampai ia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah).

Jadi, masih syukur gue ikhlas ngebantu doain elo semua yang pacaran semoga gila beneran, setidaknya ada harapan masuk surga, daripada elo ngejalani pacaran terus numpuk dosa, mulai zina mata, zina suara, zina pikiran, hingga zina kelamin bukankah ini memperkecil peluang elo jadi penghuni surga? Tetapi lebih bagus lagi kalau elo tetap waras dan rame-rame mutusin pacar terus perbanyak ibadah, atau tuntut pacar elo untuk segera menikah kalau kagak mau buang ke tempat sampah, daripada bikin susah.
Udah gitu aja, gue udah ngantuk. Kalau mau ngamuk silahkan. Gue cuma ngomong jujur apa adanya. Lagian susah memang ngomong sama cabe-cabean yang doyan pacaran, giliran dinasehatin malah nyembur hujatan kayak orang lagi kepedesan.

Emang gue pikirin, kalau yang mau lempar sandal gue tampung asal jangan lempar tubuh pacar elo aja, apalagi kalau itu betina, bukan mahram coy. Jadi lempar aja ke kolam, suruh mandi wajib semoga najis yang melekat di tubuhnya akibat pacaran kelewat batas bisa hilang, tapi jangan pula jantannya ikut mandi bareng di kolam, kalau itu sih bukan niat membersikan badan bisa-bisa kalian jadi sepasang betina dan pejantan yang mendaftar pertama sebagai calon penghuni neraka jahannam.

_______________

Arief Siddiq Razaan, pembelajar sastra yang bermukim di rumah imaji Komunitas Penulis Anak Kampus [KOMPAK] dan Komunitas Bisa Menulis [KBM]. Karyanya telah dimuat dibeberapa media baik cetak mau pun elektronik.

Sumber:
https_www_islampos_com/pacaran-apa-kredit-sepeda-motor-156525/