Tampilkan postingan dengan label pasti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasti. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

Jika Allah Menghendaki Dua Hati Untuk Dipertemukan, Maka Dia Yang Akan Menyegerakan

tidak butuh ragu ataupun gelisah bila jodoh tidak kunjung tiba. bisa jadi ia lagi mempersiapkan mahar dan juga mencari alamat rumah kita. ataupun bisa jadi lagi tersesat dan juga dan juga singgah dahulu ke lain hati.. #eh hehe

bila allah menghendaki 2 hati buat dipertemukan, hingga ia yang hendak menggerakan

bila allah menghendaki 2 hati buat dipertemukan, hingga ia yang hendak menggerakan hati keduanya buat lekas dipersatukan dalam suatu jalinan kasih yang diridhai - nya. ketahuilah , cuma allah yang amat ketahui kapan waktu yang pas dan juga dengan siapa seseorang hamba hendak dipertemukan. sebetulnya dia - lah, perancang terbak untuk seluruh makhluknya..

cintailah yang maha pemberi cinta, dan juga cukupkalan cinta kita mencintai - nya tanpa ternodai cinta kita kepada makhluk. makan kecintaan kita hendak di abadikan hingga surganya. dan juga jangan hingga kita mengemis cinta kepada makhluk, karna cinta yang mereka miliki cumalah sesaat.

siapa yang dapat membatasi seluruh kehendak allah. siapa yang hendak memisahkan bila sesuatu jalinan tela diperkuat dengan izinnya. tetapi cuma kerasa ragu dengan iman yang lemah, perihal yang sudah tentu hendak merasa tidak bisa jadi.

ia hendak menggerakan hati - hati yang penuh ketaatan dan juga memasangkannya dengan orang - orang yang dalam hari - harinya mengharapkan ridho - nya. amat gampang baginya - nya memisahkan 2 hati walaupun mereka silih berharap tetapi berpotensi maksiat. dan juga amat gampang untuk allah mempersatukan 2 hati walaupun mereka tidak sempat silih menyapa.

“ wahai owner hati, jagalah hati ini hingga datang pada waktunya berlabuh ke seorang yang kau takdirkan. kuatkan lah iman dalam bertakwa kepada - mu. permudahlah jalur ku buat terus membetulkan diri. dan juga jangan hingga kerasa cintaku kepada makhlukmu melebihu cintaku pada - mu





(sumber: yukbagi.com)

Selasa, 26 April 2016

Aku Tidak Tau Kau Ada Di Belah Bumi Mana, Yang Aku Tau Kau Adalah Jodohku

Aku tidak tau kau bersama siapa sekarang, sedang apa dan bagaimana. Apakah kau di sana sedang sibuk dengan tugas, apa sedang merasa malas, merasa  jenuh dan terketan oleh kehidupan yang kadang tidak menyenangkan. Apakah kau sama sepertiku, sedang berusaha mencari dan kadang menuliskan sebuah kalimat penawar rindu yang akan kau simpan dan nanti akan kau tunjukan sebagai hadiah pernikahan.

Aku Tidak Tau Kau Ada Di Belah Bumi Mana, Yang Aku Tau Kau Adalah Jodohku

Aku tidak tau kau ada di belahan bumi mana, yang aku tau kau adalah jodohku. Aku tidak tau kau sekarang kau bersama siapa, yang aku tau suatu hari nanti kita akan bersama. Aku tidak tau kemana akan melangkah untuk menemukanmu. Karena yang aku tau takdirku berada di sampingmu.

Maaf kadang aku memaksa Tuhan, agar kita secepatnya dipertemuakn. Bukan karena aku tak yakin kita akan dipertemukan, tapi kau pun tau rindu seorang perempuan sulit untuk tertahan. Meyakinkan hati kalau kau tidak akan pernah pergi selepas pertemuan yang kita nanti.

Kau yang katanya jodohku, teruslah mencari dan mencari tiada henti. Sampai malaikat malu dan menunjukan jalan kemana kaki ini melangkah pergi. Bertemu, walau kadang awalnya kita malu-malu sampai ada hati yang merasa kosong jika tak bertemu.

Bertemu karena saling merindukan, bersama karena memang sudah ditakdirkan. Walau kadang lama dalam penatian, tapi aku harap namamu tidak akan pernah tergantikan. Tergantian oleh senyuman yang bukan kamu sebagai pemiliknya, tapi inikah yang dinamakan jalan percintaan. ( baca juga : jika dia jodohku, jagalah dia dalam kebaikan dan pertemukan kami di waktu yang tepat )


Jalan cinta yang kita sudah tau akan menuju kemana, jalan yang kadang penuh dengan kerikil dan kelokan, jalan yang akan semakin menguatkan apa yang kita tanam dari awal. Tapi jika tidak ada dirimu, bagaimana aku bisa memulai langkah, siapa tangan yang akan aku genggam ketika takut, bahu yang akan aku gunakan untuk bersandar. Maka cepatlah datang, aku masih disini menatimu membawa segenggam rindu.



(sumber: jombloin.com)