Tampilkan postingan dengan label sakiti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakiti. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2016

HATI-HATI MENYAKITI HATI ISTRI !

Bismillahir Rahmaanir Rahim, Subhanallah Walhamdulillah... Kisah ini  saya dapat tanpa sengaja. Beberapa tahun yang lalu, tepatnya sekitar tahun 1994-an saat saya berangkat kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan wejangan ini. Silahkan baca dengan seksama, semoga bermanfaat bagi kita.

Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit saya. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung.

Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia.

Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan. Itulah misteri rejeki mas, Kata orang itu pada saya.

Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya, dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dengan wajah serius.

Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yang akan kita terima akan ditambah oleh Allah. Itu janji Allah, bukan main-main mas, kata orang itu. Janji Allah tentang umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau ceramah agama.

Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa mensyukuri nikmat tersebut.

Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang. Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, melahirkan dengan taruhan nyawa.

Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak.

***
Sebaliknya jika saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi saya baru sadar dan merasakan sendiri saat saya sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut.

Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga. Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi kita semua.

Subhanallah...Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami..
Demikianlah kisah tentang cara mendatangkan rezeki, silahkan bagikan semoga bermanfaat.




(Sumber : akhwatindonesia.net)

Selasa, 03 Mei 2016

Bagi Seorang Ibu, Ternyata Hal Ini Lebih Sakit Daripada Melahirkan

“IBU, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama teman” ujar sang anak.

Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”

“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.

“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan. Sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.

Beberapa saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.

Sang ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa - apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” ibu memberikan penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”

“Iya anakku. Saat itu ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang ibu menjawab.

“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.


(sumber: cerminan.com)

Kamis, 14 April 2016

Bila Suami Menyakiti Istri Maka Ia Juga Durhaka Kepada Allah

 Kehidupan suami istri yang rukun, damai, sejahtera dan bahagia adalah dambaan kebanyakan orang. Tetapi yang namanya rumah tangga, pasti ada saja yang namanya masalah.
Mohon Sebarkan !! Jika Suami Menyakiti Istri,,, Berarti Dia Duhaka Pada Allah


Kecil besarnya permasalahan dalam rumah tangga itu adalah bergantung cara kita menyikapinya serta bagaimanakah mencari solusi terbaik untuk masalah yang ada. Makanya ada arti ‘menyelesaikan suatu permasalahan lewat cara kekeluargaan’, artinya bila ada permasalahan, janganlah dibawa keluar agar masalah itu tak semakin besar disebabkan campur tangan orang luar.

Nah, pasti kita telah sering dengar ‘istri durhaka’ ya kan? tetapi pernahkah anda mendengar ‘suami durhaka’? Mungkin saja jawaban dibawah ini dapat menjelaskannya mengapa jarang kita dengar kalimat ‘suami durhaka’.
Seorang Bertanya :

“Kalau isteri menyakiti hati suami, tandanya durhaka pada suami. Namun bagaimanakah bila suami sakiti hati isteri.? ”

Jawaban Ustadz :
“BERDOSA juga lah. Namun tak ada istilah suami durhaka pada isteri, namun suami akan ditandai Malaikat juga sebagai durhaka pd Allah SWT.
Karena isteri, rezekimu bertambah.
Kerana isteri, jadi lahirlah zuriatmu.
Kerana isteri, makan, pakaian mu dijaga.
Kerana isteri, tenang hati mu.
Kerana isteri, lembut panorama mata mu.
Kerana isteri yaitu satu2 nya manusia yang bisa lihat cacat cela mu yang tersembunyi dari pandangan mata mu serta masih tetap menerima mu apa adanya.
Jangan sampai sakiti hati mereka, ingatlah setiap pengorbanan mereka, meskipun kecil dimata
mu, baginya besar untuk dianya.
Tiap-tiap peluh yang menitik, yang dikerja untuk keluarganya, tiap-tiap airmata yang menitis untuk anak-anak serta suaminya yaitu salah satu tanda, dia isteri yang terbaik buat anda.. wahai yang bergelar suami.

Renungan sekilas lalu…
Kenapa WANITA sering menangis?? Jawab Allah :
Kerana WANITA itu unik. Saya buat ia sebagai makhluk istimewa.
KU kuatkan bahunya utk melindungi anak2nya,
KU lembutkan hatinya utk berikan rasa aman,
KU kuatkan rahimnya utk menaruh benih manusia,
KU teguhkan peribadinya utk selalu berjuang waktu yg lain
menyerah,
KU beri dia naluri utk terus menyayangi, walaupun dikhianati oleh
rekan, walaupun disakiti oleh orang yg disayangi.

WANITA makhluk kuat. Namun bila satu waktu dia menangis itu kerana KU beri air mata untuk
membersihkan luka batin & memberi kemampuan baru.
WANITA sangat istimewa…
…. Kirimkan pada WANITA yg anda sayangi…
…. Kirimkan juga pada lelaki agar mereka menghormati WANITA dan
supaya tau bahwa WANITA….. ciptaan Allah yang istimewa..

    Baca Juga :  Para Suami: Jangan Sakiti Istrimu, Karena Akan Membuat Rezekimu Berkurang  .. http://www.sebarkanlah.org/2015/11/inilah-7-rahasia-mendidik-anak-para-orang-tua-harus-tahu-ini.html

Nah, saat ini sudah jelas kan? Sekarang silahkan sebarkan kepada seluruhnya temanmu, lantaran membagikan kebaikan itu memang harus dibudayakan.


Sumber: sebarkanlah_org

Jumat, 08 April 2016

Astaghfirullah! Dosa Menyakiti Orang Tua Ternyata Langsung Dibalas Di Dunia

Orangtua merupakan sosok penuh kasih sayang yang senantiasa menjaga dan merawat buah hatinya. Mereka bahkan rela untuk bersusah payah agar bisa membesarkan anak-anaknya. Ketahuilah bahwa anak yang durhaka kepada orang tua, akan dibalas langsung di dunia.

Tidak hanya itu di antara mereka ada yang rela melakukan apapun agar si anak mendapatkan yang terbaik. Namun, fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak yang kemudian tidak bersyukur atas yang telah dilakukan orangtuanya.

Bahkan banyak di antara mereka yang menjadi anak durhaka kepada kedua orangtuanya dan menganggap sepele hal tersebut. Padahal sebenarnya hukuman durhaka kepada orangtua tersebut akan disegerakan di dunia. Berikut penjelasan selengkapnya.

Menurut Imam Ad Dzhabi, durhaka kepada orangtua termasuk dalam dosa besar. Hal tersebut juga telah disepakati oleh para ulama. (Lihat, Faidh Al Qadir, 5/40). Mungkin banyak anak yang tidak menyadari hal tersebut dan tetap durhaka kepada orangtuanya. Padahal Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

”Setiap dosa-dosa, Allah Ta’ala mengakhirkan (balasannya), sebagaimana yang Dia kehendaki dari dosa-dosa itu hingga hari kiamat. Kecuali durhaka kepada kedua oranguanya, sesungguhnya Allah menyegerakan (balasan) nya bagi pelakunya saat hidup di dunia sebelum wafat.” (Riwayat At Thabarani dan Al Hakim, dishahihkan oleh Al Hakim dan As Suyuthi)

Al Munawi menyatakan bahwa Allah Ta’ala akan mengakhirkan balasan setiap dosa-dosa di hari kiamat. Maka di hari itu para pelakunya memperolah balasannya jika Allah menghendaki. Kecuali hukuman bagi siapa yang berbuat durhaka kepada kedua orangtua, yakni kedua orangtua kandung Muslim, maka Allah menyegerakannya hukuman selagi orang tersebut masih hidup di dunia.

Oleh karena itu, apabila sudah melakukan suatu hal yang mendekatan perbuatan durhaka kepada orangtua maka jangan terlena jika hukuman Allah belum juga tiba. Sebab balasan atas perbuatan tersebut pasti akan terjsdi walaupun dalam jangka waktu yang lama.

Sebagaimana Ibnu Sirin ketika ditimpa kesedihan ia menyatakan, ”Aku tahu bahwa kesedihan ini karena dosa yang telah aku lakukan 40 tahun yang lalu.” Demikian pula dikisahkan bahwa ketika beberapa ahli ibadah menyaksikan suatu perkara (perbuatan dosa), maka ada yang mengatakan,

”Lihatlah balasannya setelah 40 tahun.”

Maka benar, balasan itu terjadi setelah 40 tahun. Demikianlah informasi mengenai ternyata hukuman durhaka kepada orangtua akan disegerakan di dunia. Maka dari itu, jangan pernah sepele terhadap satu perbuatan pun, sebab Allah adalah Dzat yang Maha Adil. Perlakukan orangtua sebaik mungkin, sebab ridho Allah terletak pada ridho orangtua kita.


Sumber: http_www_cerminan_com