Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah Ternyata Hadits Palsu, Benarkah Silahkan Baca Penjelasan Berikut

persoalan:

aku sempat mendengar orang mengatakan kalau tidurnya orang berpuasa itu merupakan ibadah. tetapi hingga dikala ini aku tidak ketahui, benarkah perihal itu? bahwa benar benar, apakah itu menggambarkan hadits nabi ataupun bukan? dan juga bahwa benar hadits nabi, riwayatnya dan statusnya gimana?
terima kasih atas jawabannya ustadz



jawaban:

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

ungkapan serupa yang kamu sampaikan, ialah tidurnya orang berpuasa menggambarkan ibadah benar sudah acapkali kita dengar, baik di pengajian ataupun juga di bermacam peluang. dan juga amat kerap kita dengar di bulan ramadhan.

di antara lafadznya yang amat terkenal merupakan demikian:

" tidurnya orang puasa menggambarkan ibadah, diamnya menggambarkan tasbih, amalnya dilipat - gandakan (pahalanya) , doanya dikabulkan dan juga dosanya diampuni. "

walaupun di dalam isi hadits ini terdapat sebagian perihal yang setimpal dengan hadits - hadits yang shahih, serupa permasalahan dosa yang diampuni dan pahala yang dilipat - gandakan, tetapi spesial lafadz ini, para ulama setuju berkata status kepalsuannya.

merupakan al - imam al - baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, asy - syuab al - iman. kemudian dinukil oleh as - suyuti di dalam kitabnya, al - jamiush - shaghir, seraya mengatakan kalau status hadits ini dhaif (lemah).

tetapi status dhaif yang dikasih oleh as - suyuti malah dikritik oleh para muhaddits yang lain. bagi mayoritas mereka, status hadits ini bukan cuma dhaif namun sudah hingga derajat hadits maudhu (palsu).

hadits palsu

al - imam al - baihaqi telah mengatakan kalau ungkapan ini bukan menggambarkan hadits nabawi. karna di dalam jalan periwayatan hadits itu ada perawi yang bernama sulaiman bin amr an - nakhahi, yang perannya merupakan pemalsu hadits.

perihal senada
di informasikan oleh al - iraqi, ialah kalau sulaiman bin amr ini tercantum ke dalam catatan para pendusta, di mana pekerjaannya merupakan pemalsu hadits.

pendapat al - imam ahmad bin hanbal rahimahullah pula terus menjadi memantapkan kepalsuan hadits ini. dia berkata kalau sang sulaiman bin amr ini benar betul - betul seseorang pemalsu hadits.

terlebih lagi lebih keras lagi merupakan ungkapan yahya bin main, dia bukan cuma berkata kalau sulaiman bin amr ini pemasu hadits, namun dia meningkatkan kalau sulaiman ini merupakan " manusia amat pendusta di wajah bumi ini! ".

berikutnya, kita pula mendengar pendapat al - imam al - bukhari tentang tokoh kita yang satu ini. dia berkata kalau sulaiman bin amr merupakan matruk, ialah haditsnya semi palsu lantaran ia seseorang pendusta.

saking tercelanya perawi hadits ini, sampai - sampai yazid bin harun berkata kalau siapapun tidak halal meriwayatkan hadits dari sualiman bin amr.

iman ibnu hibban pula turut mengomentari, " sulaiman bin amran - nakhai merupakan orang baghdad yang secara lahiriyah menggambarkan orang shalih, sayangnya ia memalsu hadits. penjelasan ini dapat kita mampu di dalam kitab al - majruhin minal muhadditsin wadhdhuafa wal - matrukin. pula dapat kita dapati di dalam kitab mizanul itidal.

kerasanya penjelasan tegas dari para pakar hadits senior tentang kepalsuan hadits ini sudah cukup lengkap, hingga kita tidak butuh lagi ragu - ragu buat lekas membuang ungkapan ini dari dalil - dalil kita. dan juga tidak benar kalau tidurnya orang puasa itu menggambarkan ibadah.

oleh karna itu, aksi sebagian kerabat kita buat banyak - banyak tidur di tengah hari bulan ramadhan dengan sebab kalau tidur itu ibadah, jelas - jelas tidak terdapat dasarnya. terlebih mengingat rasulullah saw juga tidak sempat mencontohkan buat menghabiskan waktu siang hari buat tidur.

bahwa juga terdapat sebutan qailulah, hingga prakteknya rasulullah saw cuma sejenak memejamkan mata. dan juga yang namanya sejenak, paling - paling cuma dekat 5 hingga 10 menit aja. tidak berjam - jam hingga meninggalkan tugas dan juga pekerjaan.

wallahu alam bishshawab, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

ahmad sarwat, lc

sumber: rumahfiqih. com




(sumber: yukbagi_com)

Senin, 20 Juni 2016

Mengapa Tak Boleh Tidur Terlalu Malam Penelitian Dokter Taiwan Benarkan Tuntunan Rasulullah

di antara kerutinan nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan, dia tidak suka tidur sampai larut malam. bila tidak terdapat urusan berarti –baik tentang dakwah maupun jihad - hingga dia menyegerakan tidur sehabis shalat isya’ setelah itu bangun di pertengahan malam ataupun sepertiga malam buat shalat tahajjud ataupun qiyamullail.

tidak hanya mempermudah tahajjud, nyatanya kerutinan tidak tidur sangat malam pula mempunyai banyak khasiat kedokteran yang baru dikenal di era modern ini. kebalikannya, orang yang tidur sangat malam terancam bahaya kesehatan bagaikan berikut:

1. sistem imun melemah
tidur sangat malam nyatanya mempengaruhi rusaknya sel - sel darah putih. dampaknya imunitas badan jadi melemah dan juga rentan terhadap gempuran bermacam penyakit.

2. diabetes
tidur sangat malam pula mengganggu hormon di badan. dampaknya badan tidak toleran terhadap glukosa karna jumlah insulin menyusut. orang yang tidur sangat malam jadi lebih rentan terhadap penyakit diabet.

3. sakit kepala sampai kehancuran otak
tidur sangat malam membikin badan tidak dapat istirahat dengan baik. walaupun waktu tidurnya sama, katakanlah 5 jam, orang yang tidur saat sebelum tengah malam dan juga bangun sepertiga malam terakhir hendak merasakan keadaan raga yang lebih bugat. kebalikannya, tidur larut malam membikin rehat tidak efisien. kala bangun kepala merasa berat, seperti itu ciri gegar otak kecil lagi melanda. bila dibiasakan, terus menerus dalam waktu berkelanjutan, kehancuran otak dapat mengecam.

4. kanker hati
dintara penyakit beresiko akibat tidur sangat malam merupakan kanker hati. perihal ini sebagaimana dipaparkan dalam web formal ugm fakultas medis penggalan radiologi. kalau riset para dokter di national taiwan hospital menciptakan kalau tidur sangat malam dan juga bangun sangat siang menggambarkan pemicu utama kehancuran hati.

subhanallah… demikianlah hikmah kedokteran dari salah satu kerutinan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. aisyah radhiyallahu ‘anha menarangkan kerutinan dia ini:

مَا نَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَلَا سَهِرَ بَعْدَهَا

rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam tidak sempat tidur saat sebelum waktu isya’ dan juga tidak sempat tidur sampai larut malam setelahnya. (hr. ahmad; shahih)

ibnu qayyim angkatan laut (AL) jauziyah menarangkan dalam zadul ma’ad: “termasuk kerutinan dia merupakan tidur di dini malam dan juga bangun di penggalan kesimpulannya. sering - kali dia tidur sampai larut malam di dini malam buat mengurusi bermacam kepentingan orang - orang miskin. ”

mudah - mudahan kita dimudahkan buat meneladani dia, dan juga memperoleh banyak khasiat dan juga hikmah berkat meneladani dia.






(sumber: kabarmakkah. com )

Jumat, 10 Juni 2016

Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah, Ternyata Hadits Palsu

acapkali terlontar dari penceramah yang mengantarkan ‘tidurnya orang berpuasa ialah ibadah’ yang merujuk pada hadist yang di keluarkan oleh imam al - baihaqi dalam “syu’abul iman” (3/415) dengan sanad dia dari sulaiman bin amr, dari abdul malik bin umair dan dari abdullah bin abi aufa. tetapi, siapa yang menyangka apabila nyatanya hadist itu menggambarkan hadist palsu.


“hadits itu seluruh tidaklah lemah lagi, hadits itu palsu. terkecuali palsu, hadits ini mampu kenyataannya
jadi dipakai oleh sebagian orang buat malas - malasan, ” kata sisa imam besar masjid istiqlal, alm. ali mustafa yaqub.

almarhum menuturkan, hadits itu dibagi dalam 4 rentetan, ialah tidurnya orang yang berpuasa ialah beribadah, diamnya ialah tasbih, do’anya dikabulkan dan amalannya dilipatgandakan pahalanya. tetapi, seluruh rentetan hadist itu palsu.

ia meningkatkan, apabila amati dari sejarah, tidak sempat bln. ramadhan ini peruntukan dikala buat bermalas - malasan oleh umat muslim. satu diantara contoh riil ialah perang badar yang diucap titik kebangkitan umat islam, berlangsung di bln. ramadhan.

“kalau tidur itu ibadah, kenapa jadi perang? kenapa tidak tidur aja? itu bermakna, dari sejarah di dikala nabi dsb, ramadhan bukan cuma dikala buat tidur - tiduran di siang hari, ” tambah ia




(sumber: pusatkabaronline.blogspot.com)

Sabtu, 28 Mei 2016

Mengapa Rasul Memerintahkan Padamkan Lampu di Malam Hari

rasul muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita buat memadamkan lampu - lampu di malam hari (kala bakal tidur) , dan juga sehabis sebagian tahun dicoba pengkajian ilmiah modern tentang dampak sinar terhadap manusia dan juga lingkungannya, hingga kajian itu berkata: ” begitu benar nabinya kalangan kalangan muslimin. ” hingga mematikan lampu di malam hari merupakan salah satu wujud mukjizat ilmiah nabawiyah yang melindungi manusia dan juga lingkungannya dan juga pencemaran sinar, yang timbul diakibatkan sinar yang berlebih, yang menimpa badan seorang di malam hari.

hadits - hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang permasalahan ini

nabi kita yang tercinta, muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kita tentang bahaya lampu, apabila kita membiarkannya menyala kala kita tidur. dan juga peringatan dari nabi tersebut ada dalam banyak riwayat, di antara lain terdapat yang disebutkan sebab dari peringatan tersebut, ialah takut terjalin kebakaran, dan juga sebagiannya lagi tidak disebutkan sebab dari perintah memadamkan lampu di malam hari, supaya perintah tersebut berlaku universal, dan juga bagaikan wujud kasih sayang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada segala makhluk di tiap tempat dan juga era. di antara hadits - hadts tersebut merupakan bagaikan berikut:

riwayat - riwayat yang disebutkan di dalamnya sebab buat memadamkan lampu kala bakal tidur di malam hari.

1. dari abu musa radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “pada sesuatu malam terjalin kebakaran di salah satu rumah penduduk di madinah (kala penghuninya tertidur). kemudian perihal itu dikisahkan kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. dia bersabda: ” sebetulnya api ini merupakan musuh kamu, karna itu apabila kamu bakal tidur, hingga padamkanlah dia lebih dulu. ” (hr. al - bukhari)

2. dari jabir bin abdullah radhiyallahu ‘anhuma ia mengatakan; rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “tutuplah tempat air kamu, pintu rumah kamu, dan juga matikanlah lampu - lampu kamu, karna dapat jadi tikus hendak menarik sumbu lampu sampai - sampai menyebabkan kebakaran yang mengenai para penunggu rumah. ” (hr. al - bukhari)

3. dari jabir bin abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “tutuplah oleh kamu bejana - bejana, rapatkanlah tempat - tempat minuman, tutuplah pintu - pintu, dan juga matikanlah lampu, karna setan tidak mampu membuka jalinan tempat minum, pintu, dan juga bejana. bila kamu tidak memperoleh penutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong batang kayu kecil di atas bejananya dan juga menyebut nama allah, hingga lakukanlah. karna tikus mampu mengganggu owner rumah dengan membakar rumahnya. ” (hr. muslim)

4. dari jabir bin abdullah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “tutuplah oleh kamu pintu rumah, ikatlah kantong air tempat minuman, tutuplah bejana - bejana, dan juga matikanlah lampu, karna setan tidak mampu membuka pintu terturup, melepas jalinan tempat minum, dan juga membuka bejana. dan juga sebetulnya tikus mampu mengganggu owner rumah dengan membakar rumahnya. ” (hr. imam malik dalam al - muwatha’ dan juga at - tirmidzi dalam sunan - nya dan juga dishahihkan oleh al - albani rahimahumullah)

dan juga masih terdapat lagi sebagian riwayat yang lain.

riwayat - riwayat yang tidak disebutkan di dalamnya sebab buat memadamkan lampu kala bakal tidur di malam hari.

1. dari jabir bin ‘abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “padamkanlah lampu - lampu di malam hari pada dikala kamu tidur di malam hari, kuncilah pintu dan juga tutuplah bejana, santapan dan juga minuman. ” (hr. al - bukhari)

2. dari jabir radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersada: “apabila malam telah tiba (sehabis matahari tenggelam) , tahanlah kanak - kanak kamu (dari keluar rumah) , karna setan bertebaran kala itu. apabila telah lalu sesaat dari waktu ‘isya biarkanlah mereka, tutuplah pintumu, dan juga matikanlah lampu dan sebutlah nama allah (mengucapkan bismillah pen) …” (hr. al - bukhari)

uraian hadits

al - hafizh ibnu hajar rahimahullah mengatakan di dalam fathul bari, menukil perkataan dari imam al - qurthubi rahimahullah: ” perintah dan juga larangan dalam hadits ini merupakan wujud tutorial (pengarahan). ” dia berkata: ’ dan juga bisa jadi pula bermakna anjuran (sunnah) ’ dan juga imam nawawi rahimahullah menegaskan kalau perihal itu merupakan bagaikan tutorial, karna perihal itu merupakan buat kemaslahatan duniawi. ’ tetapi dikomentari bahwasanya perihal itu sering - kali mampu mendatangkan maslahat secara agama, ialah penjagaan terhadap jiwa yang haram buat dibunuh, dan juga penjagaan terhadap harta yang diharamkan buat dihambur - hamburkan.

dalam hadits - hadits ini disebutkan kalau seorang bila tidur seseorang diri, dan juga di dalam rumhanya terdapat api, hingga harus untuk ia buat memadamkannya saat sebelum tidur, ataupun melaksanakan suatu yang buatnya nyaman dari kebakaran. demikian pula bahwa di dalam rumah terdapat sekelompok orang, hingga harus atas sebagaian mereka (memadamkannya) , dan juga yang amat berkewajiban merupakan yang amat terakhir tidur. ”

pemikiran ilmuwan modern

para ilmuwan dikala ini berdialog tentang polusi sinar pada malam hari, dan berdialog tentang bahaya terserang sinar yang berlebih, paling utama dikala tidur.

suatu studi ilmiyah terkini menegaskan kalau senantiasa menyalanya lampu pada dikala tidur hendak pengaruhi proses biologis yang terdapat di dalam otak manusia, dan juga perihal tersebut hendak menimbulkan gangguan - gangguan yang menyebabkan obesitas. oleh karna itu para ilmuwan berpesan supaya kita tetap mematikan lampu pada malam hari dalam rangka memelihara kesehatan badan dan juga otak. dan juga subhanallah, pesan yang baru dikenal oleh para ilmuwan pada abad 21, telah di informasikan sebelumnya oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semenjak 14 abad yang kemudian. nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits shahih: “padamkanlah lampu - lampu di malam hari pada dikala kamu tidur di malam hari, kuncilah pintu dan juga tutuplah bejana, santapan dan juga minuman. ” (hr. al - bukhari)




(sumber : vemale.club)

Selasa, 26 April 2016

Kemana Ruh Pergi Saat Manusia Tidur

BANYAK orang mengatakan bahwa tidur itu adalah kematian sementara manusia. Jika dikatakan mati sementara, lantas kemanakah perginya ruh manusia saat tidur?

Menurut ilmiah penelitian ini belum pernah dilakukan, jikalau dilakukan pasti tidak akan masuk logika karena ruh tersebut merupakan jiwa yang berada di dalam masing-masing manusia yang masih hidup, ruh sendiri tidak berbentuk dan manusia sendiripun tak bisa melihatnya. Simak ulasan berikut.

Dalam surah Az-Zumar ayat 42 Allah berfirman :

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah memegang jiwa-jiwa manusia ketika sedang tidur. Dalam ayat lain, yakni surah Al-An’am ayat 60-61 disebutkan:

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.”
Laporkan iklan?

Di dalam 2 ayat diatas, Allah menyebutkan kata wafat 2 kali, yakni pada kata “yatawaffakum” yang diartikan sebagai kata ‘menidurkan’ pada ayat diatas, juga pada kata “tawaffathu” yang berarti “diwafatkan”. Hal ini adalah tentang 2 macam wafat, yakni wafat sementara dan wafat selamanya. Hal ini dijelaskan dalam ayat Az-Zumar ayat 42, “maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.”

Karena itulah, ketika kita tidur, menurut sunnah dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, kemudian kembali lagi, hendaklah ia mengibas-ngibaskan kainnya tiga kali (sebelum tibur pada tempat tidurnya). Sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang terjadi saat ia meninggalkannya. Dan apabila berbaring, hendaklah ia membaca : ‘Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, Rabb-ku, aku meletakkan lambungku (tidur), dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya (bangun). Apabila Engkau menahan diriku (mati), sayangilah aku. Namun bila Engkau melepaskannya (hidup), peliharalah ia sebagaimana Engkau telah pelihara dengannya hamba-hamba-Mu yang shalih”.

Tulisan disarikan dari terjemahan Ibn Katsir Rahimahullah Jadi apabila kita hendak tidur berwudhu’ lah dan bacalah do’a agar terhindar dari segala macam bahaya dan penyakit. []



(Sumber: sumatracyber.blogspot.com)

Inilah Foto dan Video Gua Tempat Ashabul Kahfi Tertidur 309 Tahun

Kisah yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu cerita riil. Tak seperti asumsi golongan liberal yang masihlah meragukannya.

Di masa datang, beberapa cerita dalam Al Qur’an diketemukan jejak-jejaknya sebagai bukti. Umpamanya mengenai Fir’aun yang diketemukan jasadnya pada 1898. Reruntuhan kota Sodom diketemukan pada September 2015. Dan sebagainya.


Diantara cerita yang difirmankan Allah dalam Al Qur’an yaitu beberapa pemuda yang menyelamatkan iman dari pemimpin zalim. Saat beristirahat dalam satu gua, Allah menidurkan mereka sepanjang
309 th.. Waktu terbangun, mereka belum sadar dengan keajaiban tidur sepanjang itu, mereka menduga cuma tidur semalam saja. Tetapi waktu ke kota, mereka merasakan mata duit mereka telah tak laris serta pemimpin zalim itu juga mati serta bertukar kepemimpinan yang lain.

Gua tempat tertidurnya Ashabul Kahfi sepanjang 309 th. ini terdapat di perkampungan Al Rajib di Yordania. Dalam Al Quran, tempat itu dimaksud Al Raqim. Al Rajib atau Al Raqim berjarak 1. 5 km dari kota Abu A’landa Yordania.





(sumber: kabarislamimasakini90.blogspot.com)

Minggu, 24 April 2016

Rahasia Medis di Balik Hadits Padamkan Lampu Jika Hendak Tidur

Salah satu petunjuk Rasulullah di malam hari adalah mematikan lampu sebelum tidur. Sehingga umat beliau tidur malam dalam kondisi gelap.

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ ، وَأَوْكُوا الأَسْقِيَةَ ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ

"Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman." (HR. Al Bukhari)

Ternyata, hadits yang telah disabdakan lebih dari 14 abad itu baru terkuak rahasia medisnya di era modern ini.

Penelitian Joan Robert menemukan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin merupakan salah satu hormon kekebalan tubuh yang dapat memerangi dan mencegah sejumlah penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Dengan tidur malam dalam kondisi gelap, seseorang bisa memproduksi hormon tersebut. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti.

Sejumlah penelitian berikutnya semakin memperkuat temuan Joan Robert. Sebuah penelitian penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics menemukan bahwa menyalakan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur dapat memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Penelitian yang dipublikasikan pada 17 Nopember 2010 di acara Society for Neuroscience, San Diego menemukan korelasi antara cahaya lampu dan tingkat depresi. Orang yang sering terkena cahaya di malam hari relatif lebih mudah terkena depresi.

Masya Allah… ternyata tuntunan Rasulullah sejak berabad-abad lalu mengangdung hikmah yang demikian hebat. Meski kelihatannya sederhana, di baliknya ada banyak manfaat untuk manusia. Bukankah ini merupakan salah satu bukti kebenaran hadits Nabi dan kebenaran Islam itu sendiri?! 


[Sumber: Ibnu K/Tarbiyah]