Tampilkan postingan dengan label ustad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ustad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2016

Pastor Ini Masuk Islam Setelah Bandingkan Ya Ayyuhal Ladzina Amanu vs Wahai Anak Domba

Sejak kecil ia sekolah di sekolah Katolik. Mulai TK Katolik Kristus Raja, SD Katolik Santo Yohanes Gabriel, SMP Katolik Santo Stanilslaus, SMA Katolik Santa Maria, Sekolah Pastor Tingkat Menengah Santo Vincentius a Paulo, Sekolah Tingga Pastor Katolik Santo Giovanni, Magister Teologi Vatikan Roma.

Namun siapa sangka, setelah 35 tahun menempuh pendidikan Katolik dan menjadi seorang pastor, Allah justru memberikan hidayah kepadanya.

Ustadz Bangun Samudra, demikian nama muslim-nya sekarang. Ia masuk Islam setelah mempejari dan membandingkan antara Al Qur’an dan Alkitab. Antara Islam dan agamanya. Antara aqidah Islamiyah dengan dogma-dogma agama lamanya.

Salah satu yang menarik dan membuatnya berpikir mendalam adalah saat mempelajari Al Qur’an. Semula, ia mempelajari Al Qur’an untuk menentang dan menolaknya. Tapi ia justru terkesima saat mendapati di dalam Al Qur’an banyak panggilan mulia dari Allah untuk hambaNya.

Di surat An Nisa’ ayat 1 ada “yaa ayyuhan naas” (wahai manusia). Di surat Al Baqarah juga ada “yaa ayyuhan naas”

Yang lebih dalam lagi, dalam sekian banyak ayat Al Qur’an mendahului dengan panggilan “yaa ayyuhal ladziina aamanuu” (wahai orang-orang yang beriman).

“Panggilan-panggilan ini begitu memuliakan. Kita dipanggil sebagai manusia, bahkan kita dipanggil sebagai orang-orang beriman,” pikir Bangun Samudra.

Ia lantas membandingkan dengan kitabnya yang menyebut “wahai anak-anak domba.”

“Mengapa Tuhan kami memanggil kami sebagai anak domba yang dalam bahasa Jawa berarti wedhus? Benarkah ini panggilan dari Tuhan”

Panggilan dari kedua kitab itu adalah salah satu di antara sekian banyak hal yang menjadi dasar pemikiran mengapa ia akhirnya masuk Islam. Dengan kedalaman ilmu yang ia dapatkan sejak kecil hingga di Vatikan, Bangun Samudra akhirnya mengetahui bahwa Islam-lah yang benar. Al Qur’an-lah kitab suci yang benar-benar datang dari Tuhan tanpa diselewengkan atau dipalsukan manusia. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]




(sumber: bersamadakwah.net)

Minggu, 01 Mei 2016

SUBHANALLAH...! PUTRI USTADZ YUSUF MANSUR MIMPI BERTEMU BAGINDA NABI SAW

Ustadz Yusuf Mansur menceritakan bahwa putrinya yang bernama Wirda Salamah Ulya pernah bermimpi bertemu Rasulullah, dalam mimpinya Wirda di tanya tentang hafalan Al-Qur’an serta diajak Sholat dirumah Rasulullah. Peristiwa langka ini membuat Ustadz Yusuf terkejut bercampur bahagia.

Berikut ini cerita Wirda bermimpi Rasulullah yang telah ditulis di website yusufmansur. com

Malam sebelom Wirda mimpi ketemu Rasul, kami bercanda-canda di meja makan. Waktu itu Wirda baru 7 th.. Mamahnya wirda, Maemunah, ngasih tau saya, “Pah, Kakak dah hafal Yaasiin sampai Innamaa amruhu loh…”.

Saya terkejut puas. Putrikuuuu… 7 tahun… tapi telah hafal Yaasiin sampai innamaa amruhuu… “Masa sih…? ” tanya saya.

Wirda dan Mamahnya juga dua-duanya tersenyum. Lantas Wirda saya suruh baca. Mulailah Wirda baca. Saat Wirda mulai baca, menetes air mata saya. Bapak mana yang ngga terharu. Putrinya hafal Yaasiin!

“… Yaasiin Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. ” Begitu Wirda baca.

Saya yang lagi terharu, eh koq simak Wirda sama mamahnya senyum-senyum. Saya baru sadar sesuatu. Apa itu?

Mereka Sedang bercanda dengan saya.

Ya, Wirda dan mamahnya bercanda. Bukannya Wirda hafal utuh satu Yaasiin. Tetapi benar-benar Yaasiin Innamaa amruhu… Itu “hanya” ayat pertama serta ayat 82. (Yaasiin 83 ayat). “Wuah.. Papah dikerjain nih.. tapi Papah suka.. 2 ayat juga, Qur’an. ”

Istri saya senyum-senyum lagi. “Saya duluan Pah yang dikerjain Wirda. “Mah, Mamah, Kakak udah hafal Yaasiin sampai Innamaa amruhuu…”

Kemudian, Wirda bilang sama saya, “Boleh ngga Pah, ngafalnya satu juz saja? Atau 15 juz dah. Ngga usah 30 juz…? ”

“Kenapa…? ”

“Berat. Sulit. ”

Sebagai ayah, saya mencoba bijak. Serta ini sekaligus saya coba jadi ciri-ciri saya, memudahkan.

“Boleh Kak…” ucap saya.

Lalu, malam itu, sekitar jam 9 malam, Wirda kecil, My Little Princess, tidur di kamarnya. Serta peristiwa itu pun terjadi.

Sekitar jam 2 awal hari Wirda masuk kamar saya. Bangunin saya sembari terisak. “Pah… Pah… Kakak dimarahin…”

Saya bingung… “Siapa Kak yang marahin…? ”

Saya ngga ngerti, siapa yang malem-malem begini geramin…? Dimarahin siapa…?

“Rasulullah…”, kata Wirda.

Saya mencoba mulai menebak… Subhaanallaah nih jika bener Wirda mimpi Rasul.

Saya lanjutin nanya, “Rasul koq marahin Kakak…? Kenapa…? ”

“Kakak ditanya, kenapa cuma ingin ngafal 1 juz? 15 juz? Kenapa ngga semua

aja? 30 juz? ” kata Wirda sambil nangis.

Saya tertegun saat itu. MasyaAllah, malamnya Wirda bercanda-canda dengan saya, eh Rasul datangin Wirda dalam mimpinya…

Wirda ngajak saya ke kamarnya. Dia nunjukin kertas. Berisi syair. “Dari Rasul…”, katanya. “Tapi jangan diberi tau yang lain…”

Saya kembali tertegun. Subhaanallaah…

Wirda kemudian berkata, “Kakak meniatkan serta berjanji ngafal Qur’an sampai 30 juz. ”

Ya. Wirda bukannya dimarahin, namun di tanya sama Rasul.

Saya waktu itu bertanya ke Wirda, mengenai bagaimana Rasul, bagaimana rumahnya? Lantaran Wirda katakan, di ajak shalat sama Rasul di tempat tinggalnya.

Saya geleng-geleng kepala. Luar biasa. Subhaanallaah… Di ajak shalat. Makmunan imaman sama Rasulullaah.

Beberapa tahun lalu, Wirda memperoleh hadiah dari Allah.

Hadiah yang dimaksud yaitu umrah … Pergilah ke Madinah. Ke kota Rasul.

Wirda menaruh pertanyaan, kemana serta dimana tempat tinggal yang dia lihat, serta dia masukin? Lah memang telah ngga ada.

Wirda juga mencari jawaban, kemana sungai yang dia simak, pohon buah yang dia simak? Ya juga ngga ada.

Terlebih pohon buahnya, buah mangga. Wirda waktu di mimpi lihat pohon mangga, yang buahnya telah dalam kondisi terkupas kulitnya.

Pertanyaan itu rupanya dia taruh. Dia ikutin ziarah ke makam nabi, shalat di Nabawi, ke Roudhoh…

Hingga saya kehadiran Dr. Syafiq. Asal Jember, sebagai ahlul Madinah. Relasinya begitu luas.

Dr. Syafiq ini bahkan pengisi nada di CD-CD histori Makkah, Madinah, yang diterbitkan Saudi sana. Berikut alih bahasanya.

Kemudian terbersitlah ajakan ngajak anak-anak, termasuk juga Wirda, ke musium Madinah. Ini rute yang ngga umum untuk jamaah umroh. Ke manakah itu?

Kami pergi ke Musium Nabawi. Sampai disana, Wirda memekik… “Pah….!!! ”

“Pah…! Lihat… Ini tempat tinggalnya Rasul…! ”. Benar, ada tiruan rumahnya Rasul. Wirda nunjuk-nunjuk ke tiruan itu.

“Persis yang kakak simak serta kaka masuk…”. Saya simak matanya berbinar, serta seperti ingin nangis. Dr. Syafiq lalu bercerita.

Menceritakan satu untuk satu apa yang ada di musium Madinah tersebut…

Alhamdulillaah… Demikian dulu… Mohon doanya buat Wirda serta 4 adiknya yang lain. Saya doakan buat semuanya juga.

Saya doain seluruhnya dapat rajin shalawat, agar dapat ke Masjid Nabawi, ziarah ke makam Rasul, serta shalat disana, khushushon di Roudhoh.

Saya doain juga supaya dapat miliki anak-anak penghafal Qur’an. Bahkan juga diri kita semuanya, dapat ngafal Qur’an. Di tengah kesibukan serta profesi.

Salam hormat,

Yusuf Mansur

Wassalaam.

 



(sumber: yusufmansur.com)

Minggu, 17 April 2016

TERNYATA! 90% Muslim Sering Keliru Dengan Penggunaan Subhanallah Dan Masya Allah

Oleh: K. H. Muhammad Arifin Ilham

Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah “Subhanallah” sering tertukar dengan ungkapan “Masya Allah”. Ucapkan “Masya Allah” kalau kita merasa kagum. Ucapkan “Subhanallah” jika melihat keburukan.

Selama ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “Hal itu terjadi atas kehendak Allah”.

Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian).

Ucapan Masya Allah

Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, ‘Maasya Allah laa quwwata illa billah‘ (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39).

Ucapan Subhanallah

Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi)

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik.” (QS. 40-41).

Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta’ala. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya? Insyaa Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. 

Wallahu a’lam bish-shawab


Sumber : Arrahmah.com

Rabu, 06 April 2016

ALLAHUAKBAR!!… PENDETA INI MASUK ISLAM SETELAH DENGAR DZIKIR UST. ARIFIN ILHAM.TOLONG DI SEBAR DAN DI BAGIKAN.

Ini merupakan Kisah Masuk Islamnya Pendeta sesudah Ikut Dzikir dgn KH Muhammad Arifin Ilham. Lelaki ini dulunya seorang Pendeta. Istrinya seorang Penginjil. Anak pertamanya menjadi pemain musik di gereja. Anak keduanya jadi vokalis gereja.

Pendeta ekstrem & radikalis, Penganut Kristen yg teramat fanatik. Oleh dikarenakan itu, tatkala Ustadz Arifin Ilham berniat mau mendakwahi laki laki yg didapati bernama Freud ini, ada salah satu kawan dia yg mencibir & bicara, “Mustahil, Gak Bisa Saja Tadz,. Mereka satu keluarga pemeluk Kristen fanatik”
Tapi, Ustadz Arifin tak lantas putus asa demikian saja.

“Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berkehendak, Tak Ada yg mustahil didunia ini” Ucap Ustadz Arifin bersama penuh keyakinan.

Ustadz Arifin ini memang lah bertetangga telah sejak lama bersama si pendeta, mereka juga tidak jarang berjumpa. Bahkan, nada musik saat mereka berlatih menyanyikan lagu-lagu gereja terdengar sampai hunian Ustadz Arifin di Depok. Nah, tiap-tiap kali berjumpa, Ustadz Arifin pula senantiasa menyapa apalagi dulu.

“Suatu hri, Arifin sedang pulang dari tausiyah. Dibawain buah-buahan oleh panitia pengajian. Nah, sesuai ketemu dgn Pak Freud, Arifin bilang ke sopir, biar berakhir sebentar. ketika mobil kami berakhir, Pak Freud ketakutan. Dikarenakan ada lima mobil yg mengikuti Arifin di belakang. Arifin ke luar, dulu dgn ramah menyapa Pak Freud & memberikan buah padanya”

“Setelah itu.. kami pula jadi akrab.” kata dai yg anak mula-mula & keduanya telah hafidz 30 juz Al-Qur’an ini,

Ketika terjadi. Hubungan makin tidak jarang. Sampai terhadap satu buah hri Diwaktu Paskah. “Waktu itu bertepatan bersama hri Jum’at,” lanjut Ustadz Arifin,

“Arifin hendak bertolak khutbah Jum’at. Hujan amat lebat. Seterusnya, Arifin juga mampir ke hunian ia. Arifin jemput, dulu Arifin antarkan ke gereja. Sebab Arifin tahu, dirinya pun ingin ngisi program di Hri Paskah.”
Dikala di dalam mobil, Tetap di tengah perjalanan, Ustadz Arifin memegang tangan Pak Freud bersama lembut.

“Arifin pegang tangannya. Telah berkeriput. Usianya 74 th. Sebab kasihan (cinta), Arifin serta menangis. Dalam tangis itu, di hri Jum’at, diwaktu hujan, Arifin mendoakan dalam hati supaya dia masuk Islam.”
Tidak sadar, Rupanya tangis Ustadz Arifin yg disembunyikan nampak oleh Pak Freud

“Ustadz Arifin, mengapa menangis?” tanyanya. “Tidak apa-apa, Pak.” jawab ustadz yg sekarang ini menetap di Sentul ja-bar ini.
Besoknya, Pak Freud datang ke hunian Ustadz Arifin. Dirinya memanfaatkan setelan batik & penutup kepala warna hitam.
“Ustadz, bolehkah aku mengikuti majlis dzikir ustadz besok pagi?” Tanyanya bersama penuh harap.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ustadz Arifin juga amat bahagia. Bersama dua tangan & hati yg terbuka lebar, Pak Freud diizinkan buat bergabung. “Waktu dzikir dirinya yg mula-mula di Tempat Ibadah Al-Amru bi At-Taqwa, Pak Freud duduk di pojok belakang sebelah kanan tempat ibadah.”

Di tengah-tengah majlis dzikir tersebut, Ustadz Arifin meminta jamaah buat berdoa masing-masing, pas dgn keinginannya. Padahal, maksud dirinya, “Itulah sejarahnya dzikir, dulu diminta doa masing-masing. Disaat itu, Arifin mau mendoakan Pak Freud. Kan sanggup tersinggung seandainya Arifin doa keras-keras biar dirinya masuk Islam.”

Qaddarallah, sehari sesudah program dzikir, “Tepat kepada hri Senin, Pak Freud kembali silaturrahim ke hunian aku. Ia menyebutkan diri siap masuk ke dalam Islam.” Pungkas Ustadz Arifin bersama wajah bahagia.

Subhaanallah.. Allahu Akbar walillahil hamd.. Tiada yg tidak barangkali seandainya Allah telah berkehendak. Hidayah Allah dapat turun kepada siapa saja & lewat karena apa saja. [kabarmakkah]

Selasa, 22 Maret 2016

Tips Dari Ustadz Arifin Ilham Agar Di Bukakan Rizki yg Halal dan Berkah Serta Cepat Dapat Jodoh

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.
Bang, wirid apa yang kubaca supaya saya keluar dari banyak masalah, dari kesusahan rizki hingga jodoh?

SubhanAllah walhamdulillah sahabatku sehabis terus tabah dalam ikhtiar, doa, berbaik sangka, optimistis, yaqin diijabah dan juga tawakal, hingga perhebat dan juga memperbanyak istigfar. Coba sahabatku buka surah Nuh ayat 10 - 13, desigram banyak istigfar, Allah bukakan "biamwaalin" rizki halal penuh berkah, "baniin" bukan cuma jodoh yg baik, terlebih lagi hingga generasi sholeh sholehah.


Rasulullah bersabda, "Barang siapa menyesuikan istigfar, hingga Allah mudahkan dikala sulit, Allah tunjukkan jalur keluar dari masalahnya, dan juga Allah beri rizki dari jalur yang tidak disangka - sangka" (HR Ibnu Majah dan juga Abu Dawud).

Dosa itu "syu'mun". membikin masalah, gelisah, dan juga sial, "Kemalangan kemalangan pada kamu terjalin karna dosa - dosa kalian" (QS Yasin 19), kalaupun sukses karna dosa itu "istidraaj" kesenangan sesaat dan juga semu, setelah itu kesimpulannya bala pula (QS Hud 15 - 16). desigram istigar, Allah angkat dosa, desigram terangkat dosa, terangkatlah masalah, gelisah, dan juga kesialan.

So saatnya untuk sahabatku buat berazam, berniat kokoh taubat begitu begitu diringi desigram senantiasa banyak istigfar dikala berdiri, duduk, berbaring, dirumah, dikendaraan, dipasar, dimana aja dan juga spesial tiap tuntas shalatf fardhu buat tidak buru buru beranjak, beristigfar lebih dulu, dan juga paling utama beristigfar dikeheningan malam. "Hamba hamba Allah yang beriman itu sedikit sekali rehatnya di waktu malam krn banyaknya mohon ampunan Allah di waktu sahurnya" (QS Azh Zhaariyaat 17 - 18).

Rasulullah bersabda, "Demi Allah, sebetulnya saya beristighfar dan juga bertaubat kepada Allah lebih dari 70 kali dalam sehari" (HR Bukhari), dalam riwayat lain 100 kali, masyaAllah gimana desigram arifin, kita yg banyak dosa ini, mestinya lebih hebat lagi istigfarnya kepada Allah.

"Do it right now sahabatku, insyaAllah you find it aamiin".

InsyaAllah Tawshiyah Zikir Akbar berulang ahad kesatu 3 April/25 Jumadil Akhir mulai 07 00 di mesjid Az Zikra Sentul.

Foto dikala tuntas istigfar dan juga mengajak ayah bunda polisi mulia POLDA Metro Jaya buat berjanji istigfar satu hari minimun 100 Kali.

ALLAHUMMA ya Allah tolonglah kami supaya senantiasa berzikir kepadaMu, senantiasa mensyukuri ni'matMu. dan juga senantiasa beribadah tersadu kepadaMu...aamiin.