Tampilkan postingan dengan label hijab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hijab. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

WANITA BACA INI : Lebih Baik Panasnya Hijabku Dibandingkan Panasnya Neraka

mbak tidak merasa kepanasan ya? ” satu nada perempuan tiba - tiba mengagetkanku. seorang mahasiswi menyapaku di depan rubrik layanan foto - kopi di universitas.



“pake demikian kan mampu buat gerah, ” perempuan itu berulang menguberku dengan persoalan. sempat kulirik, ke - 2 matanya tidak terlepas menyapu seluruh pakaian yang kubiarkan menjutai hingga ke dasar.

serupa universal, aku gunakan stelan jubah longgar yang kupadu dengan hijab besar sampai menutupi ke - 2 tanganku. mungkin ia mendengarkan pakaian yang kupakai.

sambil tersenyum, aku balik memandang. seorang wanita berjilbab pendek dan transparan. bajunyapun ketat. dia pula menggunakan celana yang seluruh menampakkan lekuk tubuhnya dengan cerah. yap, berikut stylelist muslimah jaman dikala ini. hijab gaul dan trendi, kata sebagian orang.

dengan ramah, aku menanggapi pertanyaannya, “iya panas pula sih. tetapi tidak jadi permasalahan apabila telah miliki kerutinan, ” ujarku tersenyum. “lagipula, dari pada panasnya neraka tambah baik panas disini lho, ” imbuhku santun.

sejenak dia terdiam dalam tatapanku. hingga kesimpulannya dia pula mengangguk sambil tersenyum. kujabat tangannya, dikala ini aku hendak pamit. foto - kopi pekerjaan makalah telah beres. dia berulang tersenyum.

tidak ketahui apa di fikirannya waktu ini. tuturnya, aku terasa plong mampu menanggapi satu pada sebagian puluh persoalan yang biasa menghampiriku.

dari kejauhan nada merdu azan dzuhur telah berkumandang memanggil sebagian orang beriman mengarah kemenangan. aku bergegas ke masjid.

budaya arab?

dapat jadi ilustrasi diskusi diatas sempat dialami sebagian orang muslimah. cerita yang acapkali hampiri banyak muslimah yang coba istiqamah berhijab setimpal sama tuntunan syariat. sebagian gelar dan stigma negatif seolah jadi makan wajib mereka. dari mulai julukanninja, teroris hingga mendapatkan sorakan “aisyah ayat - ayat cinta”.

pendapat sinis pula tidak henti mengenai, bahwa baju dan hijab lebar itu cocoknya di negara timur tengah bagaikan budaya arab, tidaklah dipakai di indonesia.

tidak kalah beratnya dari pihak keluarga, sebagian orang - tua dan keluarga masihlah menentang keinginan sebagian muslimah yang menginginkan menyempurnakan hijabnya. alasan susah dapat jodoh, kecil peluang kerja, hingga pada anggapan susah berteman di area keluarga.

di kelompok sebaya pula sekian. sebagian muslimah itu siap - siap dijuluki serupa emak - emak, rempong, sok suci, sok alim, belum layak, dsb.

please don’t bully me

dalam sistem ekspedisi keimanan seorang muslimah, memakai jilbab syar’i tentu jadi dini langkah yang baik. memilik pakaian tercantum pula opsi dari pemikiran hidup. hatta, mereka hoby telanjang ditempat universal (nudist) walaupun itu cerah aksi amoral, apabila di tanya argumennya, ujungnya tentu buat ‘menunjukkan jati diri dan ideologi’. yang tentu ‘ideologi ketelanjangan’.

dalam novel “dress and ideology - fashioning identity from antiquity to the present”, orang barat seorang diri yakini, gaun dan mode ialah sarana visual yang kokoh buat mengkomunikasikan pandangan hidup, politik,


sosial ataupun agama seseorang atau
tim.

terlebih lagi pula sejauh revolusi prancis, memakai celana ataupun gaun mampu melambangkan ortodoksi ideologis dan pemberontakan. revolusi prancis th. 1789 dan revolusi amerika, diisyarati kemerdekaanya th. 1776 satu antara lain perobahan pola hidup ; model rambut dan pakaian.

terlebih lagi pula bennett, a. (2005) sempat mengantarkan, “fashion sajikan satu diantara langkah yang amat siap dimana pribadi orang dapat buat statment visual yang ekspresif menimpa jati diri mereka. ”

karenanya, apabila opsi aku dengan hijab panjang (hijab syar’i) tentu pula dengan opsi yg tidak asal - asalan. karena opsi ini didasarkan firman allah ;

قُل لِّل�مُؤ�مِنِينَ يَغُضُّوا مِن� أَب�صَارِهِم� وَيَح�فَظُوا فُرُوجَهُم� ذَلِكَ أَز�كَى لَهُم� إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَص�نَعُونَ

“katakanlah pada perempuan yang beriman : hendaknya mereka menahan pemikirannya, dan kemaluannya, dan jangan hingga mereka memperlihatkan perhiasannya, terkecuali yang (universal) nampak dari kepadanya …” (qs. an - nur 24 : 31).

diluar itu, basic yang lain ialah firman allah subhanahu wa ta’ala (swt) ;

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَز�وَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء ال�مُؤ�مِنِينَ يُد�نِينَ عَلَي�هِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَد�نَى أَن يُع�رَف�نَ فَلَا يُؤ�ذَي�نَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“hai nabi, katakanlah pada istri - istrimu, kanak - kanak perempuanmu dan istri - istri orang mukmin : hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. yang sekian itu supaya mereka lebih mudah buat di tahu, karenanya mereka tidak diganggu. dan allah ialah maha pengampun lagi maha penyayang. ” (qs. al - ahzab 33 : 59).

berikut landasan terkuat, mengapa bagi aku seorang muslimah mesti berhijab. terdapat perintah allah yang tertuang cerah dalam al - qur’an. siapa yang menuruti perintah - nya, tentu allah mencintainya.

tengah yang tidak mematuhi perintahnya, jadi bersiaplah terima murka allah. karenanya, tolong janganlah usik dan hakimi sebagian muslimah yang tengah coba menyempurnakan hijabnya. karena tersebut usaha mereka buat patuh pada perintah rabbnya, si pencipta.

tetap mengharapkan jadi perempuan shalehah ialah alasan amat utama seorang muslimah berhijab, tercantum pula aku. dengan jilbab yang benar, muslimah itu belajar patuh pada allah subhanahu wata’ala. dengan jilbab yang syar’i, muslimah itu belajar melindungi ifffah (kesucian) dianya. dengan jilbab yang setimpal sama, muslimah itu belajar akhlak dan beradab.

rasulullah shallallahu alaihi wasallam (saw) bersabda : “dunia ialah perhiasan dan sebaik - baik perhiasan ialah perempuan shalihah. ” (hr. muslim). jadi panas ataupun gerah, ini ialah opsi.

untukmu saudariku

amat akhir, ijinkan aku sharing nasehat pada diriku dan saudariku sekaligus ;

tidaklah aku baik sampai aku berhijab. malah dengan hijabku, aku berupaya biar mampu mengambil langkah dalam kebaikan.

tidaklah lantaran aku suci sampai aku berhijab. namun dengan hijabku, aku berupaya melindungi kesucian.

tidaklah lantaran aku santun sampai aku berhijab. namun dengan hijabku, aku berupaya jadi individu yang santun.

tidaklah lantaran aku berpemahaman luas sampai aku berhijab. namun dengan hijabku, aku berupaya meluaskan uraian.

tidaklah lantaran aku alim sampai aku berhijab. namun dengan hijabku, aku berupaya jadi wujud yang alim.

oleh karenanya, tidaklah salah hijabku apabila aku khilaf dan berbuat salah. akupun berupaya melaksanakan revisi diri jadi seorang muslimah yang kaffah, buat taatku pada rabbku. (sebarkanlah)






(sumber: pelangimuslim_com )

Sabtu, 02 Juli 2016

Apakah Puasa Wanita tidak Berhijab Diterima?

puasa perempuan yang tidak berjilbab

benarkah puasanya perempuan yang tidak berhijab tidak diterima?

jawab:


bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

kita meyakini amal soleh di bulan ramadhan, pahalanya dilipat gandakan. dan juga kita pula butuh siuman kalau perbuatan maksiat yang dicoba manusia di bulan ramadha, dosanya pula dilipat gandakan.



al - allamah ibnu muflih dalam kitabnya adab syar’iyah melaporkan,

فصل زيادة الوزر كزيادة الأجر في الأزمنة والأمكنة المعظمة

ulasan tentang kaidah, bertambahnya dosa sebagaimana bertambahnya pahala, (kala dicoba) di waktu dan juga tempat yang mulia.

berikutnya, ibnu muflih mengatakan penjelasan gurunya, taqiyuddin ibnu taimiyah,

قال الشيخ تقي الدين: المعاصي في الأيام المعظمة والأمكنة المعظمة تغلظ معصيتها وعقابها بقدر فضيلة الزمان والمكان

syaikh taqiyuddin berkata, maksiat yang dicoba di waktu ataupun tempat yang mulia, dosa dan juga hukumnya dilipatkan, setimpal tingkatan kemuliaan waktu dan juga tempat tersebut. (al - adab as - syar’iyah, 3/430).

orang yang melaksanakan maksiat di bulan ramadhan, ia melaksanakan 2 kesalahan,

kesatu, melanggar larangan allah

kedua, menodai kehormatan ramdhan dengan maksiat yang ia kerjakan.

karna seperti itu, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikan ancaman keras orang yang masih giat bermaksiat kala puasa. dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, hingga allah tidak perlu dari kerasa lapar dan juga haus yang ia tahan. ” (hr. bukhari 1903, turmudzi 711 dan juga yang yang lain).

al - hafidz ibnu hajar mengatakan penjelasan dari ibnul munayir,

هو كناية عن عدم القبول ، كما يقول المغضب لمن رد عليه شيئا طلبه منه فلم يقم به : لا حاجة لي بكذا. فالمراد رد الصوم المتلبس بالزور وقبول السالم منه

ini menggambarkan ungkapan tidak diterimanya puasanya. serupa orang yang lagi marah, kala ia menyuruh teman tetapi tidak dikerjakannya, setelah itu ia berkata, “aku gak perlu itu. ” sampai - sampai iktikad hadis, menolak puasa orang yang masih aktif berbuat dosa, dan juga tidak menerima dengan baik darinya. (fathul bari, 4/117).

buka rambut/aurat, menebar dosa

kala perempuan memamerkan auratnya, yang terjalin, ia lagi jadi sumber dosa. dosa untuk tiap lelaki yang memandang pribadinya. seperti itu para perempuan yang jadi karena banyak lelaki melaksanakan zina mata… para perempuan yang mengobral harga diri dan juga auratnya di depan universal, tanpa kerasa malu.

karna itu, trik mengertinya bukan sekali memamerkan rambut/aurat, sekali berbuat dosa, bukan demikian. tetapi pula butuh dicermati berapa jumlah lelaki yang terserang akibat dari dosa yang ia jalani.

karna itu, normal bila nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membagikan ancaman amat keras buat model manusia semacam ini.

dari abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“dua tipe penunggu neraka yang belum sempat saya amati. (1) sekelompok orang yang bawa cambuk serupa ekor sapi, dan juga ia pakai buat memukuli banyak orang. (2) para perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, jalur berlenggak - lenggok, kepalanya serupa punuk onta, mereka tidak masuk surga dan juga tidak memperoleh harumnya surga, sementara itu bau harum surga dapat dicium sejarak ekspedisi yang amat jauh. ” (hr. ahmad 8665 dan juga muslim 2128).

puasanya tidak diterima

bila puasa seorang jadi tidak bernilai gara - gara dosa yang ia kerjakan.

apa yang dapat kamu bayangkan, kala terdapat orang yang jadi sumber dosa? ?

layakkah ia berharap puasanya diterima?

terlebih lagi karna karena ia, banyak lelaki yang pahala puasanya menurun..

dijawab oleh ustadz ammi nur baits (dewan pembina konsultasisyariah. com)




(sumber: yukbagi_com)

Kamis, 26 Mei 2016

SUBHANALLAH Pakai Jilbab di Luar Rumah, Lepas Jilbab di Dalam Rumah, Sudah Benarkah?Bantu Share Ya

 manusia itu terlahir bagaikan makhluk yang tidak ketahui apa - apa. tetapi allah memberikannya ide bagaikan modal buat pelajari pengetahuan. pengetahuan jadi bekal buat beramal.

dengan ketahui bumbu dapur dan tehnik memproses santapan, seseorang insya allahakan lihai dalam memasak. dengan kekokohan membaca, seorang anak insya allah mampu memperluas cakrawala lewat bermacam novel. dengan ketahui pengetahuan kedokteran, seorang dokter insya allah hendak mampu mengobati penderita. dengan pengetahuan tehnik, seorang ilmuwan insya allah mampu membangun jembatan yang kuat.

demikian pula dengan pengetahuan agama. hari ini bisa jadi aja kita sudah ketahui masalah a, jadi kita mengamalkannya. kemudian esok, kita ketahui masalah b, kemudian kita mengamalkannya. demikianlah senantiasa hingga kita wafat dunia. pengetahuan itu bermanfaat karna berbuah amal salih. apa gunanya pengetahuan apabila tidak diamalkan?

18 kelompok orang
hijab ialah satu diantara syariat islam yang bermanfaat melindungi kehormatan perempuan. seluruh aur4t ditutup dari pemikiran lelaki yang tidaklah mahram, dimana pula itu.

allah swt berfirman dalam quran tulisan an nur ayat 31, yang maksudnya :

“katakanlah pada sebagian perempuan beriman, ‘hendaklah mereka menahan pemikirannya, dan kemaluannya, dan jangan hingga mereka memperlihatkan perhiasannya, terkecuali yang (universal) nampak dari kepadanya. dan hendaknya mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka. dan jangan hingga memperlihatkan perhiasannya terkecuali pada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra - putra mereka, putra - putra suami mereka, saudara - saudara lelaki mereka, putra - putra kerabat lelaki mereka, putra - putra kerabat perempuan mereka, wanita - wanita islam, budak - budak yang mereka punyai, pelayan - pelayan lelaki yg tidak mempunyai hasrat (pada perempuan) , ataupun kanak - kanak yang belum ketahui menimpa aur4t perempuan. dan jangan hingga mereka memukulkan kaki mereka biar di tahu perhiasan yang mereka menyembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekaligus pada allah, wahai sebagian orang yang beriman supaya kamu mujur. ” (qs. an - nur : 31)

ayat diatas merinci sebagian orang. seorang perempuan muslimah dapat melepas hijab dihadapan mereka. ayo kita runut berulang :
suami.
ayah.
ayah suami (mertua).
putra (anak lelaki kandung).
putra suami (anak lelaki tiri).
kerabat lelaki.
putra kerabat lelaki (keponakan lelaki dari kerabat lelaki).
putra kerabat perempuan (keponakan lelaki dari kerabat perempuan).
wanita - wanita islam.
budak - budak.
pelayan - pelayan lelaki yg tidak mempunyai hasrat (pada perempuan) *)
kanak - kanak yang belum ketahui menimpa rambut/aurat perempuan.

“diharamkan atas kamu (mengawini) ibu - ibumu, anak - anakmu yang perempuan, saudara - saudaramu yang perempuan, saudara - saudara bapakmu yang perempuan, saudara - saudara ibumu yang perempuan, kanak - kanak perempuan dari saudara - saudaramu yang lelaki, kanak - kanak perempuan dari saudara - saudaramu yang perempuan, ibu - ibumu yang menyusui kamu, kerabat perempuan sepersusuan, ibu - ibu isterimu (mertua) , kanak - kanak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang sudah kamu campuri. tetapi apabila kamu belum campur dengan isterimu itu (dan telah kamu ceraikan) jadi tidak berdosa kamu mengawininya ; (dan diharamkan bagimu) isteri - isteri anak kandungmu (menantu) ; dan juga menghimpunkan (dalam pernikahan) 2 perempuan yang bersaudara, kecuali yang sudah berlangsung pada masa dulu sekali. sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang. ” (qs. an - nisa : 23)

menimpa pada tulisan an - nisa diatas, dipaparkan perempuan yang jadi mahram buat seseorang lelaki. ayo kita runut berulang.
bunda.
anak perempuan.
kerabat perempuan.
kerabat bapakmu yang perempuan (tante/bibi).
kerabat ibumu yang perempuan (tante/bibi).
anak perempuan dari saudaramu yang lelaki (keponakan perempuan).
anak perempuan dari saudaramu yang perempuan (keponakan perempuan).
bunda susuan.
kerabat perempuan sepersusuan.
mertua perempuan (bunda mertua).
anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang sudah kamu campuri (anak tiri yang ibunya sudah dinikahi oleh si lelaki dan sudah ia setubuhi dalam jalinan nikah itu).

dari perincian dalam tulisan an - nisa itu, mampu dimengerti bahwa mahram buat seorang perempuan ialah:
anak lelaki kandung.
ayah kandung.
kerabat lelaki kandung.
keponakan lelaki.
om/paman.
anak susuan.
kerabat lelaki sepersusuan.
menantu lelaki.
ayah tiri (bunda sang anak perempuan sudah menikah lalu terpaut badan dengan suami barunya itu. dengan perihal tersebut, sang ayah tiri sudah jadi mahram buat sang anak perempuan. namun, apabila sang bunda dan suami barunya sang ayah tiri itu belum terpaut badan lalu pada kesimpulannya berpisah, jadi sang ayah tiri tidaklah mahram buat sang anak perempuan).

buat ketahui dihadapan siapapun seorang perempuan muslimah dapat melepas jilbabnya, tulisan an - nur : 31 dan tulisan an - nisa : 23 bersama lengkapi keduanya. oleh karenanya, apabila kita padukan keduanya, jadi mampu kita mengenal bahwa seorang perempuan muslimah dapat melepas jilbabnya dihadapan:
suami.
ayah kandung.
ayah suami (mertua).
putra - putra (anak lelaki).
putra - putra suami (anak tiri).
kerabat lelaki kandung.
putra - putra kerabat lelaki (keponakan lelaki).
putra - putra kerabat perempuan (keponakan lelaki).
anak lelaki kandung.
om/paman.
anak susuan.
kerabat lelaki sepersusuan.
menantu lelaki.
ayah tiri (bunda sang anak perempuan sudah menikah lalu terpaut badan dengan suami barunya itu. dengan perihal tersebut, sang ayah tiri sudah jadi mahram buat sang anak perempuan. namun, apabila sang bunda dan suami barunya sang ayah tiri itu belum terpaut badan lalu pada kesimpulannya berpisah, jadi sang ayah tiri tidaklah mahram buat sang anak perempuan).

terkecuali 14 orang mahram itu, terdapat lagi sebagian orang yang dihadapannya seorang perempuan muslimah dapat buka hijab, ialah :
wanita - wanita islam.
budak - budak.
pelayan - pelayan lelaki yg tidak mempunyai hasrat (pada perempuan).
kanak - kanak yang belum ketahui menimpa rambut/aurat perempuan.
dengan perihal tersebut, totalnya jadi 18 kelompok orang.
berjilbab tanpa terdapat mengenali tempat

hanya dihadapan 18 kelompok diatas aja seorang perempuan muslimah dapat buka jilbabnya. menimpa dihadapan selebihnya, jadi aur4t wajib ditutup. itu berlaku dimana pula, tanpa terdapat mengenali tempat ; didalam maupun diluar tempat tinggal.

apabila terdapat lelaki non mahram didalam tempat tinggal, si muslimah wajib tutup auratnya biar tidak nampak oleh sang lelaki. namun apabila sang lelaki telah berangkat, ia dapat berulang melepas jilbabnya.
semisal dalam tiap harinya :
* hindun dan suaminya kedatangan tamu, sejoli suami - istri. hindun wajib berjilbab dan tutup auratnya dikala terdapat dihadapan tamunya itu.
zainab, bapak, dan juga ibunya berkunjung ke rumah kakak wanita zainab yang telah menikah. sepanjang sebagian jam mereka berposisi di situ. abang ipar zainab tidaklah mahram untuk zainab, sampai - sampai zainab senantiasa harus menutup aur4t kala di hadapan abang iparnya, walaupun itu di dalam rumah kakaknya seorang diri.
* sarah lagi berposisi di kamar kala adik lelakinya tiba berbarengan sahabat lelakinya. mereka berdua setelah itu masuk rumah dan juga duduk mengobrol di ruang tamu. kamar sarah berposisi di samping ruang tamu, sampai - sampai pintu kamarnya tersambung dengan ruang tamu. karenanya, apabila sarah mau keluar kamar dikala itu, ia harus berjilbab dan juga menutup aur4t karna sahabat adiknya lagi berposisi di ruang tamu.
* maryam senantiasa menyapu pekarangan rumahnya tiap pagi. pekarangan rumah itu pas berposisi di tepi jalur; kendaraan lalu - lalang di situ. dengan demikian, maryam harus berjilbab dan juga menutup rambut/aurat kala menyapu pekarangan rumahnya.
jadi, seseorang muslimah harus menggunakan hijab dan juga menutup aur4tnya apabila terdapat lelaki yang bukan mahramnya ataupun orang yang tidak terkategori dalam 18 kalangan yang telah kita sebutkan di atas. itu harus dicoba di dalam rumah ataupun di luar rumah.
mudah - mudahan jadi ilmu yang berguna.

catatan:
*) menimpa poin pelayan pria yang tidak memiliki kemauan terhadap perempuan (’التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَال ’) terdapat 3 kriterianya, ialah:
lelaki baligh (allah sebut rijal) ,
hidupnya tergantung ke teman (tidak dapat mandiri) ,
tidak mempunyai syahwat terhadap perempuan. serupa orang ideot, orang impoten yang tidak memiliki gairah, ataupun orang edan. (tafsir as - sa’di, 566)






(sumber: 9trendingnews.blogspot.com)

Selasa, 17 Mei 2016

Masya Allah!!! Luar Biasa, Sains Pun Membuktikan Hikmah Memakai Hijab

 ALLAH SWT. memerintahkan suatu tentu terdapat khasiatnya buat kebaikan manusia. dan juga tiap yang betul - betul khasiat dan juga dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, tentu disyariatkan ataupun diperintahkan oleh - Nya. Diantara perintah Allah itu merupakan berjilbab untuk perempuan muslimah. Berikut ini sebagian khasiat berjilbab bagi Islam dan juga ilmu pengetahuan.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)

“Ada 2 berbagai penunggu neraka yang tidak sempat kulihat sebelumnya; sekelompok pria yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. dan juga wanita - wanita yang berpakaian tetapi telanjang, sesat dan juga menyesatkan, yang dikepala mereka terdapat suatu mirip punuk unta. Mereka (wanita - wanita serupa ini) tidak hendak masuk surga dan juga tidak hendak mencium baunya. sebaliknya bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An - Nawawi ra. menarangkan kalau yang diartikan dengan “Wanita - wanita yang berpakaian tetapi telanjang” yakni mereka yang menutup sebagian badannya dan juga menampakkan sebagian yang lain dengan iktikad menampilkan kecantikannya.

“Wanita - wanita yang berpakaian tetapi telanjang” yakni mereka yang menutup sebagian badannya dan juga menampakkan sebagian yang lain dengan iktikad menampilkan kecantikannya.

2. bebas dari pelecehan

Banyaknya pelecehan intim terhadap kalangan perempuan merupakan akibat tingkah laku mereka sendiri. karna perempuan menggambarkan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

“Sepeninggalku tidak terdapat fitnah yang lebih beresiko untuk pria daripada wanita.” (HR. Bukhari).

Jikalau perempuan pada jaman Rasul menggambarkan fitnah terbanyak untuk pria sementara itu perempuan pada jaman ini tidak berubah - ubah terhadap hijab mereka dan juga tidak banyak lelaki jahat dikala itu, hingga gimana perempuan pada jaman sekarang? pastinya hendak jadi sasaran pelecehan. perihal ini telah teruji dengan tingginya pelecehan di negara - negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki - laki

Sifat cemburu merupakan watak yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati pria supaya lebih melindungi harga diri perempuan yang jadi mahramnya. Cemburu menggambarkan watak terpuji dalam Islam.

“Allah itu cemburu dan juga orang beriman pula cemburu. Kecemburuan Allah merupakan apabila seseorang mukmin mendatangi apa yang diharamkan - Nya.” (HR. Muslim).

Bila hijab ditanggalkan, kerasa cemburu pria hendak hilang. sampai - sampai bila terjalin pelecehan tidak terdapat yang hendak membela.

4. hendak serupa bidadari surga

“Dalam surga itu terdapat bidadari - bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tidak sempat dijamah seseorang manusia ataupun jin juga sebelumnya.” (QS. Ar - Rahman: 56).

“Mereka laksana permata yakut dan juga marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).

“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).

Dengan berjilbab, perempuan hendak mempunyai watak serupa bidadari surga. ialah menundukkan pandangan, tidak sempat dijamah oleh yang bukan mahramnya, yang tetap dirumah buat melindungi kehormatan diri. perempuan inilah menggambarkan perhiasan yang amatlah berharga.

Dengan berjilbab, perempuan hendak mempunyai watak serupa bidadari surga.

5. menghindari penyakit kanser kulit

Kanser merupakan sekumpulan penyakit yang menimbulkan sebagian sel badan berbeda sifatnya. Kanser kulit merupakan tumor - tumor yang tercipta akibat kekacauan dalam sel yang diakibatkan oleh penyinaran, zat - zat kimia, dan juga sebagainya.

Penelitian menampilkan kanser kulit lazimnya diakibatkan oleh cahaya Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan juga kaki. Kanser ini banyak melanda orang berkulit putih, karena kulit putih lebih gampang dibakar matahari.

Kanser bukanlah membeda - bedakan antara pria dan juga wanita. cuma saja, perempuan mempunyai energi tahan badan lebih rendah daripada laki - laki. Oleh karna itu, perempuan lebih gampang terkena penyakit spesialnya kanser kulit.

Oleh karna itu, trik buat melindungi badan dari kanser kulit merupakan dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. karna dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari cahaya UV. Melindungi badan bukan dengan mengenakan kerudung gaul dan juga pakaian ketat. Kenapa? karna perihal itu percuma saja. karna cahaya UV masih dapat menembus baju yang ketat terlebih baju transparan. Berjilbab disini haruslah setimpal kriteria jilbab.

6. Memperlambat indikasi penuaan

Penuaan merupakan proses alamiah yang sudah tentu dirasakan oleh seluruh orang ialah lambatnya proses perkembangan dan juga pemisahan sel - sel dalam tubuh. tanda - tanda penuaan antara lain merupakan rambut memutih, kulit keriput, dan juga lain - lain.

Penyebab utama indikasi penuaan merupakan cahaya matahari. cahaya matahari benar berarti untuk pembuatan vit Dyang berfungsi berarti terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah mampu dipaparkan kalau cahaya matahari memicu melanosit (sel - sel melanin) buat keluarkan melanin, dampaknya rusaklah jaringan kolagen dan juga elastin. Jaringan kolagen dan juga elastin berfungsi berarti dalam melindungi keelokan dan juga kelenturan kulit.

Krim - krim pelindung kulit juga tidak sanggup melindungi kulit secara keseluruhan dari cahaya matahari. sampai - sampai diajarkan buat melindungi badan dengan jilbab.

Jilbab merupakan kewajiban buat tiap muslimah. dan juga hijab juga mempunyai manfaat. nyatanya tidak sekadar bawa khasiat ukhrawi tetapi banyak pula khasiat duniawinya. hijab tidak cuma sekadar melindungi iman dan juga takwa pemakainya, tetapi pula membikin kulit terlindungi dari penyakit kanker dan juga proses penuaan.
Laporkan iklan?

Ternyata hijab tidak sekadar bawa khasiat ukhrawi tetapi banyak pula khasiat duniawinya.

Jilbab tidak cuma sekadar melindungi iman dan juga takwa pemakainya, tetapi pula membikin kulit terlindungi dari penyakit kanser dan juga proses penuaan.

Demikianlah Allah berikan kasih sayangnya kepada perempuan lewat syariat islam yang sempurna.




(Sumber: updatewew.blogspot.co.id)

Selasa, 10 Mei 2016

WANITA BACA INI : Lebih Baik Panasnya Hijabku Dibandingkan Panasnya Neraka

“MBAK gak merasa kepanasan ya?” sebuah suara perempuan tiba-tiba mengejutkanku. Seorang mahasiswi menyapaku di depan ruang jasa foto-kopi di kampus.

“Pake begitu kan bisa bikin gerah,” perempuan itu kembali mengejarku dengan pertanyaan. Sempat kulirik, kedua matanya tak lepas menyapu seluruh pakaian yang kubiarkan menjutai hingga ke bawah.

Seperti biasa, aku memakai stelan jubah longgar yang kupadu dengan jilbab besar hingga menutupi kedua tanganku. Mungkin dia memperhatikan pakaian yang kupakai.

Sambil tersenyum, aku balik menatap. Seorang gadis berjilbab pendek dan transparan. Bajunyapun ketat. Ia juga memakai celana yang semuanya menampakkan lekuk tubuhnya dengan jelas. Yup, inilah stylelist muslimah zaman sekarang. Jilbab gaul dan trendy, kata sebagian orang.

Dengan ramah, aku menjawab pertanyaannya, “Iya panas juga sih. Tapi tidak masalah kalau sudah terbiasa,” ujarku tersenyum. “Lagipula, daripada panasnya Neraka lebih baik panas di sini lho,” imbuhku santun.

Sejenak ia terdiam dalam tatapanku. Hingga akhirnya ia juga mengangguk sambil tersenyum. Kujabat tangannya, kini aku hendak pamit. Foto-kopi tugas makalah sudah beres. Ia kembali tersenyum.

Entah apa di pikirannya saat ini. Jelasnya, aku merasa plong bisa menjawab satu di antara puluhan pertanyaan yang biasa menghampiriku.

Dari kejauhan suara merdu azan Dzuhur sudah berkumandang memanggil orang-orang beriman menuju kemenangan. Saya bergegas ke masjid.

Budaya Arab?

Boleh jadi ilustrasi dialog di atas pernah dialami beberapa orang Muslimah. Kisah yang kerap menghampiri para Muslimah yang mencoba istiqamah berhijab sesuai tuntunan syariat. Sejumlah gelar dan stigma negatif seolah menjadi sarapan wajib mereka. Mulai dari julukanninja, teroris hingga mendapat sorakan “Aisyah Ayat-Ayat Cinta”.

Komentar sinis juga tak henti menerpa, bahwa baju dan jilbab lebar tersebut cocoknya di negeri Timur Tengah sebagai budaya Arab, bukan dipakai di Indonesia.

Tak kalah beratnya dari pihak keluarga, sebagian orangtua dan keluarga masih menentang niat para Muslimah yang ingin menyempurnakan hijabnya. Alasan susah dapat jodoh, sempit peluang kerja, hingga kepada anggapan susah bergaul di lingkungan keluarga.

Di kalangan sebaya pun demikian. Para Muslimah tersebut siap-siap dijuluki kayak emak-emak, rempong, sok suci, sok alim, belum pantas , dan sebagainya.

Please Don’t Bully Me

Dalam proses perjalanan keimanan seorang Muslimah, memakai hijab syar’i tentu menjadi awal langkah yang baik. Memilik pakaian termasuk pilihan dari pandangan hidup. Hatta, mereka hobi telanjang di tempat umum (nudist) meski itu jelas tindakan amoral, jika ditanya alasannya, ujungnya pasti untuk ‘menunjukkan identitas dan ideologi’. Yang pasti ‘ideologi ketelanjangan’.

Dalam buku “Dress and Ideology- Fashioning Identity from Antiquity to the Present”, orang Barat sendiri meyakini,  gaun dan fashion adalah sarana visual yang kuat untuk mengkomunikasikan ideologi, politik,
sosial atau agama seseorang atau kelompok.

Bahkan selama Revolusi Prancis, memakai celana atau gaun bisa melambangkan ortodoksi ideologis dan pemberontakan. Revolusi Prancis tahun 1789 dan Revolusi Amerika, ditandai kemerdekaanya tahun 1776 salah satunya perobahan gaya hidup; mode rambut dan pakaian.

Bahkan Bennett, A. (2005) pernah mengatakan, “Fashion menyediakan salah satu cara yang paling siap di mana individu dapat membuat pernyataan visual yang ekspresif tentang identitas mereka.”

Karena itu, jika pilihan saya dengan jilbab panjang (jilbab syar’i) juga pasti dengan pilihan yang tidak sembarangan. Sebab pilihan ini didasarkan firman Allah;

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya …” (QS. An-Nur [24]: 31).

Selain itu, dasar lainnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) ;

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 59).

Inilah landasan terkuat, mengapa menurut saya seorang Muslimah harus berhijab. Ada perintah Allah yang tertuang jelas dalam al-Qur’an. Siapa yang menuruti perintah-Nya, niscaya Allah mencintainya.

Sedang yang melanggar perintahnya, maka bersiaplah menerima murka Allah. Untuk itu, tolong jangan usik dan hakimi para Muslimah yang sedang mencoba menyempurnakan hijabnya. Sebab itulah upaya mereka untuk taat kepada perintah Rabbnya, Sang Pencipta.

Selalu berharap menjadi wanita shalehah adalah alasan utama seorang Muslimah berhijab, termasuk saya. Dengan hijab yang benar, Muslimah itu belajar taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan hijab yang syar’i, Muslimah itu belajar menjaga ifffah (kesucian) dirinya. Dengan hijab yang sesuai, Muslimah itu belajar akhlak dan beradab.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim). Jadi panas atau gerah, ini adalah pilihan.

Untukmu Saudariku

Terakhir, izinkan aku berbagi nasihat kepada diriku dan saudariku sekalian;

Bukan aku baik sehingga aku berhijab. Justru dengan hijabku, aku berusaha agar bisa melangkah dalam kebaikan.

Bukan karena aku suci sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjaga kesucian.

Bukan karena aku santun sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjadi pribadi yang santun.

Bukan karena aku berpemahaman luas sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha meluaskan pemahaman.

Bukan karena aku alim sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjadi sosok yang alim.

Oleh karena itu, bukan salah hijabku jika aku khilaf dan berbuat salah. Akupun berusaha memperbaiki diri menjadi seorang muslimah yang kaffah, demi taatku kepada Rabbku. (sebarkanlah)



(Sumber: pelangimuslim.com)

Rabu, 13 April 2016

Lebih Baik Panasnya Hijabku Dibandingkan Panasnya Neraka

 “MBAK gak merasa kepanasan ya?” sebuah suara perempuan tiba-tiba mengejutkanku. Seorang mahasiswi menyapaku di depan ruang jasa foto-kopi di kampus.
“Pake begitu kan bisa bikin gerah,” perempuan itu kembali mengejarku dengan pertanyaan. Sempat kulirik, kedua matanya tak lepas menyapu seluruh pakaian yang kubiarkan menjutai hingga ke bawah.

Seperti biasa, aku memakai stelan jubah longgar yang kupadu dengan jilbab besar hingga menutupi kedua tanganku. Mungkin dia memperhatikan pakaian yang kupakai.
Sambil tersenyum, aku balik menatap. Seorang gadis berjilbab pendek dan transparan. Bajunyapun ketat. Ia juga memakai celana yang semuanya menampakkan lekuk tubuhnya dengan jelas. Yup, inilah stylelist muslimah zaman sekarang. Jilbab gaul dan trendy, kata sebagian orang.
Dengan ramah, aku menjawab pertanyaannya, “Iya panas juga sih. Tapi tidak masalah kalau sudah terbiasa,” ujarku tersenyum. “Lagipula, daripada panasnya Neraka lebih baik panas di sini lho,” imbuhku santun.

Sejenak ia terdiam dalam tatapanku. Hingga akhirnya ia juga mengangguk sambil tersenyum. Kujabat tangannya, kini aku hendak pamit. Foto-kopi tugas makalah sudah beres. Ia kembali tersenyum.

Entah apa di pikirannya saat ini. Jelasnya, aku merasa plong bisa menjawab satu di antara puluhan pertanyaan yang biasa menghampiriku.
Dari kejauhan suara merdu azan Dzuhur sudah berkumandang memanggil orang-orang beriman menuju kemenangan. Saya bergegas ke masjid.

Budaya Arab?
Boleh jadi ilustrasi dialog di atas pernah dialami beberapa orang Muslimah. Kisah yang kerap menghampiri para Muslimah yang mencoba istiqamah berhijab sesuai tuntunan syariat. Sejumlah gelar dan stigma negatif seolah menjadi sarapan wajib mereka. Mulai dari julukanninja, teroris hingga mendapat sorakan “Aisyah Ayat-Ayat Cinta”.
Komentar sinis juga tak henti menerpa, bahwa baju dan jilbab lebar tersebut cocoknya di negeri Timur Tengah sebagai budaya Arab, bukan dipakai di Indonesia.
Tak kalah beratnya dari pihak keluarga, sebagian orangtua dan keluarga masih menentang niat para Muslimah yang ingin menyempurnakan hijabnya. Alasan susah dapat jodoh, sempit peluang kerja, hingga kepada anggapan susah bergaul di lingkungan keluarga.
Di kalangan sebaya pun demikian. Para Muslimah tersebut siap-siap dijuluki kayak emak-emak, rempong, sok suci, sok alim, belum pantas , dan sebagainya.

Please Don’t Bully Me
Dalam proses perjalanan keimanan seorang Muslimah, memakai hijab syar’i tentu menjadi awal langkah yang baik. Memilik pakaian termasuk pilihan dari pandangan hidup. Hatta, mereka hobi telanjang di tempat umum (nudist) meski itu jelas tindakan amoral, jika ditanya alasannya, ujungnya pasti untuk ‘menunjukkan identitas dan ideologi’. Yang pasti ‘ideologi ketelanjangan’.
Dalam buku “Dress and Ideology- Fashioning Identity from Antiquity to the Present”, orang Barat sendiri meyakini, gaun dan fashion adalah sarana visual yang kuat untuk mengkomunikasikan ideologi, politik, sosial atau agama seseorang atau kelompok.
Bahkan selama Revolusi Prancis, memakai celana atau gaun bisa melambangkan ortodoksi ideologis dan pemberontakan. Revolusi Prancis tahun 1789 dan Revolusi Amerika, ditandai kemerdekaanya tahun 1776 salah satunya perobahan gaya hidup; mode rambut dan pakaian.

Bahkan Bennett, A. (2005) pernah mengatakan, “Fashion menyediakan salah satu cara yang paling siap di mana individu dapat membuat pernyataan visual yang ekspresif tentang identitas mereka.”
Karena itu, jika pilihan saya dengan jilbab panjang (jilbab syar’i) juga pasti dengan pilihan yang tidak sembarangan. Sebab pilihan ini didasarkan firman Allah;
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya …” (QS. An-Nur [24]: 31).

Selain itu, dasar lainnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) ;
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 59).

Inilah landasan terkuat, mengapa menurut saya seorang Muslimah harus berhijab. Ada perintah Allah yang tertuang jelas dalam al-Qur’an. Siapa yang menuruti perintah-Nya, niscaya Allah mencintainya.
Sedang yang melanggar perintahnya, maka bersiaplah menerima murka Allah. Untuk itu, tolong jangan usik dan hakimi para Muslimah yang sedang mencoba menyempurnakan hijabnya. Sebab itulah upaya mereka untuk taat kepada perintah Rabbnya, Sang Pencipta.

Selalu berharap menjadi wanita shalehah adalah alasan utama seorang Muslimah berhijab, termasuk saya. Dengan hijab yang benar, Muslimah itu belajar taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan hijab yang syar’i, Muslimah itu belajar menjaga ifffah (kesucian) dirinya. Dengan hijab yang sesuai, Muslimah itu belajar akhlak dan beradab.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim). Jadi panas atau gerah, ini adalah pilihan.
Untukmu Saudariku
Terakhir, izinkan aku berbagi nasihat kepada diriku dan saudariku sekalian;
Bukan aku baik sehingga aku berhijab. Justru dengan hijabku, aku berusaha agar bisa melangkah dalam kebaikan.

Bukan karena aku suci sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjaga kesucian.

Bukan karena aku santun sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjadi pribadi yang santun.

Bukan karena aku berpemahaman luas sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha meluaskan pemahaman.

Bukan karena aku alim sehingga aku berhijab. Namun dengan hijabku, aku berusaha menjadi sosok yang alim.

Oleh karena itu, bukan salah hijabku jika aku khilaf dan berbuat salah. Akupun berusaha memperbaiki diri menjadi seorang muslimah yang kaffah, demi taatku kepada Rabbku. (sebarkanlah)


Sumber: http_kabarislaminews_blogspot_co_id

Muslimah Wajib Baca! Inilah Azab untuk Wanita yang Tidak Berhijab

Wahai saudariku, Kami mengingatkan sebuah pesan dari Nabi Kita, Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam tentang Hijab.

Jangan menyesal kelak di hari kiamat, bila Anda tidak mau membaca dan mentaati nasehat ini.

1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya‘‘Rambutnya akan digantung dengan api Neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya...!!!’’

2.Azab buat perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya‘‘Digantung dengan rantai api neraka dimana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini...!!!’

3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai‘‘Perempuan ini mukanya akan menghitam dan memakan isi perutnya sendiri...!!!’’(H.R. Imam Bukhari dan Muslim)

Semoga Bermanfaat untuk Kita Dan Sahabat yang Lainnya..
Rasulallah SAW bersabda : "Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Semoga teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT. 



(sumber: siramanislam_com)