Tampilkan postingan dengan label orang tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang tua. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

Mari Kita Baca Dan Memahami, Nak, Jangan Tabur Bunga di Atas Makam Ayahmu!

anakku, saat sebelum jenazah ayahmu dimakamkan izinkan bunda mengantarkan wasiat dia, ” ucap seseorang wanita sambil memegang jasad suaminya yang telah terbalut kafan.

“wasiat apakah itu, bu. bila benar dapat ditunda, baiknya menunggu seusai jenazah bapak dikebumikan aja. ”

“tidak dapat. wasiat ini mesti di informasikan saat ini. almarhum ayahmu berwasiat supaya jangan terdapat yang menaburkan bunga di atas makamnya. ”

“anakku, saat sebelum jenazah ayahmu dimakamkan izinkan bunda mengantarkan wasiat dia, ” ucap seseorang wanita sambil memegang jasad suaminya yang telah terbalut kafan.

si anak kaget. bukankah menaburkan bunga di atas makam menggambarkan aktivitas yang umum dicoba?

“maaf, bunda. benarkah almarhum bapak berwasiat demikian? bukankah dalam suatu hadis riwayat muslim diriwayatkan, nabi muhammad saw bersabda, ‘saya melewati 2 buah kubur yang penghuninya tengah diadzab. aku berharap adzab keduanya mampu diringankan dengan syafa’atku sepanjang kedua belahan pelepah tersebut masih basah’. bila demikian, pemberian barang tercantum bunga sepanjang kondisi masih basah dimaksudkan buat meringankan adzab seorang yang telah wafat? ” ucap si anak menyanggah komentar ibunya.

“dalam qur’an surah al - isra: 44, allah berfirman, ‘langit yang 7, bumi dan juga seluruh yang terdapat di dalamnya bertasbih kepada - nya. dan juga tidak terdapat suatupun melainkan bertasbih dengan memuji - nya, namun kalian sekaligus tidak paham tasbih mereka. sebetulnya ia merupakan maha penyantun lagi maha pengampun. ’ sampai - sampai, tidak ada fakta yang menampilkan kalau pelepah kurma ataupun bunga hendak menyudahi bertasbih bila dalam kondisi kering. ”
“jika demikian, kenapa nabi muhammad melaksanakan perihal tersebut? ”

“anakku, perbuatan nabi saw tersebut bertabiat kasuistik (waqi’ah al - ’ain) dan juga tercantum kekhususan dia sampai - sampai tidak dapat dianalogikan ataupun ditiru. perihal ini disebabkan dia tidak melaksanakan perihal yang seragam pada kubur - kubur yang lain. begitu pula para teman tidak sempat melaksanakannya. sampai - sampai keringanan adzab kubur yang dirasakan kedua penunggu kubur tersebut merupakan diakibatkan doa dan juga syafa’at nabi saw kepada mereka, bukan pelepah kurma tersebut. ”

kondisi sepi. si anak mulai mengolah, apakah perkataan ibunya benar benar. kemudian bila benar, kenapa tabur bunga begitu banyak dicoba? seketika, ibunya berulang melanjutkan pembicaraan.

“anakku, ketahuilah terdapat seseorang ulama hadis mesir, syaikh ahmad syakir rahimahullah berkata, ‘perbuatan ini (tabur bunga) digalakkan oleh mayoritas orang, sementara itu perihal tersebut tidak mempunyai sandaran dalam agama. perihal ini dilatarbelakangi oleh perilaku berlebih - lebihan dan juga perilaku mengekor kalangan nasrani. ”

ibunya berulang mengatakan, “apa yang terjalin, spesialnya di negara mesir menggambarkan contoh dari perihal ini. orang mesir juga melaksanakan tradisi tebar bunga di atas pusara ataupun silih menghadiahkan bunga sesama mereka. orang - orang meletakkan bunga di atas pusara saudara ataupun kolega mereka bagaikan wujud penghormatan kepada mereka yang telah meninggal, ’ (ta’liq ahmad syakir terhadap sunan at tirmidzi 1/103, dinukil dari ahkaamul janaaizhal. 254). dari seperti itu, kenapa almarhum ayahmu bersikeras supaya makamnya tidak ditaburi bunga. ”

“baiklah, bu. bila benar demikian baiknya wasiat bapak dilaksanakan. mudah - mudahan aja, apa yang jadi wasiat bapak bernilai kebaikan. aamiin. ”

“satu perihal lagi yang wajib dirimu tahu, kalau nabi muhammad saw tentu diberi mukjizat oleh allah atas kemampuannya memandang azab kubur. sampai - sampai secara spesial melaksanakan demikian. sebaliknya apabila kita yang melaksanakan dikhawatirkan memiliki sindiran dan juga celaan kepada penunggu kubur. ”

ibunya menegaskan, “jika menabur bunga diperuntukan sebab buat meringankan adzab, perihal tersebut menggambarkan salah satu wujud berburuk sangka (su’uzhan) kepada penunggu kubur, karna menganggapnya bagaikan pelakon maksiat yang tengah diadzab oleh allah di dalam kuburnya bagaikan balasan atas perbuatannya di dunia. sementara itu, kita tidak mengenali apakah penunggu kubur tersebut diazab ataupun tidak. pengetahuan kita terhadap alam gaib tidak dapat disejajarkan dengan nabi muhammad. ”




(sumber: palingseru. com )

Kamis, 02 Juni 2016

Muliakan Orang Tua, Maka Tuhan Akan Memuliakanmu

banyak orang mau sukses dalam menempuh hidup, tetapi banyak pula dari mereka yang tidak menyadari kalau salah satu trik yang amat gampang buat mencapai kesuksesan baik dunia ataupun akhirat merupakan dengan memuliakan orang tua.


budi harta winata,
pengusaha baja/owner pt. artha mas graha andalan.
kala ditanya rahasia suksesnya jadi pengusaha, jawabnya pendek:
“jadikan orang tuamu raja, hingga rezeki mu serupa raja”.

pengusaha yang saat ini tinggal di cikarang ini juga menceritakan kalau orang hebat dan juga sukses yang dia tahu seluruhnya memperlakukan orang tuanya serupa raja.

mereka menghormati, memuliakan, melayani dan juga memprioritaskan orang tuanya.
lelaki asal banyuwangi ini bertutur, “jangan perlakukan orang tua serupa pembantu ".

orang tua sudah melahirkan dan juga membesarkan kita, lha kok masih tega - teganya kita memohon harta ke mereka, pada perihal kita sudah berusia.

ataupun orang tua dimohon mengasuh anak kita sedangkan kita sibuk
bekerja.

apabila ini yang terjalin hingga rezeki


orang itu merupakan rezeki pembantu, karna dia memperlakukan orang tuanya serupa pembantu.

walaupun suami/istri bekerja, rezekinya senantiasa kurang terlebih lagi nombok tiap bulannya.

bagi suatu lembaga survey yang mengambil ilustrasi pada 700 keluarga di jepang, kanak - kanak yang sukses merupakan : mereka yang memperlakukan dan juga melayani orang tuanya serupa seseorang kaisar.

dan juga kanak - kanak yang sengsara hidupnya merupakan mereka yang padat jadwal dengan urusan pribadinya seorang diri dan juga kurang perduli pada orang tuanya.

tetapi pula jangan mendekati orang tua cuma buat memperoleh hartanya.

ayo terus berupaya keras supaya kita dapat memperlakukan orang tua serupa raja. buktikan dan juga jangan cuma terdapat di angan - angan.

beruntunglah untuk yang masih mempunyai orang tua, masih belum terlambat buat berbakti. saat sebelum mereka berulang keharibaan allah.

duit dapat dicari, ilmu dapat di gali, tetapi peluang buat mengasihi orang tua kita takkan terulang berulang.






[sumber: sahabatummat. blogspot. co. id]

Rabu, 01 Juni 2016

Jadikan Orang Tuamu Seperti Raja, Maka Rezekimu Juga Seperti Raja

 ridha allah terdapat pada keridhaan orang tua, kebencian allah terdapat pada kebencian orang tua.
kita diperintahkan allah buat berbakti pada orang tua :
" dan juga kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada 2 orang bunda ayahnya; ibunya telah mengandungnya dalm kondisi lemah yang bertambah - tambah, dan juga menyapihnya dalam 2 tahun. bersyukurlah kepadaku dan juga 2 orang bunda bapakmu, cuma kepada - kulah kembalimu (q. s. lukman : 14)

berbakti
ridha allah bergantung pada ridha orang tua

kita sudah terbiasa mendengar kalimat ridha allah terletak pada keridhaannya orang tua. tetapi dalam keseharian apakah kita mengasyikkan / berbakti pada orang tua? mengerti kah kamu kalau kesalahan yang kita buat pada orangtua dapat memacetkan rezeki? pandanglah diri kita, sudahkah kita memperlakukan orang tua serupa raja buat menemukan keridhaannya? dengan ridhanya orangtua, kita berharap allah juga hendak ridha dan juga melimpahkan rezekinya. terdapat banyak cerita kesulitan anak manusia yang terekam, terdapat banyak cerita keburaman anak manusia yang terpotret, nyatanya seluruhnya bermuara dari perasaan sakitnya hati orangtua terhadap anaknya.

trik menjadikan orang tua bagaikan raja
kamu amati gimana raja diperlakukan oleh rakyatnya? raja senantiasa diutamakan dalam seluruh perihal dan juga seluruh peluang. sedapat bisa jadi raja memperoleh santapan yang tersadu, baju yang tersadu, pelayanan yang memuaskan. begitu pula sepatutnya kita memperlakukan orang tua kita.

beri santapan tersadu buat mereka. bila orangtua mau makan suatu, usahakanlah. jangan membikin orangtua menunggu terlebih kelaparan. ingatlah waktu kecil apa sempat orangtua menunda buat berikan makan kita? apa sempat orangtua membikin kita kelaparan? semenjak balita merah juga orang tua lekas sigap penuhi kebutuhan kita dikala menangis. bunda sudah siap sedia dengan asinya yang mengenyangkan perut kita. bapak sudah siap membelikan susu bila asi ibu masih merasa kurang penuhi kerasa lapar kita. besar sedikit bunda tetap menyuapi santapan kita karna kita belum sanggup menyuapi diri seorang diri. pernahkan terpikir kalau bisa jadi mereka seorang diri belum makan demi mengutamakan kita? dikala tua dan juga rentanya apakah kita melaksanakan perihal yang sama pada mereka? apakah kita mendahulukan makanannya, memberinya santapan tersadu yang ia senangi, menyuapinya di ketika tangan tuanya telah bergetar?
cukupi kebutuhannya. sempatkah dikala kita kecil memohon dan juga merengek menginginkan suatu orangtua menolaknya? walaupun keadaan ekonominya pas - pasan orangtua senantiasa mengusahakan buat kita. walaupun wajib mempertaruhkan keinginannya seorang diri orangtua rela demi memandang senyum di muka kita. dikala besar pernahkan permintaan orangtua kita utamakan? sempatkah keinginannya kita lekas upayakan? ataupun kita senantiasa mengabaikannya dan juga menyangka orang tua sangat banyak permintaan, sedangkan kita seorang diri banyak kebutuhan? ingat baik - baik, senyum di muka orang tua karna bahagia pada apa yang kita jalani hendak mempermudah ridha allah, mempermudah rezekinya tercurah pada kita.
libatkan mereka dan juga senantiasa memohon doa restunya. kita sempat berlindung di balik rahim seseorang bunda, merasakan manisnya air susunya dan juga merasakan belaian dan juga proteksi bapak. sehabis berusia dikala mau membikin keputusan berarti dalam hidup kita sempatkah kita mengaitkan mereka? dikala mau melamar pekerjaan ataupun melamar seseorang perempuan apakah kita memohon doa restu orang tua? bila mereka tidak merestui apakah dengan berani kita menentangnya, menyangka mereka membatasi masa depan kita? (baca : kenapa berbakti pada bunda dapat melipatgandakan rezeki? )
atensi yang tidak putus. walaupun kita telah mempunyai keluarga yang jadi tanggung jawab kita seorang diri, atensi terhadap orangtua tidak boleh putus. karna terasa sudah mengirimi duit seperlunya buat penuhi kebutuhannya kita terasa tidak butuh lagi buat mengunjunginya. sekadar menelepon juga kita enggan dengan sebab padat jadwal. kita terasa cukup membayar pembantu ataupun suster buat mengurusnya, sudah cukup bakti bagaikan anak. toh duit yang dikeluarkan tidak sedikit. begitukah benak kita? " barangsiapa yang suka diluaskan rizki dan juga dipanjangkan usianya hingga hendaklah dia menyambung tali silaturahmi. " (h. r. bukhari). silaturahmi yang amat utama saat sebelum kepada teman merupakan kepada orangtua kita seorang diri.
rawat dikala ia sakit dengan perawatan tersadu yang kita sanggup. pengeluaran penyembuhan dikala ini mahal, bersediakah kita sediakan pengeluaran buat membiayai penyembuhan orangtua kita? ataupun membiarkan mereka dirawat dukun kampung aja dengan benak toh usianya sudah tidak lama lagi? bersediakah kita turun tangan mensterilkan kotorannya serupa dikala kita kecil dahulu, memapahnya berjalan serupa dikala langkah kaki kecil kita dahulu diajarinya berjalan, menyisir rambutnya dengan minyak serupa halnya dahulu dia merapikan rambut kita sehabis mandi ?
bagikan kebahagiaan dengan mengaitkan anak. perkenankan ia berjumpa dan juga bercengkrama dengan anak cucunya. membawa kanak - kanak kita buat berjumpa dan juga libatkan mereka buat turut berikan atensi pada kakek / neneknya. paling tidak mereka belajar dari kita gimana memperlakukan orangtua. bila kita memperlakukan orang tua kurang baik, kanak - kanak kita hendak belajar dan juga memperlakukan kita di masa tua sama serupa kita memperlakukan orangtua. kanak - kanak merupakan pembelajar tercepat.

bila seluruh itu sudah kita jalani, kita hendak mengasyikkan hati orang tua. orang tua yang bahagia dan juga senang hendak mendoakan anak - anaknya. mengerti kah kamu kalau doa orangtua itu diterima allah? tidak terdapat orangtua yang ingin mendoakan anak - anaknya sulit dan juga jauh rezeki. namun orangtua tetaplah manusia biasa yang dapat sakit hati dan juga terluka. kesakitan dan juga rintihan hatinya akibat perbuatan kita dapat membikin allah marah. dapat pula orang tua yang karna kemarahannya menyumpahi kita anaknya. waspadalah bila ini terjalin karna dapat aja, dikala maut bakal menjemput, ajal sulit berpisah dari tubuh karna menanggung dosa pada orangtua. bila berdosa pada allah kita cuma tinggal meminta ampun padanya dan juga insya allah hendak diampuni, namun bila berdosa pada orangtua cuma hendak diampuni allah sehabis orangtua ridha dan juga memaafkan kesalahan kita. ingatlah buat terus berbuat baik pada orangtua, peruntukan ia raja dalam kehidupan kita, supaya rezeki kita serupa rezeki raja yang terus mengalir tanpa terdapat habisnya. pintu langit hendak terbuka dengan mudahnya, merendahkan rezeki allah pada hamba yang dicintainya.

" saya bertanya kepada nabi saw tentang amal - amal yang amat utama dan juga dicintai allah, nabi saw menanggapi, kesatu shalat di dini waktu, berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalur allah. " (h. r. bukhari - muslim).

betapa celakanya bila orangtua meninggalkan kita sembari bawa kerasa jengkel dan juga kerasa sakit hati. wallahu alam.



(sumber: lancarrezeki.blogspot.co.id)

Rabu, 25 Mei 2016

Berbaktilah Kepada Orang Tuamu, Maka Rezekimu Akan Dipermudah. Baca dan Sebarkan!

kedua orangtua amat bisa jadi jadi orang amat berjasa dalam kehidupan kita si anak. oleh karenanya, normal apabila diantara rejekimu, terdapat rejeki orang tuamu. sedikit percikan dari informasi berikut ini bisa jadi aja mampu buat kita ingat buat berterima kasih pada orangtua, lebih utama lagi apabila mereka masihlah terdapat didunia. sekurang - kurangnya kita masihlah memiliki kesempatan buat membahagiakan mereka.

terdapat satu cerita menimpa ummu hamid yang kembali dengan hati kuatir. tampaknya hari itumerupakan hari jatuh tempo pembayaran angsuran rumahnya. ummu hamid ketahui bahwa pemasukan dia dan suaminya begitu terbatas, bisa jadi aja tidak menyanggupi tagihan tempat tinggal mereka. nominalnya seorang diri ialah 2 ratus ribu rupiah, tetapi buat ia nominal ini tercantum begitu besar. dia tidak mampu mengambil cost dari pengeluaran lain lantaran perihal yang lain ini lebih utama dan menekan.

ummu hamid menanti suami sembari menelepon si bunda. dia memanglah telah sering menelepon ibunya mulai semenjak kuliah. waktu menelepon, tampaknya dia pula baru ketahui bahwa dana bulanan buat ke - 2 dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya pula belum dikerjakan. memanglah hingga saat ini ia ikut membayar pengeluaran air, listrik, dan kepentingan orang tuanya yang lain. walaupun demikian ummu hamid merasa bahwa banyak pengeluaran tidak terduga akhir­akhir ini.

selang sebagian dikala ummu hamid sempatberpikir bahwa supaya saudaranya aja yang memikul, toh ia telah berjasa hingga saat ini. seusai ketahui bahwa fikiran itu salah, ia lekas mengucap istighfar dengan kilat. seusai menelepon ibunya, tanpa terdapat fikir panjang lagi dia mentransfer sebagian uang pada si bunda. disinilah makna menjadikan orangtuamu raja jadi rejekimu serupa raja nampak. waktu kesulitan serupa ini pula, ummu hamid masihlah memikirkan buat bagikan nominal lebih buat sang
bunda.

tuntas mentransfer, ummu hamid mengecheck saldo rekeningnya dan dia cukup berkecil hati lantaran nilai saldo buat membayar tagihan tempat tinggal kian sedikit. dia memikirkan cukup lama buat ketahui gimana ia mampu membayar angsuran tempat tinggal itu. di satu segi, dia tidak menyesal sudah memenuhi keperluan si bunda. di segi lain, tidak bisa jadi aja dia tidak membayar angsuran lantaran dia nyatanya hendak terserang denda yang nominalnya cukup berarti.

terlebih lagi pula di saat ini ini pula ummu hamid hanya mampu memiliki mimpi memiliki tempat tinggal individu bertepatan keluarganya. dengan kerasa risau ini pula ia selekasnya jalani wudhu. dia memanglah merasa pelarian amat cocok ialah shalat 2 rakaat pada yang maha penyayang allah swt. tuntas salam, suaminya pula datang dirumah.

hasratnya lekas menggebu­gebu buat mengatakan perihal itu pada suami, tetapi setimpal sama ekspektasi tampaknya ummu hamid sukses menahan hasrat itu. dia mengerti bahwa suaminya tentu letih seusai sejauh hari bekerja, dia tidak menginginkan berikan beban suaminya itu.

tidak diprediksi, suaminya mendapatkan rejeki dari kantor tempat dia bekerja. tampaknya terdapat seseorang yang sempat jalani utang pada suaminya namun barusan melunasi nilai itu hari ini. sekali lagi, menjadikan orangtuamu raja jadi rejeki kamu hendak jadi raja.

ummu hamid yang mendengar berita bahagia ini sontak berteriak allahu akbar. terlebih lagi pula dia pula kurang ingat dengan utang yang dikerjakan oleh orang itu. yang lebih mengagetkan lagi, waktu ia buka amplop, tampaknya nominalnya persis 200 kali lipat dari yang sudah dia transfer pada si bunda.

pendek narasi, pada kesimpulannya dia mampu melunasi angsuran tempat tinggalnya dan memiliki tempat tinggal yang diimpikannya. jadi, jangan hingga menyepelehkan ridha orangtua. rahasia kunci sukses rejeki manusia ialah manusia yang mampu memuliakan dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanya' href='ibu dan juga bapaknya'>ibu dan juga bapaknya bapaknya'>ibu dan juga bapaknya serupa raja. mudah - mudahan mampu jadi percikan yang menghangatkan hati kita semua



(sumber : detakmuslim. com)

Rabu, 11 Mei 2016

Prajurit Kopassus Pecahkan Rekor Dunia, Melihat Orang Tua Langsung Cium Kakinya.. Masya Allah!

Mematahkan 55 buah balok es yang berderet sepanjang kira-kira 55 meter dengan tebal 15 senti meter menggunakan jidat bukan perkara mudah. Selain butuh keahlian tinggi aksi ini juga membutuhkan ketepatan dalam menempatkan posisi jidat pada titik pemecahan es balok.

Aksi ini juga butuh kecepatan gerakan dalam pematahan serta pengaturan pernafasan untuk memusatkan konsentrasi tenaga pada kepala. Namun hal itu bisa dilaksanakan salah seorang prajurit Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Sertu (Inf.) Kopassus Dwi Andi.

Prajurit asal Klaten ini pada Senin (4/4/2016) berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) setelah mematahkan sederet balok es dalam waktu satu menit di Lapangan Bhirawa Yudha Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo.

“Ini berarti dia berhasll memecahkan rekor dunia Muri. Karena selama ini belum ada orang yang mematahkan balok es dengan kepala sebanyak 55 buah balok es,” ujar Senior Manager Muri, Ngadri, dikutip dari Solopos.com.

Sebelumnya acara didahului dengan atraksi demo beladiri Merpati Putih oleh 84 prajurit Grup 2 Kopassus. Acara yang diprakarsai Danjen Kopassus Myjen TNI M. Herindra ini ditutup dengan pemberian penyerahan sertifikat Muri oleh, Ngadri.

Keberhasilan ini disaksikan ratusan tamu undangan termasuk masyarakat sekitar yang diundang untuk pemberian sembako, Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi; Wakapolres Sukoharjo, Kompol Andika Bayu; Wadan Grup 2 Kopassus, Letkol (Inf.) Andrian Triswasana; Pamen Ahli Kopassus, Kol. (Inf.) Saleh Mustafa; Asren Kopassus, Kol. (Inf.) Agus Sasmita; Kapen Kopassus, Letkol (Inf.) Joko Tri Hadi M dan sebagainya.

Sementara itu Dwi Andi seusai mematahkan seluruh balok es mengaku puas. Namun dia mengakui hal ini berat sekali.

“Tadi pada pematahan balok es ke 42, oksigen di badan terasa nol atau tidak ada. Karena itu pada akhir pemecahan balok es ke-55 saya sempat sempoyongan,” ungkap dia sambil menambahkan dia perlu latihan empat bulan untuk mematahkan balok-balok es tersebut.

Pada bagian lain orang tua Dwi Andi mengaku sempat waswas dengan aksi ini. Karena pematahan balok es dilakukan dengan jidat dan jumlahnya cukup banyak.

”Biasaanya jumlahnya paling hanya 30 sampai 40 buah. Maka dari itu ketika sekarang harus mematahkan 55 buah balok es saya juga deg-degan,” ujar ibu Dwi Andi, Wiwik Handayani, 58, dengan mata berkaca-kaca karena terharu.

Menurut dia saat persiapan beberapa waktu lalu, Dwi sering kali menelepon dirinya untuk meminta doa restu dan mendoakannya. Hal ini membuat Wiwik selalu waswas ketika mendekati hari H pelaksanaan.

Terkait dengan hal tersebut Wiwik mengaku setiap hari mendoakan putranya yang akan mempersembahkan kebanggaan bagi korpsnya.

“Dia itu ibaratnya anak mama, jadi kalau ada apa-apa entah mau tugas ke mana atau hal penting lainnya dia selalu menelepon saya dan ayahnya,” kata dia.

Sedangkan ayah Dwi, Bambang Subianto, 64, mengatakan semula dia tak mengira Dwi Andi bisa masuk TNI. Karena fisik putra kedua dari empat bersaudara itu dinilai tak memadai, setelah menderita sakit berat.

Dia menjelaskan hal itu terjadi karena saat SMA putranya suka hidup tak teratur dan suka berkelahi. Namun sekarang dia bersyukur karena telah berhasil mencetak prestasi membanggakan.

“Dulu ketika masih SMA dia sering membela teman-temannya kalau berkelahi. Anak saya ini memang solidaritasnya kepada teman-teman tinggi,” kata dia.

Sementara itu suasana pematahan balok es berlangsung lancar. Setelah berhasil mencetak rekor Muri, Dwi langsung diangkat teman-temannya beramai-ramai sambil menyanyikan lagu-lagu penyemangat.

Terlepas dari itu semua ada adegan yang menerenyuhkan. Seusai mematahkan balok-balok tersebut Dwi yang dihampiri kedua orang tuanya langsung bersimpuh mencium kedua kaki mereka.

Kedua orang tua ini langsung mengusap kepala Dwi sehingga adegan mengharukan ini membuat mereka yang hadir hening sejenak.



(sumber: news.okezone.com)

Minggu, 08 Mei 2016

Renungan MasyaAllah.. Lelaki Ini Gendong Ayahnya Selama Berhaji

Kebaikan dan budi orang tua tidak akan pernah bisa dibalas oleh seorang anak. Walau dengan cara menggendongnya saat berhaji, Demikian seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Namun, bukan berarti menggendongnya waktu haji bukan sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan.


Suatu ketika ada salah seorang sahabat yang ingin membalas kebaikan ibunya. Kemudian dia menggendong ibunya untuk pergi haji. Ketika ibundanya bergerak sedikit saja, terlukalah kulit sang anak tersebut. Tapi dia selalu mengatakan, "Aku Ikhlas untuk ibundaku".

Dia berjalan di bawah terik sinar mentari padang pasir hingga sampai di Ka'bah. Bahkan ketika thawaf pun, terus digendongnya ibunya penuh dengan kasih sayang. Meskipun harus tertatih dan terluka, dia ikhlas karena inilah yang bisa dilakukan untuk ibundanya.

Kemudian dia bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, aku telah menggendong ibuku untuk berthawaf dan berhaji. Apakah aku sudah bisa membalas jasa ibundaku? Rasulullah SAW menjawab, ketahuilah wahai anak muda. Apa yang sudah kamu lakukan itu belum mampu membalas setetes darah pun waktu ibumu melahirkanmu.

MasyaAllah..
Dari sabda nabi tersebut kita bisa mengambil hikmah, salah satunya


adalah kenapa Nabi tidak mengatakan walaupun kamu menggendong saat shalat atau puasa?

Karena pada hakikatnya haji adalah ibadah yang paling berat daripada ibadah yang lain, karena selain dituntut istitho'ah, jamaah haji juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, secara lahir maupun batin. termasuk menjaga diri dari perbuatan fasiq, berbantah-bantahan dan perbuatan yang tidak diperbolehkan dalam agama selama prosesi haji berlangsung.

Baru-baru ini dilansir dari laman Emirates 24/7, Salah satu lelaki Pakistan yang tidak ingin disebutkan namanya tertangkap kamera sedang menggendong ayahnya yang lumpuh. Kejadian itu terungkap saat lelaki berusia sekitar 50 tahun itu melakukannya selama shalat Jumat di Arab Saudi.

Ia menceritakan ayahnya telah lumpuh sejak lama dan tidak bisa lagi berjalan layaknya manusia pada umumnya. ayahnya sejak dulu bermimpi ingin menunaikan ibadah haji. namun karena kondisi ekonomi dia harus menabung selama 15 tahun agar bisa mewujudkan keinginannya itu. Dia berjanji akan melakukan hal yang sama terhadap ayahnya (menggendongnya) saat beribadah haji nanti.

"Sebenarnya saya bisa mendorongnya dengan menggunakan kursi roda tetapi tidak ada yang lebih nyaman dan enak saya atau orangtua rasakan selain bahu saya" Kata lelaki tersebut.

Foto mengagumkan tersebut beredar di media sosial dan menuai pujian di sosial media seperti facebook dan Twitter. Mereka memuji perilaku anaknya yang shaleh tersebut, dan memuji ayahnya yang mampu mendidik anaknya dengan baik. Semoga kisah diatas mampu menginspirasi kita untuk bisa membalas kebaikan dan budi orangtua. Walaupun kebaikan mereka tidak akan pernah terbalaskan sampai kapanpun.

 


(Sumber muslimsatu.com)

Tak Perlu Nunggu Mapan untuk Membahagiakan Orang Tua, Lakukan 10 Hal Ini dari Sekarang!

Pernah gak kamu berpikir begini:
"Pengen membahagiakan orang tua tapi gaji belum seberapa."
"Pengen ajak orang tua liburan tapi gak punya uang."

Banyak dari kita yang ingin membahagiakan orang tua tapi merasa pesimis karena belum jadi orang yang sukses.

Padahal membahagiakan orang tua tak melulu harus menunggu punya banyak uang lho. Kamu bisa membuat mereka senang dengan cara yang lain.

Meskipun sederhana, tindakan ini lebih berharga dari sekedar uang. Apa saja kira-kira?
1. Berikan kabar ke orangtuamu bahwa kamu sedang berada di kantor dan ceritakan bagaimana lingkungan kerjamu.

Kalau kamu tinggal jauh dari orangtua, berikan kabar padanya tentang kondisimu sekarang. Misalnya,
" Pa, besok aku mau survei lapangan di Kalimantan satu bulan. Di sana aku tinggal di penginapan, dan bla bla bla...."
2. Telepon dan katakan ke ibumu bahwa kamu sangat merindukan masakannya.

Pujilah masakan buatan orangtua. Misalnya,
"Di sini, nasi gorengnya gak ada yang bisa ngalahin nasi goreng buatan Mama."
"Sudah tiga bulan gak pulang, kangen bubur ayam buatan Mama."
3. Tanyakan kabar ayahmu, bagaimana pekerjaan di kantornya, serta bagaimana kesehatannya.

"Papa, sehat 'kan?"
"Tekanan darahnya berapa sekarang?"
"Papa jangan sering-sering lembur lagi."
4. Kamu bisa memberikan kejutan dengan pulang ke rumah orangtuamu sehingga bisa mengobati kerinduan mereka kepada kamu.

Saat ada tanggal merah, kamu bisa pulang tanpa memberi kabar terlebih dulu. Atau mungkin kamu bisa mengambill cuti untuk menjenguk orangtuamu.
5. Saat berkunjung ke rumah orangtua, bawakan makanan dan minuman kesukaan mereka.

Tak perlu mahal, yang terpenting adalah makanan favorit mereka karena mereka pasti akan sangat menyukainya.
6. Saat berkumpul, luangkan waktu selesai jam makan malam untuk mongobrol santai.

Karena pembicaraan santai saat selesai makan malam akan membawa pengaruh baik pada hubungan. Kamu juga bisa menceritakan kesulitan atau masalah yang kamu hadapi di kantormu agar kamu bisa mendapat nasihat ataupun semangat dari mereka.
7. Jangan sampai kamu melupakan hari penting mereka. Misalnya hari ulang tahun maupun hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuamu.

Gak perlu mewah buat merayakannya, karena kebersamaan itu mengalahkan kemewahan dalam bentuk apapun.
8. Selalu ciptakan nuansa yang nyaman saat berkumpul. Lupakan sejenak urusan kantor maupun gadget kamu.

Percaya deh, waktu yang kamu habiskan bersama kedua orangtuamu tidak akan pernah sia-sia.
9. Bagikan cerita bahagia kamu kepada orangtua.

Misal saat kamu mendapatkan promosi jabatan, tentu orang tuamu akan sangat bahagia saat mendengar kabar baik dari anak tercintanya, bukan?
10. Terakhir dan yang paling utama, jangan lupa selalu minta doa dari mereka.

Doa dari orang tua adalah doa terbaik dan bikin kalian makin terikat.



Nah, setelah tahu ini, masih mau menunda untuk membuat bahagia orang yang paling dekat dengan kamu dari kecil?
Pastikan kamu melakukannya dari sekarang ya!



(sumber: cerminan.com)