Tampilkan postingan dengan label subhanallah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label subhanallah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2016

SUBHANALLAH!! Warga Lereng Gunung Merapi Bengong Terpakau Ada Awan Berlafadz ALLAH

beberapa deretan fenomena alam membuktikan kebesaran tuhan si pencipta. kali ini, masyarakat pulosari, desa jumoyo, kecamatan salam, kabupaten magelang, memandang fakta kekuasaan allah di langit lereng merapi. joko, masyarakat setempat, mengabadikan langsung fenomen sangat jarang itu. ia memandang awan berupa lafaz allah dalam bahasa arab.

" awal mulanya aku belum begitu jelas melihatnya menyamai wujud apa, tetapi sehabis dicermati lebih seksama lagi nyatanya awan itu membentuk lafaz allah, " ucapnya, rabu (16/3) kemarin.

sehabis menjepret gambar awan allah itu, joko menyebarkannya ke tim di whatsapp. tidak hanya joko, panorama alam awan berupa lafaz ilahi itu pula diksaksikan oleh masyarakat polengan, kronggahan, srumbung bernama rohaji. ia lekas memberitahukan perihal itu ke temannya di sleman. tidak disangka, sahabat rohaji pula memandang awan yang sama.

" kesatu kali melihatnya, aku cuma dapat bengong tidak dapat mengatakan apa - apa. dengan memandang langsung awan tersebut, aku jadi terus menjadi percaya hendak kebesaran allah, " tuturnya.




(sumber : infospesial. net )

Subhanallah...Foto Peta Wilayah Berbentuk Lafadz Allah Heboh Di Media Sosial

media sosial sebagian hari terakhir dihebohkan dengan photo peta yang diambil dari google earth. yang mengagetkan, peta suatu wilayah itu menampilkan gambar mirip lafadz allah. salah satunya merupakan peta di wilayah kabupaten bolaang mongondow selatan (bolsel)

wartawan radar bolmong ini juga berupaya meyakinkan keaslian photo tersebut. dan juga benar, dikala membuka google earth dan juga memilah bolsel, nampak jelas peta mirip lafadz allah.

sebagian nitizen juga takjub memandang photo tersebut.

“subhanallah… tidak salah bila bolsel diucap wilayah religi. tulisan itu begitu jelas tertanjap di bolsel. ayo tiba ke bolsel dan juga saksikan seorang diri, ” tulis abdul malik thawil di status facebook.

ya, lafadz allah itu membentang dari tepi laut dudepo, peangaso, poni’i.

“insya allah kedepan dapat dibesarkan jadi salah satu icon wisata religi yang terdapat di bolsel, ” pendapat dari hermanti tohopi.



(sumber : pojoksatu.id)

[VIDEO]: Subhanallah, Kamu Harus Lihat Kesederhanaan di Dalam Rumah Nabi Muhammad Ini

satu dari sedikit manusia yang telah dipastikan tempatnya di surga, sebagaimana disebutkan dalam kitab suci alquran, merupakan nabi muhammad.

nabi allah, rasul terakhir yang dilahirkan di bumi. walaupun demikian, rasulullah menempuh hidupnya dengan trik yang amat simpel.

jauh dari kesan penguasa.

bagaikan pemimpin umat, ia tidak tinggal di rumah elegan terlebih istana yang megah.

kebalikannya, rasulullah tinggal di rumah yang kira - kira menyamai gubuk.

amat simpel sekali. belum lama ini, satu lembaga di arab saudi, membangun ulang kediaman rasulullah di madina.

replika, serupa dipapar daily motion, terbuat sepersis bisa jadi dengan aslinya, bersumber pada petunjuk dari beberapa hadist dan juga kitab - kitab.

tidak terdapat pintu di rumah ini. semata - mata kain ataupun gorden yang dipakai bagaikan penutup.

segala bilik dibuat dari lempung (batu yang dilapisi tanah liat) , dengan atap dari pelepah daun kurma. (*) 





(sumber : tolongsebarkan.id)

Selasa, 24 Mei 2016

Subhanallah, Inilah 6 Sebab Mengapa Malaikat Mau Memintakan Ampun Untuk Kita

al - hamdulillah, seluruh puji kepunyaan allah, rabb semesta alam. shalawat dan juga salam atas rasulillah –shallallahu alaihi wasallam - , keluarga dan juga para teman - temannya.

salah satu ushul (pokok) iman merupakan beriman kepada para malaikat dan juga meyakini keberadaan mereka bagaikan hamba allah yang dimuliakan. mereka diciptakan dari sinar. dan juga tidak diciptakan kecuali buat beribadah kepada allah dan juga melakukan seluruh perintah - nya.

لا يَعصُونَ اللهَ ما أَمَرَهم ويَفْعَلُونَ ما يُؤْمَرُون

“yang tidak mendurhakai allah terhadap apa yang diperintahkan - nya kepada mereka dan juga senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan. ” (qs. al - tahrim: 6)

di antara mereka terdapat yang tetap menyembah allah subhanahu wa taala, taat kepada - nya dan juga bertasbih kepada - nya.

وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

“dan malaikat - malaikat yang di sisi - nya, mereka tiada memiliki kerasa angkuh buat menyembah - nya dan juga tiada (pula) terasa lelah. mereka senantiasa bertasbih malam dan juga siang tiada henti - hentinya. ” (qs. al - anbiya’: 19)

bagaikan makhluk yang amat taat kepada allah, para malaikat amat cinta kepada manusia - manusia yang taat. mereka amat bergairah menyongsong orang - orang beriman dikala kematiannya dengan laporan gembira buat mereka.

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ المَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“ (ialah) orang - orang yang diwafatkan dalam kondisi baik oleh para malaikat dengan berkata (kepada mereka) : " salaamunalaikum, masuklah kalian ke dalam surga itu diakibatkan apa yang telah kalian kerjakan ". ” (qs. al - nahl: 32)

para malaikat pula gemar memintakan ampunan kepada hamba - hamba beriman dan juga banyak beramal shalih; dan mendoakan kebaikan buat mereka.

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِرَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آَبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“ (malaikat - malaikat) yang memikul arasy dan juga malaikat yang berposisi di sekelilingnya bertasbih menyanjung tuhannya dan juga mereka beriman kepada - nya dan memintakan ampun untuk orang - orang yang beriman (seraya mengucapkan) : " ya tuhan kami, rahmat dan juga ilmu engkau meliputi seluruh suatu, hingga berilah ampunan kepada orang - orang yang bertobat dan juga menjajaki jalur engkau dan juga peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala - nyala. ya tuhan kami, dan juga masukkanlah mereka ke dalam surga ‘adn yang telah engkau janjikan kepada mereka dan juga orang - orang yang saleh di antara bapak - bapak mereka, dan juga istri - istri mereka, dan juga generasi mereka seluruh. sebetulnya engkaulah yang maha perkasa lagi maha bijaksana. dan juga peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. sebetulnya orang - orang yang engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, hingga sebetulnya telah engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan juga seperti itu kemenangan yang besar ". ” (qs. ghafir: 7 - 9)

sampai - sampai sebagian ulama mengatakan, para malaikat merupakan hamba allah yang amat penyayang terhadap hamba allah yang lain. terlebih lagi lebih penyayang kepada manusia daripada seseorang manusia kepada sesamanya. sebagian manusia kerap bermusuhan dengan sebagaian yang lain dan juga pula silih mendoakan keburukan. sampai - sampai, seorang mendoakan keburukan buat pribadinya, istrinya anaknya, dan juga hartanya.

. . . kecintaan para malaikat kepada orang beriman karna keimanan mereka. ialah iman yang disempurnakan dengan amal - amal shalih. . .

ibrahim al - nakha’i mengatakan, “para murid abdullah bin mas’ud radhiyallahu anhu mengatakan, “para malaikat lebih baik perilakunya kepada kalangan muslimin daripada ibnul kawa’. para malaikat memintakan ampunan buat orang yang di bumi, sedangkan ibnul kawa’ mengafirkan mereka. ibnul kawa’ merupakan seseorang berpaham khawarij. ”

kecintaan para malaikat kepada orang beriman karna keimanan mereka. ialah iman yang disempurnakan dengan amal - amal shalih, banyak bertaubat, istiqomah dengan ketaatan; di antara lain dengan banyak berzikir.

beberapa dalil mengatakan istighfar para malaikat buat orang - orang beriman, di antara lain dengan karena 6 amalan ini:

kesatu, para malaikat memintakan ampunan buat orang - orang beriman yang bertaubat dan juga istiqamah. para malaikat pula mendoakan mereka supaya dijauhkan dari neraka dan juga dimasukkan surga berbarengan orang shalih dari golongan orang tua, istri, dan juga anak turun mereka. dalilnya di qs. ghafir: 7 - 9 di atas.

kedua, para malaikat memintakan ampunan buat orang - orang yang shalat shubuh dan juga ‘ashar berjama’ah.
disebutkan dalam shahihain, dari abu hurairah radhiyallahu anhu, nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِى صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِى فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّون

“para malaikat dimalam dan juga siang hari silih berganti mengawasi kamu, dan juga mereka berkumpul pada dikala shalat subuh dan juga shalat ashar. sehabis itu para malaikat yang mengawasi kamu tadi malam suntuk naik (ke langit). allah menanyakan kepada mereka, sementara itu ia lebih mengenali dari mereka, “dalam kondisi apakah kamu tinggalkan hamba - hamba - ku? ” mereka menanggapi, “kami tinggalkan mereka dalam kondisi mengerjakan shalat. ”

dalam riwayat ahmad disebutkan,

فَيَقُولُونَ: جِئْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّيْنَ

" mereka menanggapi: kami datangi mereka dikala mereka shalat dan juga kami tinggalkan mereka dikala mereka shalat, hingga ampunilah mereka di hari pembalasan. ”

hadits ini menampilkan keutamaan mendatangi 2 shalat ini. realitanya, orang - orang munafikin amat berat melakukan keduanya sampai - sampai kerap tertinggal dari jamaah.

ketiga, istighfar malaikat buat orang yang duduk di masjid dalam keadaan suci menunggu shalat dan juga yang duduk di tempat shalatnya sehabis tuntas mengerjakannya. ini setimpal sabda nabi shallallahu alaihi wasallam,

أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فِي صَلَاةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُو لَهُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“selama salah seseorang kamu duduk menunggu shalat hingga dia menemukan pahala shalat sepanjang tidak batal, para malaikat mendoakannya: ya allah ampuni dia, ya allah rahmati dia. ” (hr. muslim dan juga selebihnya)

dalam redaksi lain, malaikat mendoakan ampunan, rahmat, dan juga taubat untuknya sepanjang dia berposisi di tempat shalatnya, tidak batal, dan juga tidak mengusik orang.
keempat, malaikat mendoakan ampunan buat orang yang tidur dalam keadaan suci (berwudhu). dari ibnu umar radhiyallahu anhuma, dia mengatakan: rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

" barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, seseorang malaikat bersamanya di dalam pakaiannya. dan juga bukanlah dia bangun melainkan malaikat berdo’a: ya allah, ampunilah hamba - mu sang fulan karna dia tidur dalam kondisi suci. ” (hr. ibnu huzaimah)

kelima, para malaikat mengaminkan doa seseorang muslim kepada saudaranya tanpa sepengatahuannya.
dari abu darda’ radhiyallahu anhu, nabi shallallahu alaihi wasallam sempat bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“doa seseorang muslim buat saudaranya (muslim yang lain) yang tidak berposisi di hadapannya hendak dikabulkan oleh allah. di atas kepala orang muslim yang berdoa tersebut ada seseorang malaikat yang ditugasi menjaganya. tiap kali orang muslim itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, tentu malaikat yang menjaganya mengatakan, “amin (mudah - mudahan allah mengabulkan) dan juga bagimu perihal yang seragam. ” (hr. muslim)
keenam, 70 ribu malaikat memintakan ampunan buat orang yang menjenguk saudaranya yang lagi sakit.
dari ali bin abi thalib radhiyallahu anhu, dia mengatakan: saya mendengar rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

" bukanlah seseorang muslim yang menjenguk muslim yang lain di pagi hari kecuali terdapat 70 ribu malaikat yang mendoakannya sampai sore hari. dan juga bila menjenguknya di sore hari, terdapat 70 ribu malaikat yang mendoakannya sampai pagi, dan juga menurutnya satu kebun di surga. " (hr. abu dawud, al - tirmidzi dan juga dishahihkan oleh al - albani dalam shahih al - tirmidzi)

orang yang menjenguk kepada orang sakit di pagi hari, duduk disampingnya menghiburnya, mendoakan kesembuhan untuknya, hingga 70 ribu malaikat memintaan ampunan untuknya hingga datang waktu sore. amalan ringan tetapi mempunyai keutamaan yang amat besar. ini karna orang tadi menampilkan watak rahmat (kasih sayang) kepada sesamanya sampai - sampai allah pula limpahkan rahmat - nya kepadanya.

. . . orang yang menjenguk kepada orang sakit di pagi hari, 70 ribu malaikat memintaan ampunan untuknya hingga datang waktu sore. . .

penutup
keutamaan istighfar malaikat buat manusia di bumi diikat dengan iman. kesempurnaan iman amat mempengaruhi. terus menjadi sempurna, terus menjadi dekat dengan istighfar mereka. sebaliknya orang yang tidak mempunyai iman, istighfar para malaikat jauh darinya.
keutamaan istighfar malaikat, disebutkan yahya bin mu’adz, “sesungguhnya bila seseorang malaikat aja yang memohon kepada allah supaya mengampuni segala orang beriman, tentu allah ampuni mereka. gimana bila seluruh malaikat dan juga malaikat pemikul ‘arsy yang memintakan ampunan buat orang beriman” wallahu a’lam.




[sumber: voa - islam. com ]

Minggu, 22 Mei 2016

90 Persen Muslim Sering Keliru Dengan Penggunaan Subhanallah & Masya Allah", Bagaiman Dengan Anda?

ungkapan dzikir ataupun kalimah thayyibah “subhanallah” kerap tertukar dengan ungkapan “masya allah”. ucapkan “masya allah” bahwa kita terasa kagum. ucapkan “subhanallah” bila memandang keburukan.

sepanjang ini kalangan muslim kerap “salah kaprah” dalam mengucapkan subhanallah (mahasuci allah) , tertukar dengan ungkapan masya allah (itu terjalin atas kehendak allah). bahwa kita takjub, kagum, ataupun mendengar perihal baik dan memandang perihal indah, lazimnya kita berkata subhanallah. sementara itu, sepatutnya kita mengucapkan masya allah yang bermakna “hal itu terjalin atas kehendak allah”.

ungkapan subhanallah tepatnya dipakai buat mengatakan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. semisal, begitu mendengar terdapat keburukan, kejahatan, ataupun kemaksiatan, kita katakan subhanallah (mahasuci allah dari keburukan demikian).

perkataan masya allah
masya allah maksudnya “allah telah berkehendak hendak perihal itu”. ungkapan kekaguman kepada allah dan juga ciptaan - nya yang indah lagi baik. melaporkan “semua itu terjalin atas kehendak allah”.

masya allah diucapkan apabila seorang memandang perihal yang baik dan juga indah. ekspresi penghargaan sekalian pengingat kalau seluruh itu mampu terjalin cuma karna kehendak - nya.

“dan kenapa kamu tidak mengucapkan kala kamu merambah kebunmu, ‘maasya allah laa quwwata illa billah‘ (begitu atas kehendak allah seluruh ini terwujud, tiada kekokohan kecuali dengan pertolongan allah). sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam perihal harta dan generasi? ” (qs. al - kahfi : 39).

perkataan subhanallah

waktu mendengar ataupun memandang perihal kurang baik/kurang baik, ucapkan subhanallah bagaikan penegasan : “allah mahasuci dari keburukan
tersebut”.

dari abu hurairah, dia mengatakan : “suatu hari aku berjunub dan aku memandang rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan berbarengan para teman, lalu aku menghindari mereka dan kembali buat mandi junub. sehabis itu aku tiba menjumpai rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. dia bersabda : ‘wahai abu hurairah, mengapakah engkau malah berangkat dikala kami timbul? ’ aku menanggapi : ‘wahai rasulullah, aku kotor (dalam kondisi junub) dan aku tidak aman buat berjumpa kamu dalam keadaan junub. rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : subhanallah, sebetulnya mukmin tidak najis. ” (hr. tirmizi)

“sesungguhnya mukmin tidak najis” artinya, kondisi junub jangan jadi halangan buat berjumpa sesama muslim. dalam al - quran, ungkapan subhanallah dipakai dalam menyucikan allah dari perihal yang tidak pantas (perihal kurang baik) , semisal : “mahasuci allah dari memiliki anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, pula digunakan buat mengatakan keberlepasan diri dari perihal menjijikkan semacam syirik. ” (qs. 40 - 41).

jadi, akhirnya, ungkapan subhanallah diajarkan tiap kali seorang memandang suatu yang tidak baik, bukan yang baik - baik ataupun keelokan. dengan perkataan itu, kita menegaskan kalau allah subahanahu wa ta’ala maha suci dari seluruh keburukan tersebut.

masya allah diucapkan apabila seorang memandang yang indah, indah karna keelokan atas kuasa dan kehendak allah ta’ala. kemudian, apakah kita berdosa karna mengucapkan subhanallah, sementara itu sepatutnya masya allah dan kebalikannya? insyaa allah tidak. allah maha paham iktikad perkataan hamba - nya. cuma aja, sehabis ketahui, ayo kita ungkapkan dengan pas antara subhanallah dan masya allah.

wallahu a’lam bish - shawab





(sumber: kisahmuslimah. com)

Selasa, 17 Mei 2016

SUBHANALLAH... Api di Bawah Lautan, Bukti Kebenaran Al Quran dan Hadits

Api di Bawah Lautan, Bukti Kebenaran Al Qur’an dan Hadits

Alam semesta tidak hentinya menampakkan kekuasaan Allah dalam setiap detil keberadaannya. Bukti yang menguatkan bahwa manusia hanyalah seorang hamba yang lemah. Allah lah Sang Penguasa segala sesuatu di bumi. Semua terjadi sesuai kehendak-Nya, walau sering kali logika dan pengetahuan manusia sulit menjangkaunya.

Beberapa waktu lalu, seperti dilansir bringislam, terjadi sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava. Lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-ruah, ia tidak bisa memadamkan api. Allah SWT. berfirman:

“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (QS. Ath-Thur: 6).
Allah bersumpah dengan fenomena unik ini bahwa di dalam laut memang benarlah terdapat api.

Bahkan Nabi SAW juga pernah bersabda:
“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.” (HR Abu Dawud)

Ulasan Hadits Nabi
Hadits ini sangat sesuai dengan sumpah Allah SWT dalam Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah berfirman:
“Demi bukit (Sinai), dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (QS. Ath-Thur: 1-8)

Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?

Tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat.
Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT: “Dan apabila lautan dipanaskan” (QS. At-Takwir 6).

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.” Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

Meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera.

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas. Subhanallah…

Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.

Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam lapisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda:

“Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.”

Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir. Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahu oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm : 3-10).

Wallahu ‘alam.





(Sumber: yangunik.com)

Subhanallah, Ingin Naik Haji Kakek 83 Tahun Ini Rela Berjualan Tasbih Sambil Berjalan Kaki

Kakek penjual tasbih dan minyak harum (parfum) ini bernama Sarwani (83). Setiap hari, ia berjalan menjajakan tasbih dan minyak harum dengan berjalan kaki. Biasa terlihat di sekitaran Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tak mahal, ia hanya menawarkan tasbihnya Rp 5.000.

Di usia senjanya, pensiunan guru ini tak minta dikasihani. Bila ada yang memberi uang, ia tolak. Sarwani hanya menawarkan barang yang dibawanya untuk dijual.

Minyak harum dan tasbih. Untuk apa? Untuk naik haji. Setiap hari Sarwani berjalan kaki hingga tiga wilayah, Kayutangi, HKSN, hingga Pasar Alalak. Informasi mengenai Sarwani tersebar di dunia maya. Seiring dengan kepedulian warga Kalsel pada pedagang tua.

Memilih untuk tidak mengemis, mencari penghasilan dengan berjualan. Kisahnya ini juga diposting akun @instakalsel di akun instagram. Akun ini mengajak agar warga Kalsel bisa peduli dengan membeli barang dagangan Kakek Sarwani. Demi mewujudkan cita-citanya untuk bisa naik haji. Ini postingan @instakalsel di akun instagramnya dalam bahasa Banjar.



(Sumber: yangunik.com)